Demi Jepang, Wonder Woman Disulap Jadi Anime

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 12 Jul 2017 16:56 WIB
poptech
Demi Jepang, Wonder Woman Disulap Jadi Anime
Tampilan Wonder Woman versi anime.

Metrotvnews.com: Di Jepang, tidak semua karakter komik Amerika Serikat populer. Banyaknya jumlah manga yang terjual merupakan bukti bahwa masyarakat Jepang lebih menyukai komik lokal yang dibuat oleh komikus Jepang. 

Memang, beberapa karakter superhero AS seperti Superman dan Spider-Man dikenali oleh masyarakat Jepang, tapi banyak juga karakter yang baru dikenal setelah dia muncul dalam film Hollywood dengan dana besar, seperti yang disebutkan oleh Rocketnews24.

Di negara-negara Barat, Wonder Woman tidak lagi perlu diperkenalkan. Lain halnya dengan di Jepang. Karena itulah, para sutradara dari film live-action superhero wanita tersebut ingin melakukan sedikit promosi ekstra sebelum film itu ditayangkan di Jepang pada 25 Agustus mendatang. 

Bulan lalu, promosi dilakukan dalam bentuk Hello Kitty yang menggunakan kostum Wonder Woman. Sekarang, Warner Brothers melakukan program Wonder Woman Creators Collaboration. Dalam program ini, para kreator di balik berbagai anime terkenal akan menggambar karakter ikonik dari DC tersebut.



Di bawah ini adalah hasil karya dari Akemi Takeda, orang yang bertanggung jawab atas desain karakter anime seperti Kimagure Orange Road, Patlabor dan Creamy Mami. Takeda sempat mengunggah gambarnya ke Twitter sebelum gambarnya ditampilkan di situs resmi dari proyek kolaborasi ini.



Berikut ini adalah gambar dari Shingo Adachi, karakter desainer dari franchise Sword Art Online dan Working!/Wagnaria!



Terakhir adalah gambar dari Sushio, yang menjadi desainer untuk karakter dalam seri TV Kill la Kill. Kali ini, Diana digambarkan tidak sendiri.




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.