Pasang Referensi Politik Jakarta, Kreator Marvel Asal Indonesia Dihukum

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 09 Apr 2017 09:57 WIB
poptech
Pasang Referensi Politik Jakarta, Kreator Marvel Asal Indonesia Dihukum
Gambar X-Men Gold. (Marvel Comics/Ardian Syaf, Jay Leisten, dan Frank Martin)

Metrotvnews.com: Marvel mengumumkan bakal menghapus sebagian gambar di X-Men Gold #1 dan juga akan mengambil langkah untuk mendisiplinkan kreator Ardian Syaf setelah mereka mengonfirmasi bahwa dia memasukkan referensi tentang konflik politik dan agama yang terjadi di Indonesia.

Menurut io9, melalui forum internet, para pembaca Indonesia menyebutkan bahwa ada sebagian panel di komik tersebut yang menunjukkan referensi tentang situasi politik/agama terkait Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

Salah satu referensi tersebut berupa kaos yang dikenakan oleh Colossus dalam pertandingan baseball antara anggota baru tim X-Men. Di kaos tersebut, tertulis "QS 5:51", yang mengacu pada Surat Al-Maidah ayat 51. Referensi lainnya berupa label "212" pada sebuah bangunan.





Dalam sebuah post Facebook, Syaf mengakui bahwa dia memang sengaja membuat referensi akan ayat Al-Quran dan aksi yang dilakukan pada tanggal 2 Desember di komik yang dia gambar setelah mengikuti aksi 212.

Kepada Comicbook.com, Marvel mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka berkata, "Kami membiarkan gambar yang dimaksud di X-Men Gold #1 tanpa tahu maknanya. Referensi ini tidak mencerminkan pandangan penulis, editor atau siapapun di Marvel dan berlawanan dengan prinsip Marvel Comics yang bersifat inklusif."

Lebih lanjut, Marvel berkata, "Gambar ini akan dihapuskan dari versi yang dicetak berikutnya, versi digital dan kami akan mengambil langkah untuk mendisiplinkan."

Sayangnya, Marvel tidak menjelaskan langkah apa yang akan mereka ambil. Syaf adalah seorang artist bebas. Karena itu, masih belum diketahui apakah Marvel akan tetap meneruskan kerja sama mereka dengannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.