Cheetah Jadi Penjahat di Wonder Woman 2, Siapa Dia?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 02 Mar 2018 16:14 WIB
poptechwonder woman
Cheetah Jadi Penjahat di Wonder Woman 2, Siapa Dia?
Wonder Woman akan mendapatkan sekuel. (Warner Bros.)

Jakarta: Kristen Wiig tengah berbicara dengan Warner Bros. untuk menjadi Cheetah dalam Wonder Woman 2. Meskipun itu bukan berarti Wiig pasti akan mendapakan peran tersebut. Ini menunjukkan bahwa Wonder Woman 2 akan menjadikan Cheetah sebagai penjahat utama. 

Lalu, siapa Cheetah?

Cheetah adalah salah satu musuh paling lama dari Wonder Woman. Karena itu, tidak heran jika ada banyak versi dari karakter tersebut. Dalam cerita pertamanya, yang dibuat oleh kreator Wonder Woman William Moulton Marston, Cheetah tidak memiliki kekuatan super. Dia hanya menggunakan kostum cheetah untuk melawan Wonder Woman karena rasa cemburunya. 

Namun, dalam versi baru, Cheetah dibuat untuk menjadi antitesis dari Wonder Woman. Sama seperti Diana, Cheetah juga memiliki kekuatan para dewa. Hanya saja, jika Diana mendapatkan kekuatannya dari dewa yang dia hormati, Cheetah mendapatkan kekuatannya atas keegoisannya sendiri. 



Barbara Anne Minerva adalah seorang arkeolog yang mendedikasikan hidupnya untuk mencari rahasia dari berbagai legenda. Dalam cerita asal mula Wonder Woman yang terbaru, Minerva mendapatkan inspirasi dari hubungannya dengan Diana.

Ketika dia tahu tentang Themyscira dan Amazon, ini mendorongnya untuk mencari bukti dari keberadaan dewa-dewi tua. 

Dia akhirnya menemukannya dalam bentuk dewa fiksi, Urzkartaga, yang mengubah tubuh Minerva dan memberikannya kekuatan super tapi membuatnya menjadi haus darah dan memiliki tendensi untuk menjadi kanibal. 

Tak bisa melepaskan diri dari "anugerah" Urzkartaga, Cheetah sering mengubah rasa malu dan kebencian pada dirinya sendiri menjadi kebencian pada Wonder Woman, menyalahkan Diana karena mendorongnya untuk melakukan perjalanan mencari dewa dan tidak menyelamatkannya dari dirinya sendiri. 

Di tangan penulis yang berkualitas, Cheetah menjadi villain yang menarik. Cheetah bisa menjadi villain yang sangat berbahaya. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.