Cincin Saturnus Bakal Hilang

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Dec 2018 11:22 WIB
antariksanasa
Cincin Saturnus Bakal Hilang
Cincin Saturnus mulai menghilang. (JPL - NASA)

Jakarta: Studi NASA menunjukkan bahwa cincin Saturnus menghilang dengan cepat. Suatu hari nanti, Saturnus mungkin akan dikenal sebagai "planet tanpa cincin".

Cincin Saturnus terdiri dari es yang tercampur dengan batu dan debu. Misi Voyager dari NASA sukses mengunjungi planet itu pada awal 1980-an. Dalam studi yang dilaksanakan ketika itu, diketahui adanya sebuah fenomena yang disebut "hujan cincin".

"Cincin tertarik ke Saturnus oleh gravitasi sebagai hujan partikel es berdebu akibat daya tarik medan magnet Saturnus," kata NASA, seperti yang dikutip dari CNET.

Para peneliti memperkirakan, cincin Saturnus akan menghilang dalam waktu 300 juta tahun. Namun, cincin itu bisa menghilang lebih cepat.

Cassini sukses membuat observasi yang lebih detail dari fenomena hujan cincin. Data terbaru menunjukkan bahwa cincin Saturnus akan menghilang dalam waktu 100 juta tahun.

Jika dibandingkan dengan umur Saturnus -- yang mencapai 4 miliar tahun -- itu adalah waktu yang tidak lama.



"Kami memperkirakan bahwa 'hujan cincin' ini menguras air dari cincin Saturnus dengan volume yang sama dengan kolam renang Olimipiade dalam waktu setengah jam," kata peneliti planet NASA, James O'Donoghue. Para peneliti merilis penemuan mereka di jurnal pada hari Senin.

Sejak lama, para peneliti telah membahas tentang asal usul sistem cincin Saturnus, yang mungkin terbentuk dari pecahan bulan-bulan kecil, komet, dan asteroid. Tim NASA memperkirakan, umur cincin Saturnus kini mencapai 100 juta tahun.

Masih ada beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab terkait cincin Saturnus yang mulai menghilang. Tim NASA ingin tahu apakah lama Saturnus mengitari matahari -- yaitu 29,4 tahun -- akan memengaruhi jumlah air yang terkuras akibat hujan cincin.

Tampaknya, jumlah air yang terkuras berubah sesuai dengan tingkat cahaya matahari yang didapat planet tersebut. "Kita beruntung kita bisa melihat sistem cincin Saturnus, yang tampaknya ada di tengah masa hidupnya," kata O'Donoghue.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.