Stasiun Luar Angkasa Pertama Inggris Ada di Skotlandia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 17 Jul 2018 12:15 WIB
antariksa
Stasiun Luar Angkasa Pertama Inggris Ada di Skotlandia
Ilustrasi.

Jakarta: Inggris telah memilih tempat untuk membangun stasiun luar angkasa pertamanya. Tempat tersebut adalah Sutherland yang terletak di semenanjung A'Mhoine di pesisir utara Skotlandia.

Perusahaan lokal, Highlands and Islands Enterprise akan mendapatkan pendanaan sebesar EUR2,5 juta (Rp421 miliar) dari pemerintah Inggris. Roket pertama direncanakan untuk diluncurkan pada awal 2020-an.

Stasiun luar angkasa ini dibuat dengan harapan Inggris akan bisa masuk ke dalam pasar peluncuran satelit kecil yang kini sedang berkembang, lapor The Verge. Saat ini, Inggris telah memiliki banyak perusahaan pembuat komponen dan satelit, seperti Printech Circuit Laboratories dan Surrey Satellite Technology.

Jika Inggris memiliki stasiun luar angkasa untuk meluncurkan satelit sendiri, ini akan menarik semakin banyak perusahaan internasional.

Dalam beberapa tahun belakangan, tipe baru satelit kecil telah menjadi tren di industri luar angkasa. Satelit-satelit kecil ini biasanya memiliki ukuran tidak lebih besar dari kotak sepatu dan memiliki kemampuan yang jauh lebih mumpuni dari satelit model yang lebih tua dan berukuran lebih besar.

Ukuran yang kecil berarti satelit tersebut memakan biaya lebih sedikit ketika diluncurkan. Meski kecil, satelit itu dapat digunakan untuk berbagai hal, mulai dari memonitor cuaca sampai untuk eksperimen sains.

Diperkirakan, pasar global untuk peluncuran satelit kecil mencapai nilai USD339 miliar (Rp4.874 triliun) dan akan naik delapan kali lipat menjadi USD2,7 triliun (Rp388 kuadriliun) pada 2045.

Sutherland terpilih sebagai tempat untuk stasiun luar angkasa pertama Inggris berkat letaknya yang strategis. Ia terletak di semenanjung dengan populasi sedikit. Itu artinya, jika roket gagal diluncurkan, maka ia akan jatuh ke laut atau ke daratan kosong.

Selain itu, roket ini juga bisa langsung menuju ke Lingkar Artik. Ini cocok untuk peluncuran satelit kecil, yang biasanya diluncurkan ke orbit polar, memutari Bumi dan melewati Arktik dan Antartika.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.