Arti dari 5 Adegan Post-Credit dari Deadpool 2

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 28 May 2018 14:57 WIB
poptechmarvel cinematic universe
Arti dari 5 Adegan Post-Credit dari Deadpool 2
Deadpool 2 (Foto: 20th Century Fox)

Artikel ini mengandung spoiler untuk film Deadpool 2. 

Meskipun belummenjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe, Deadpool 2 memiliki adegan post-credit yang menjadi ciri khas MCU.

Tidak tanggung-tanggung, film tersebut menampilkan 5 adegan, sama seperti Guardians of the Galaxy Vol. 2 yang memegang rekor sebagai film dengan adegan post-credit paling banyak. 

1. Negasonic mengutak-atik perangkat milik Cable
Adegan pertama yang muncul setelah film berakhir menampilkan Negasonic Teenage Warhead yang sedang memperbaiki perangkat penjelajah waktu milik Cable. Hal ini memungkinkan Deadpool untuk menggunakan alat itu untuk kembali ke masa lalu dan melakukan beberapa "perbaikan". 

2. Deadpool selamatkan kekasihnya
Menggunakan alat milik Cable, Deadpool alias Wade Wilson kemudian kembali ke waktu ketika Vanessa, kekasihnya, terbunuh. Dalam adegan itu, seorang pembunuh bayaran mendatangi tempat tinggal Deadpool. 

Pada awalnya, Deadpool berusaha untuk membunuh sang pembunuh bayaran dengan alat masak. Sayangnya, lemparannya tidak mengenai sasaran. Sang pembunuh kemudian membunuh Vanessa dengan pistol. 

Kali kedua, Deadpool berhasil membunuh sang pembunuh sebelum dia bisa menembakkan pistolnya. Ini berarti, Deadpool berhasil menyelamatkan nyawa Vanessa. Dua penulis skenario Deadpool 2, Rhett Reese dan paul Wernick mengonfirmasi hal ini adalah sesi tanya jawab di forum Reddit. 

3. Deadpool menyelamatkan anggota X-Force
Salah satu anggota X-Force adalah seorang pria berkumis tanpa kekuatan apapun bernama Peter. Pada awalnya, dia mati terbunuh, bersama dengan sebagian besar anggota X-Force.

Namun, Wade menggunakan alat pemutar waktu untuk kembali ke masa lalu dan menyelamatkan Peter. Kemungkinan, Wade juga menyelamatkan anggota X-Force yang lain. 

4. Deadpool membunuh Deadpool
Deadpool muncul dalam film X-Men Origins: Wolverine, yang juga menampilkan Deadpool, meski dia memiliki karakteristik yang sama sekali lain.

Hal ini menunjukkan bahwa alat milik Cable tidak hanya bisa membawa penggunanya ke waktu yang berbeda, tapi juga ke dunia yang sama sekali lain. 

Deadpool versi X-Men Origins: Wolverine sama sekali berbeda dengan Deadpool di komik. Banyak orang yang membencinya. Karena itu, tidak heran jika Deadpool yang sekarang membunuhnya.

"Bersih-bersih timeline," kata Deadpool pada Wolverine yang bersiap membunuh Deadpool dari dunianya sendiri. 

5. Deadpool Ryan Reynolds memerankan Green Lantern
Dalam adegan post-credit terakhir, Anda akan melihat Ryan Reynolds sedang melihat skenario dari Green Lantern. Dia terlihat optimistis.

Namun, sebelum dia sempat membaca naskah film tersebut, Deadpool muncul dan membunuhnya dengan menembaknya. Dia kemudian berkata, "Sama-sama, Kanada."

Adegan ini merupakan referensi pada film Green Lantern yang tayang pada 2011. Film tersebut adalah film superhero terakhir Reynolds sebelum dia memainkan Deadpool. Sayangnya, film Green Lantern mengecewakan baik kritikus maupun para fans

Dengan membunuh Reynolds sebelum dia membaca naskah Green Lantern, ini menunjukkan bahwa film itu memang memiliki kualitas buruk dan membantu Reynolds untuk lepas dari bayang-bayang film tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.