Mecha-ude, Film Animasi Tentang Manusia dan Tangan Robot

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Oct 2016 21:50 WIB
poptech
Mecha-ude, Film Animasi Tentang Manusia dan Tangan Robot
Sang tokoh utama dari Mecha-ude.

Metrotvnews.com: Sae Okamoto adalah seorang Animation Director, Animator, Compositor dan Illustrator. Dia sempat membuat animasinya sendiri pada tahun 2012. Setelah bekerja sebagai berbagai posisi, dia ingin kembali membuat proyeknya sendiri.

Namun, keinginannya untuk membuat proyek animasinya sendiri terhalang oleh dana. Karena itulah, dia lalu memanfaatkan Kickstarter untuk menggalang dana. 

Melalui Kickstarter, Okamoto ingin dapat membangun tim produksi yang lebih besar untuk membuat film miliknya, Mecha-Ude. Film berdurasi 25 menit ini bercerita tentang seorang siswa SMA biasa yang menemukan Mecha-ude, sebuah tangan mekanis yang tidak hanya kuat tapi memiliki kesadaran sendiri. Mecha-ude itu lalu hidup di jaket hoodie sang tokoh utama. 

Film animasi ini akan membahas bagaimana sang tokoh utama bertemu dengan teman-teman baru yang juga memiliki Mecha-ude, salah satunya adalah seorang perempuan dengan sifat yang bertolak belakang dari sang tokoh utama. 

"Tekad bulat adalah tema dari proyek kami," kata Okamoto. "Alasan di balik hal ini adalah karena saya telah menetapkan hati untuk membuat Mecha-ude sebagai proyek anime pertama saya."

Bagi Okamoto, membuat Mecha-ude merupakan usahanya untuk melangkah lebih jauh sebagai seorang kreator anime. 

Proyek Kickstarter yang dimulai pada tanggal 1 Oktober ini telah melampaui target yang diharapkan, yaitu USD25 ribu (Rp325,6 juta). Saat berita ini dibuat, telah ada lebih dari 500 orang yang mendukung proyek Okamoto dan berhasil mengumpulkan lebih dari USD33 ribu (Rp429,7 juta).

Inilah cuplikan dari film Mecha-ude.




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.