Review Film

Thor: Ragnarok, Cara Marvel Tampil Segar dengan Humor

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Nov 2017 21:28 WIB
poptech
Thor: Ragnarok, Cara Marvel Tampil Segar dengan Humor
Film ketiga Thor memiliki ritme yang berbeda dari film-film MCU sebelumnya.

Metrotvnews.com, Jakarta: Thor: Ragnarok adalah film ketiga dari seri Thor dan film ketujuh belas dalam Marvel Cinematic Universe.

Hampir 10 tahun sejak MCU diawali dengan Iron Man pada 2008, penonton bisa jenuh dengan film bertema pahlawan super jika Marvel terus menggunakan rumus yang sama untuk film-filmnya. 

Selama ini, film-film Marvel memang dikenal lebih "ringan" dan jenaka jika dibandingkan dengan film adaptasi komik DC yang cenderung kelam, seperti Batman v Superman: Dawn of Justice. Namun, melalui Thor: Ragnarok, Marvel tampaknya berusaha untuk membuat unsur komedi menjadi semakin kental.

Dari poster film tersebut, terlihat sekilas bahwa ia memiliki aura yang sama dengan Guardians of the Galaxy Vol. 2, film Marvel lainnya yang dirilis pada awal tahun ini. 

Di satu sisi, unsur humor yang kental pada Thor: Ragnarok memang mengundang tawa para penontonnya. Jika dibandingkan dengan dua film Thor sebelumnya, yang lebih kelam, Ragnarok memiliki ritme yang jauh berbeda. Dan itu bukanlah hal yang buruk.

Mengingat Thor: Ragnarok adalah film ke-17 dalam MCU, jika Anda menghitung Spider-Man: Homecoming, maka gaya baru yang penuh humor ini bisa membuat film ini terasa lebih segar dan tampil berbeda dari film-film Marvel lainnya, yang biasanya cukup serius, walau tetap dibumbui dengan humor. 

Selain itu, karena tidak terlalu terkait dengan film-film Marvel sebelumnya, Anda tidak perlu khawatir tidak bisa mengikuti alur ceritanya. Pacing dari film ini juga cukup cepat tanpa terlalu terkesan terburu-buru. Ada beberapa karakter baru yang diperkenalkan dalam film ini, meski karakter yang muncul tetap tidak sebanyak karakter dalam Captain America: Civil War. 

Para karakter baru itu diperkenalkan satu per satu, untungnya. Sehingga, Anda tidak akan kebingungan. Namun, tidak semua karakter diberikan latar belakang yang mendalam.



Satu hal yang disayangkan, karena kentalnya unsur humor dari Ragnarok, Marvel terkadang mengorbankan unsur plot dan karakteristik para tokoh. Hela, yang menjadi penjahat utama dalam film ini, memang sukses sebagai villain dengan kekuatan yang sangat hebat. Dia merupakan salah satu penjahat paling kuat yang pernah ada dalam MCU. 

Sayangnya, Marvel tidak memberikan latar belakang yang mendetail tentang sang Goddess of Death. Memang, Marvel menceritakan siapa dia sebenarnya dan mengapa dia akhirnya memutuskan untuk membuat Asgard bertekuk lutut di hadapannya. Meskipun begitu, Marvel tidak menggali motivasi Hela itu dengan lebih dalam, menjadikan karakter Hela terasa kurang kuat. 



Hela bukanlah satu-satunya tokoh yang karakternya disederhanakan. Dalam Bruce Banner, alter ego dari Hulk, tidak lagi terlihat kesedihan dan kebencian pada dirinya sendiri atau pada Hulk. Keengganannya untuk melepas kendali atas tubuhnya pada Hulk juga hanya terlihat sekilas.

Meskipun begitu, saya cukup menikmati bagaimana Marvel menunjukkan karakteristik Hulk. Bagi saya, ini menarik karena selama ini, Hulk digambarkan tidak lebih dari monster hijau yang akan merusak segala sesuatu di depannya. 

Dalam Ragnarok, Thor kelihatan jauh lebih santai, bahkan saat menghadapi musuh yang berbahaya sekalipun, Anda akan masih melihat dia bercanda. Pada saat yang sama, dia juga terlihat lebih tegas, terutama ketika dihadapkan pada Loki, adik tirinya yang menjadi villain dalam film Thor pertama. Dia tidak lagi dengan mudah tertipu oleh trik Loki, yang memang dikenal sebagai God of Lies. 



Meski sempat kehilangan senjatanya, Mjolnir, Thor tidak menjadi lemah tak berdaya. Dia tetap bisa melawan musuh yang dia temui, termasuk Hulk. Pada akhirnya, tentu saja dia berhasil mendapatkan kekuatannya kembali.

Pertarungannya dengan Hela ketika melawan Hela, walau pertarungan dengan sang Goddess of Death tidak sesimpel pertarungan antara pahlawan dan penjahat. 

Akhir kata, jika Anda memiliki selera humor yang sesuai dengan sang sutradara, Anda akan menikmati film ini. Thor: Ragnarok, meski bercerita tentang "kiamat" untuk Asgard, justru akan membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal.

Namun, jika Anda mengharapkan cerita serius dengan plot yang berat, Anda mungkin akan sedikit kecewa dengan Ragnarok. 


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

11 hours Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /