NASA Jual Tiket untuk Turis Luar Angkasa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 30 Nov 2018 15:37 WIB
antariksanasa
NASA Jual Tiket untuk Turis Luar Angkasa?
International Space Station. (AFP PHOTO / NASA / ROSCOSMOS)

Jakarta: NASA mempertimbangkan untuk mulai menjual tiket ke luar angkasa pada masyarakat sipil.

Ini bukanlah hal yang aneh. Rusia telah menjual tiket seharga USD20 juta pada orang-orang super kaya yang ingin pergi ke Stasiun Luar Angkasa International (ISS).

Harga itu adalah harga yang sama NASA harus bayarkan ketika mereka ingin mengirimkan astronot menggunakan roket Soyuz milik Rusia.

Kini, NASA bekerja sama dengan SpaceX dan Boeing untuk membuat roket sendiri yang bisa membawa para astronot dan turis ke luar angkasa. Para pendukung turisme luar angkasa berkata bahwa hal ini bisa menjadi sumber pendaaan penting untuk NASA, lapor Extreme Tech.

Selain itu, ini juga bisa membuat NASA kembali relevan dengan masyarakat Amerika Serikat. Ini juga bisa membantu mereka agar mereka tidak lagi menggantungkan diri pada dana pemerintah untuk ISS pada pertengahan 2020-an.

Subkomite penasehat NASA mendukung realisasi rencana ini pada pekan lalu. Namun, itu bukan berarti rencana ini akan bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Tahun depan, baik SpaceX dan Boeing diharapkan akan dapat mendemonstrasikan kapsul kru mereka, baik dalam penerbangan berawak maupun tanpa awak. Jika semua berjalan sesuai rencana, kedua perusahaan akan mendapatkan izin untuk menerbangkan astronot dari dan ke ISS.

Saat ini, Boeing mengalami masalah setelah adanya kebocoran bahan bakar dalam pengujian. Ini memaksa mereka untuk melakukan perubahan desain. Sementara SpaceX terlihat percaya diri bahwa mereka akan bisa mengadakan peluncuran perdana pada awal 2019.

Jika NASA bisa mengirimkan astronot dengan roketnya sendiri, mereka tidak perlu lagi membeli tiket pada roket Soyuz milik Rusia.

Selain itu, mereka juga akan bisa menjual tiket pada pesawat SpaceX dan Boeing. Proposal yang ada saat ini mendorong NASA untuk menjual sebagian dari tiket itu untuk para turis luar angkasa.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.