AI Buat Thanos Tampil Lebih Hidup di Infinity War

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 20 Aug 2018 16:26 WIB
poptechmarvel cinematic universeFilm Avengers Infinity War
AI Buat Thanos Tampil Lebih Hidup di Infinity War
Thanos tampil lebih hidup di Infinity War.

Jakarta: Thanos menjadi salah satu tokoh utama dalam film Avengers: Infinity War.

Sang Mad Titan tidak hanya menarik karena dia adalah seorang villain dengan emosi yang kuat -- dia menangis ketika dia harus membunuh Gamora, anak angkatnya, demi mendapatkan Soul Stone -- tapi juga karena dia adalah seorang alien berkulit ungu.

Jika Anda adalah penggemar Marvel Cinematic Universe dan Anda pasti telah pernah melihat tampilan pertama Thanos di The Avengers yang dirilis pada 2012. Tampilan Thanos pada Infinity War jauh berbeda. Salah satu alasannya karena teknologi CG kini sudah menjadi semakin maju.

"Kami semua sadar bahwa performa Thanos akan lebih baik jika kami bisa menunjukkan beberapa fitur dari Josh Brolin," kata Kelly Port yang bekerja di perusahaan VFX, Digital Domain, salah satu perusahaan yang bertanggung jawab atas visual effect di film Avengers terbaru.

Digital Domain memakai salah satu software machine learning yang telah dikustomisasi bernama Masquerade untuk membuat performa Thanos tampil lebih alami. Untuk melakukan ini, Domain memasang 100 sampai 150 tracking dots pada wajah Josh Brolin, aktor pemeran Thanos, yang lalu ditangkap oleh dua kamera HD yang terpasang vertikal.


Foto: Marvel Studios

Seperti yang disebutkan Engadget, resolusi tinggi memang bukan fokus utama dari hasil rekaman ini. Dua kamera tersebut berfungsi menangkap video kualitas rendah yang akan dimasukkan ke algoritma machine learning yang memiliki sekumpulan gambar hasil pindaian wajah resolusi tinggi.

"Masquerade mengambil rekaman resolusi rendah dan menentukan bentuk wajah resolusi tinggi mana yang paling cocok," kata Port.

"Kami akan melihat hasil yang ditunjukkan. Jika terasa aneh, kami akan melakukan penyesuaian pada model wajah... Kami kemudian memasukkannya kembali ke sistem dan Masquerade akan memelajari ini semua dengan algoritma machine learning."

Dengan begitu, ketika Digital Domain memasukkan rekaman resolusi rendah ke sistem, ia akan memberikan hasil yang lebih baik. Itu adalah langkah pertama. Langkah keduanya adalah proses bernama direct drive, yaitu proses peletakan wajah Thanos pada model karakter sang Mad Titan.

Port menjelaskan, timnya lalu membandingkan rekaman dengan efek visual dan performa Brolin dan menyesuaikan tampilan CG dengan ekspresi Brolin.

"Kami akan melihat performa Josh dan melakukan penyesuaian, seperti 'Dia lebih terkejut' atau 'Dia lebih terlihat sedih', dan ketika ada ekspresi pada akting Josh yang tidak terlihat pada wajah Thanos, kami akan memperbaikinya."


Foto: Marvel Studios

Tanpa sistem machine learning seperti Masquerade, para VFX artist harus mengubah tampilan wajah dengan animasi secara manual, yang akan memakan waktu lebih lama.

"Kami tahu tampilan Thanos harus sempurna atau film ini tidak akan terlihat bagus," kata Dan Deleeuw, VFX Supervisor, Marvel Studio. Karena itu, sejak awal, timnya fokus untuk memahami Thanos sebagai karakter.

Berdasarkan kemunculan Thanos di beberapa film Marvel sebelum Infinity War, tim Deleeuw tahu bahwa Thanos adalah karakter yang penuh dengan kemarhan. Namun, Marvel juga ingin mereka bisa menampilkan ekspresi yang muncul ketika Josh Brolin memerankan Thanos.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.