Studi Tunjukkan Atmosfer Mars tak Bisa Diubah Seperti Bumi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 31 Jul 2018 13:11 WIB
antariksa
Studi Tunjukkan Atmosfer Mars tak Bisa Diubah Seperti Bumi
Proses terraforming tidak bisa dilakukan pada Mars. (AFP PHOTO / Dimitar DILKOFF)

Jakarta: Pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk pernah menceritakan keinginannya menggunakan ledakan termonuklir untuk mengubah atmosfer Mars, sehingga manusia bisa hidup di Planet Merah.

Namun, sekarang, sebuah riset yang didukung oleh NASA menyebutkan bahwa ledakan nuklir sekalipun tidak cukup untuk mengubah atmosfer Mars menjadi seperti atmosfer Bumi dan membuatnya bisa ditinggali oleh manusia.

Proses terraforming -- mengubah atmosfer Mars menjadi seperti Bumi sehingga bisa ditinggali oleh manusia -- bisa dilakukan dengan melepaskan karbon dioksida yang terperangkap pada permukaan planet untuk menebalkan atmosfer.

Dengan begitu, permukaan Mars akan cukup panas sehingga air bisa tetap berada dalam keadaan cair. Proses ini serupa dengan efek rumah kaca yang membuat Bumi menjadi semakin panas sekarang, lapor CNET.

"Di Mars, gas rumah kaca yang ada cukup banyak untuk mendorong terjadinya proses pemanasan global hanyalah karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O)," kata Bruce Jakosky dari University of Colorado, Boulder dalam sebuah pernyataan resmi.

Jakosky adalah penulis utama dari studi yang dirilis pada hari Senin di Nature Astronomy. Jurnal itu menyebutkan bahwa Mars tidak memiliki cukup CO2 dan H2O untuk membuat Planet Merah bisa ditinggali.

Tekanan atmosfer di Mars kurang dari satu persen tekanan di Bumi. Tekanan atmosfer Mars perlu ditingkatkan menjadi seperti Bumi agar air bisa berada bertahan dalam bentuk cair.

Bahkan jika Musk mencairkan es di kutub Mars dengan nuklir, riset ini menyebutkan bahwa hal itu hanya cukup untuk membuat tekanan atmosfer Mars menjadi 1,2 persen dari Bumi.

"Selain itu, kebanyakan gas CO2 di Mars tidak bisa diakes dan tidak bisa dipindahkan. Karena itu, mengubah atmosfer Mars tidak bisa dilakukan menggunakan teknologi sekarang ini," kata Jakosky.

Ini bukan berarti manusia tidak bisa tinggal di Mars. Studi ini menunjukkan bahwa jika manusia ingin tinggal di Mars, kita harus bisa membuat baju luar angkasa yang bisa diandalkan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.