Karya Anyar JRR Tolkien Masih Satu Dunia dengan Lord of The Rings

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 13 Apr 2018 12:43 WIB
poptech
Karya Anyar JRR Tolkien Masih Satu Dunia dengan Lord of The Rings
Ilustrasi The Fall of Gondolin dari Alan Lee. (Harpercollins)

Jakarta: Ketika J.R.R. Tolkien meninggal pada 1973, dia meninggalkan banyak catatan, puisi dan cerita dalam dunia fantasi Middle-Earth. Cerita itu tidak pernah dia selesaikan.

Sejak itu, anaknya, Christopher telah berusaha mengumpulkan dan mengedit tulisan dari sang ayah, yang kemudian menjadi buku yang diterbitkan setelah kematian Tolkien.

Contohnya adalah The Silmarillion dan Unfinished Tales yang masih bercerita tentang dunia yang menjadi latar belakang dari The Hobbit dan The Lord of the Rings. 

Dua novel lain yang telah dipublikasikan berdasarkan tulisan peninggalan Tolkien juga telah dirilis beberapa waktu belakangan, seperti The Child of Húrin dan The Tale of Beren and Lúthien.

Sekarang Christopher Tolkien mengumumkan novel baru yang masih bercerita tentang Middle-earth: The Fall of Gondolin. 

Menurut laporan The Verge, cerita tersebut merupakan salah satu cerita pertama yang Tolkien tulis ketika dia memulihkan diri dari luka yang dia dapat ketika dia ikut dalam Perang Dunia I.

Dalam buku Tolkien and the Great War: The Threshold of Middle-earth, John Garth menulis bahwa periode ketika dia tidak bisa bebas beraktivitas memungkinkan idenya tentang sebuah dunia fantasi berkembang. 

The Fall of Gondolin disebutkan ditulis oleh Tolkien dengan hampir sempurna. Buku itu juga membuat parameter moral dalam dunia Tolkien, memisahkan aspek jahat dan baik dalam dunia yang berisi makhluk magis dengan konflik yang tak pernah berakhir.

Sama seperti cerita Beren and Lúthien, tulisan yang akan menjadi The Fall of Gondolin membantu membentuk dunia yang akan menjadi tempat dari novel-novel populer Tolkien. 

Pertama kali dipublikasikan sebagai bagian dari tulisan awal Tolkien, Book of Lost Tales, The Fall of Gondolin bercerita tentang bagaimana sebuah kota rahasia para Elf bernama Gondolin didirikan oleh Raja Elf bernama Turgon. Novel itu juga bercerita tentang kedatangan Tuor (kakek dari Elrond, Lord of Rivendell yang pertama kali muncul dalam The Lord of the Rings) dan pengkhiatan yang dilakukan oleh keponakan Turgon, Maeglin. 

Shaun Gunner, Chair of the Tolkien Society berkata bahwa dia tidak pernah "bermimpi bahwa kita akan melihat cerita ini dipublikasikan. Bagi banyak komunitas Tolkien, The Fall of Gondolin adalah kitab suci dari cerita Tolkien sebagai salah satu dari tiga Great Tales dari Tolkien."

Tolkien menulis cerita The Fall of Gondolin tidak lama setelah Perang Dunia I. Namun, pada akhirnya dia mengesampingkan cerita tersebut. Dia baru kembali mengerjakan cerita itu pada 1950-an dengan tujuan untuk menulisnya dalam gaya The Lord of the Rings, seperti yang disebutkan oleh Garth pada The Guardian. Sayangnya, Tolkien tidak pernah menyelesaikan cerita tersebut. 

Dengan dipublikasikannya THe Fall of Gondolin sebagai sebuah novel, cerita itu akhirnya akan memiliki sebuah akhir, yang dibuat berdasarkan tulisan kasar dari berbagai versi dari cerita tersebut. 

The Fall of Gondolin akan diterbitkan pada 30 Agustus 2018. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.