Astronot di ISS Juga Ikut Pemilu AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Nov 2018 11:41 WIB
antariksainternational space station
Astronot di ISS Juga Ikut Pemilu AS
Astronot AS juga tetap bisa ikut serta dalam pemilu. (NASA / Kjell Lindgren)

Jakarta: Ada tempat pemungutan suara di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ini bisa terjadi berkat peraturan di Texas yang mengatur tentang surat suara khusus untuk para astronot Amerika Serikat yang berada di luar angkasa pada hari pemilu. Pada tanggal 6 November, AS memang menggelar pemilu sela.

Menurut NASA, agar bisa ikut serta dalam pemilu dari luar angkasa, para astronot harus meminta kertas suara khusus enam bulan sebelum hari pemilu. Pada hari pemilu, mereka lalu akan memberikan suara mereka secara elektronik melalui sistem yang telah terlindungi.

Proses ini telah digunakan sejak 1997. Ketika itu, seorang astronot AS bisa ikut memberikan suara meski dia ada di stasiun luar angkasa buatan Rusia, Mir, yang merupakan pendahulu dari ISS, menurut laporan Space.com.

Pada pemilu sela kali ini, hanya ada satu astronot AS yang ada di ISS, yaitu Serena Auñón-Chancellor. Sayangnya, dia tidak menjawab permintaan untuk berkomentar terkait apakah dia akan ikut serta dalam pemilu dari luar angkasa.

Sebelum ini, diperkirakan akan ada satu astronot lain yang memberikan suara dari luar angkasa. Ialah Nick Hague, yang dijadwalkan untuk terbang ke ISS pada Oktober dan akan tinggal di sana selama enam bulan. Juru bicara NASA mengatakan bahwa dia telah meminta surat suara khusus enam bulan sebelumnya.

Namun, roket Soyuz yang harusnya membawanya ke ISS gagal terbang pada 11 Oktober lalu. Ini membuat Hague dan satu astronot Rusia lain jatuh ke Bumi. Setelah berhasil mendarat dengan selamat, Hague membatalkan surat suara khusus yang telah dia minta.

Hague lalu ikut serta dalam pemilu pada 27 Oktober. Peraturan Texas memang mengizinkan orang-orang untuk memberikan suaranya lebih cepat, yaitu pada 22 Oktober sampai 2 November.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.