Review Film

Guardians of the Galaxy Vol. 2, Gabungan Superhero dan Drama Komedi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 25 May 2017 08:40 WIB
poptech
Guardians of the Galaxy Vol. 2, Gabungan Superhero dan Drama Komedi
Para anggota Guardians tidak jarang bertengkar antara satu sama lain.

Metrotvnews.com, Jakarta: Film superhero sebenarnya telah ada sejak lama. Live action dari Batman misalnya sudah pernah ditayangkan pada 1966. Saya mulai tertarik dengan adaptasi komik superhero ini sejak film Spider-Man pada 2002. Alasannya sederhana: karena film tersebut tidak hanya bercerita tentang seorang pahlawan yang mengalahkan sang penjahat untuk menyelamatkan dunia, tapi juga memasukkan unsur drama. 

Sejak saat itu, saya mulai memerhatikan film adaptasi komik superhero, baik dari Marvel maupun DC Comics. Spider-Man dan Batman merupakan dua karakter yang memiliki banyak film adaptasi, meski film-film tersebut tidak selalu mendapat sambutan baik dari penonton.

Ketika saya menyadari berbagai film superhero yang menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe saling terhubung dengan satu sama lain, saya menonton filmnya satu per satu untuk memuaskan rasa penasaran. Dan saya pun mulai mengenal karakter di dunia Marvel.

Ketika Guardians of the Galaxy ditayangkan pada 2014, saya sama sekali tidak mengenal karakter di dalamnya. Namun, fakta bahwa film ini ada di bawah bendera Marvel membuat saya penasaran. Film itu cukup berkesan sehingga Guardians of the Galaxy Vol. 2 menjadi salah satu film yang paling saya tunggu tahun ini. 



Setelah menonton berbagai film Marvel, saya sadar meski penuh dengan drama, biasanya film-film tersebut juga memiliki unsur komedi yang kental. Unsur komedi merupakan salah satu komponen utama dalam film Guardians of the Galaxy, baik yang pertama atau yang kedua. Tidak jarang para karakter "merusak" momen serius dengan perkataan atau tingkah laku mereka yang konyol.

Meskipun merupakan sebuah tim, para Guardians lebih sering bertengkar dengan satu sama lain. Tidak jarang, pertengkaran yang terjadi membawa mereka ke dalam masalah, walau pada akhirnya, mereka saling membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut. 

Sama seperti Avengers, bagi saya, salah satu bagian paling menarik dari Guardians of the Galaxy, baik yang pertama atau sekuelnya, adalah interaksi antar karakter. Terutama karena Guardians of the Galaxy Vol. 2 mengangkat tema "team as family", salah satu tema favorit saya.



Interaksi antar Guardians terlihat seperti sebuah keluarga. Keluarga yang jauh dari normal dan menjelajah luar angkasa memang, tapi tetaplah keluarga. Adu mulut antara Peter Quill dan Rocket Raccoon bahkan saat dalam situasi genting mengingatkan saya pada pertengkaran antar saudara. Tidak berhenti sampai di situ, Gamora berusaha untuk menjadi pihak yang menenangkan keduanya.

Seperti yang pernah muncul di trailer, ada pula adegan Drax menertawai Peter saat Mantis secara tidak sengaja membocorkan bahwa dia memiliki rasa pada Gamora di hadapan wanita itu. Adegan ini menunjukkan, meski Guardians adalah tim superhero yang menjelajah luar angkasa, terkadang, mereka menghadapi masalah konyol yang juga pernah kita hadapi.

Inti cerita dari Guardians of the Galaxy Vol. 2 sebenarnya adalah pada hubungan antara Peter Quill dan ayah kandungnya, Ego. Film terbaru Marvel ini juga menampilkan hubungan antara Gamora dan adik tirinya, Nebula, Drax dengan Mantis, serta Rocket dan Groot bersama Yondu.

Masing-masing karakter memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Itu membuat fokus film berpindah dari satu karakter ke karakter lain. Pada awalnya, fokus yang terus berganti ini membuat saya bertanya-tanya: apa hubungan antara satu adegan dengan adegan lainnya? Menjelang akhir film, setelah saya mendapatkan semua kepingan informasi dari banyak sudut pandang karakter yang berbeda, saya bisa mendapatkan gambaran keseluruhan yang coba diceritakan dalam film ini. 



Satu "kelemahan" dari film Guardians of the Galaxy Vol. 2 -- dan film-film Marvel lainnya -- adalah tokoh penjahat yang kurang berkesan. Menurut saya, dua villain yang tampil dalam sekuel Guardians ini -- salah satunya adalah Ayesha yang ada pada gambar di atas -- tidak memiliki motivasi atau cara yang meninggalkan kesan kuat di benak penonton. 

Jika Anda mencari film drama keluarga komedi yang dibalut dalam dunia superhero, Guardians of the Galaxy Vol. 2 adalah film yang cocok untuk Anda tonton. Satu hal yang harus Anda ingat adalah film ini memiliki 5 cutscene pada bagian akhirnya. Jadi, sebaiknya Anda tidak beranjak dari tempat duduk sampai film benar-benar berakhir. 


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

4 days Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /