Ini Alasan Hulk tak Mau Bantu Avengers di Infinity War

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 02 Aug 2018 14:10 WIB
poptechmarvel cinematic universeFilm Avengers Infinity War
Ini Alasan Hulk tak Mau Bantu Avengers di Infinity War
Hulk tidak mau melawan Thanos di Infinity War.

Jakarta: Setelah kalah melawan Thanos pada adegan pembuka Avengers: Infinity War, Hulk menolak untuk membantu Avengers melawan sang Mad Titan sepanjang film.

Hal ini membuat fans menduga bahwa alasan Hulk enggan melawan Thanos adalah karena dia takut kalah. Penulis skenario dan sutradara di balik Infinity War mengungkap bahwa teori itu salah. Hulk tidak takut, dia marah.

Penulis skenario Infinity War, Chritopher Markus berkata bahwa film terbaru Avengers itu adalah "awal dari masalah Bruce" dan merupakan kelanjutan dari pengembangan karakter Bruce Banner, alter ego Hulk, lapor GameSpot.

Untuk pertama kalinya sejak dia menjadi Hulk, Bruce dipaksa untuk menghadapi ancaman sendiri. Bahkan ketika dia menghadapi Cull Obsidian, Hulk menolak untuk membantu. Dia harus menggunakan akalnya untuk mengalahkan salah satu Children of Thanos tersebut.

Hulk tidak mau membantu Bruce di Infinity War karena dia muak Bruce selalu menggantungkan diri padanya setiap kali dia menghadapi masalah. Hulk tidak mau mengatasi masalah Bruce terus menerus sepanjang hidupnya.

"Apa yang membuat Bruce Banner karakter yang unik adalah karena dia memiliki satu tubuh yang diperebutkan oleh dua kepribadian yang saling membenci satu sama lain. Keduanya ingin mendapatkan kendali atas tubuh itu," kata sutradara Joe Russo. "Jadi hubungan keduanya menjadi kacau dan itulah yang terjadi di film."

Dalam film Thor: Ragnarok, Hulk digambarkan sebagai seorang tokoh yang mandiri, menunjukkan bahwa Bruce dan Hulk adalah dua orang yang berbeda dengan kebutuhan dan keinginan yang berbeda juga.

Masih belum diketahui apakah Bruce akan belajar untuk menerima Hulk sebagai rekannya di Avengers 4. Satu hal yang pasti, Bruce harus mulai berdialog dengan Hulk jika mereka ingin membangun hubungan yang lebih sehat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.