Intrusive Ads Merugikan Berbagai Pihak dan Melanggar UU

Aqmal Maulana    •    Rabu, 24 Sep 2014 16:52 WIB
intrusive advertising
Intrusive Ads Merugikan Berbagai Pihak dan Melanggar UU

Metrotvnews.com: Ada berbagai sudut pandang mengapa intrusive advertising harus dihentikan. Tidak hanya merugikan pemilik website, ia juga merugikan konsumen dan berbagai industri. Pasalnya, penayangan iklan tersebut dilakukan tanpa izin dan kerjasama dengan pemilik situs.

Sebagai pihak yang menayangkan dan bertanggung jawab atas semua iklan yang tayang di websitenya, pemilik situs akan banyak menerima keluhan dari pengunjung. Isi iklan juga dapat menimbulkan iklim persaingan yang tidak baik.

Pasalnya, iklan yang ditayangkan pada sebuah website terkadang berisi konten iklan dari kompetitornya langsung. Contohnya saja, pada website Indosat terdapat iklan Telkomsel.

Untuk konsumen sebagai pengunjung website, iklan tersebut cukup mengganggu kenyamanan pada saat mengakses suatu website untuk mendapatkan informasi. Selama ini, belum ada komunikasi dan prosedur transparan yang dapat memberikan opsi bagi pengunjung untuk menolak atau menerima penayangan iklan tersebut.

Tidak hanya itu, beberapa konten iklan yang muncul pun tidak pantas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Bagi industri secara general, praktik ini mengganggu kemajuan industri periklanan dan digital pada umumnya. Para pemain baru di dunia bisnis yang mempunyai ide-ide kreatif akan disulitkan karena potensi sumber pendapatan mereka melalui iklan dibajak oleh pihak yang tidak berhak dan tidak berwenang.

Dalam jangka panjang, hal ini akan menyebabkan turunnya motivasi para pemain baru untuk masuk ke industri.

Intrusive advertising juga melanggar beberapa landasan hukum, di antaranya adalah UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE - Pasal 32 Ayat 1, UU Nomor 8 Tahun 1999, dan Etika Pariwara Indonesia Bagian 4.5.1..

UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE - Pasal 32 Ayat 1 yang berbunyi: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah,menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik."

UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen – Pasal 20 yang berbunyi "Pelaku usaha periklanan bertanggung jawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oleh iklan tersebut."

Etika Pariwara Indonesia Bagian 4.5.1. Iklan pada media internet: "Tidak boleh ditampilkan sedemikian rupa sehingga mengganggu kebisaan atau keleluasaan khalayak untuk merambah (to browse) dan berinteraksi dengan situs terkait, kecuali telah diberi peringatan sebelumnya."


(ABE)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /