Review Earphone

Sennheiser Momentum In-Ear, Mampu Manjakan Telinga

Insaf Albert Tarigan    •    Selasa, 01 Sep 2015 11:30 WIB
review peripheral
Sennheiser Momentum In-Ear, Mampu Manjakan Telinga
Sennheiser Momentu In-Ear menawarkan kualitas suara yang jauh lebih berkualitas dibanding earphone standar kebanyakan ponsel.

Metrotvnews.com, Jakarta: Walau tak semua orang nyaman menggunakannya, earphone sebenarnya mampu menghasilkan suara yang keren. Kebanyakan dari Anda mungkin tak menyadarinya jika terbiasa mendengarkan musik melalui earphone murah atau standar bawaan pabrik ponsel pintar Anda. Kualitas suara earphone berkualitas tak kalah bagus dari headphone yang memiliki bodi lebih besar. 

Sennheiser Momentum In-Ear adalah salah satu earphone semacam itu. Perangkat mungil seharga Rp1,5 juta ini benar-benar candu yang membuat saya ingin membuang semua earphone murah saya.


Desain

Secara pribadi, saya tak terlalu suka menggunakan earphone karena kerap merasa kurang nyaman jika menggunakannya dalam waktu lama. Namun, desain Momentum In-Ear, selain enak dilihat dengan kombinasi warna merah dan hitam, ternyata juga sangat nyaman di telinga.



Jika Anda memperhatikan secara detail di bagian penyalur suara, Anda akan melihat bahan stainless steel yang menurut Sennheiser, membuat suara terdengar lebih presisi. Pada kabel sebelah kanan, Sennheiser menambahkan tombol volume dan Stop. Tombol tersebut cukup berguna ketika kita hendak menaikkan atau menurunkan volume tanpa harus menyentuh ponsel. Kabelnya yang berbentuk pipih juga membuatnya tak gampang kusut.



Oh ya, pada kotak kemasan Momentum In-Ear, Sennheiser secara khusus menyebutkan earphone ini dirancang untuk Samsung Galaxy, LG, HTC, Sony atau smartphone dan tablet lain. Saya sendiri mengujinya di Sony, Lenovo dan Andromax. Dalam paket penjualan, Sennheiser menyediakan dua pasang bantalan telinga.
 

Performa

Suara yang dihasilkan Momentum In-Ear sangat memuaskan, setara dengan headphone Momentum yang pernah kami coba. Namun, perlu dicatat, kualitas suaranya akan terasa menurun saat Anda menggunakannya di laptop karena Momentum In-Ear memang dirancang untuk ponsel atau tablet.

Saya mencoba Momentum In-Ear untuk mendengarkan musik Pop, Rock, Dangdut sampai Campur Sari. Suara bass, treble dan detail instrumen musik terdengar sangat jernih.
 

Kesimpulan

Mendengarkan musik bukan persoalan hiburan semata. Ia juga bisa menenangkan jiwa yang resah. Sennheiser Momentum In-Ear adalah salah satu pilihan terbaik jika Anda hendak mendengarkan musik yang sebenarnya dan "naik kelas" dari earphone standar bawaan pabrik, tanpa harus mengeluarkan biaya puluhan juta. Sesudah mendengar suara earphone ini, Anda akan enggan balik lagi ke earphone standar dan itu wajar saja.


(ABE)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.