Google: Kami Memang Cari Startup dari Industri Beragam

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 03 Mar 2016 18:16 WIB
google
Google: Kami Memang Cari Startup dari Industri Beragam
Perwakilan Google dan perwakilan delapan startup pemenang Launchpad Accelerator gelombang pertama.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam program Launchpad Accelerator gelombang pertama, Google memilih 8 startup dari Indonesia. 

Delapan startup yang mendapat kesempatan untuk mengunjungi markas Google di Mountain View adalah HarukaEdu, Kerjabilitas, Setipe, Jojonomic, Kurio, Seekmi, eFishery dan Kakatu. Masing-masing startup bergerak di bidang yang berbeda-beda.

Developer Relations Program Manager, Southeast Asia, Google, Erica Hanson mengatakan, saat mencari startup untuk program Launchpad Accelerator, Google memang sengaja mencari startup yang berasal dari industri yang beragam. 

"Kami lebih mencari startup yang dapat memecahkan masalah dengan cara yang unik," kata Hanson. "Kami lebih mementingkan produk dari sebuah startup daripada industri startup tersebut."

Dia menjelaskan, fokus Google adalah untuk menemukan startup yang telah memiliki user dan para pengguna menemukan produk buatan startup tersebut berguna dan relevan.

Program Launchpad Accelerator gelombang pertama secara resmi dimulai pada bulan Januari lalu dan akan berakhir di bulan Juni. Pada bulan yang sama, Google akan memulai gelombang kedua dari program Launchpad Accelerator.

Delapan startup yang ikut dalam program Launchpad Accelerator pertama datang dari industri yang beragam. HarukaEdu adalah startup yang menyediakan pembelajaran online, sementara Kerjabilitas berusaha untuk membantu penyandang disabilitas untuk mendapatkan kerja.

Setipe merupakan "mak comblang" online, Jojonomic ingin membantu masyarakat untuk memudahkan perusahaan dan karyawan untuk melakukan reimbursement, dan Kurio adalah aplikasi pengumpul berita. Seekmi adalah tempat pemasaran jasa, eFishery merupakan alat pemberi pakan ikan otomatis, dan Kakatu membantu orangtua untuk membatasi penggunaan smartphone dan tablet anak.

Pada kedelapan startup ini, Google memberikan dana sebesar USD50 ribu. Setengah dari dana tersebut akan Google berikan di bulan Maret dan setengahnya lagi akan diberikan di bulan Juni. Selain dana, Google juga memberikan pelatihan pada mereka selama 2 minggu di markas besar Google di Mountain View.

Setelah dua minggu tersebut selesai, Hanson menjelaskan, Google tetap menjalin komunikasi dengan 8 startup yang terpilih untuk melihat perkembangan mereka.

Dalam acara Launchpad Accelerator yang diadakan di Panin Building pada hari ini, Kamis (3/3/2016), masing-masing startup mengaku bahwa mereka tidak hanya mendapatkan dana dan pengetahuan dari Google. Misanya Jojonomic yang mengaku menjadi lebih percaya diri setelah mendapatkan pelatihan dari Google.

Sementara Kurio menyebutkan bahwa mereka dapat belajar kode etik para pekerja Google yang tidak pernah berhenti belajar meski telah mengenyam pendidikan tinggi. 


(MMI)

Video /