Kecerdasan Buatan Google, AlphaGo Kalahkan Pemain Go Profesional

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 10 Mar 2016 19:22 WIB
teknologi
Kecerdasan Buatan Google, AlphaGo Kalahkan Pemain Go Profesional
AlphaGo berhasil mengalahkan pemain Go profesional.

Metrotvnews.com: AlphaGo, sebuah kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) yang dibuat menggunakan unit DeepMind milik Google, berhasil mengalahkan pemain Go legendaris Lee Se-dol dalam pertandingan pertama dari 5 pertandingan yang diadakan di Seoul, Korea Selatan.

Menurut The Verge, Lee mengaku kalah setelah bertanding selama 3,5 jam. Dia masih memiliki sisa waktu sebanyak 28 menit dan 28 detik. Pertandingan ini merupakan kali pertama seorang pemain Go profesional 9-dan bertanding dengan sebuah komputer. Lee bertanding untuk mendapatkan hadiah sebesar USD1 juta.

"Saya sangat terkejut," kata Lee setelah pertandingan usai. "Saya tidak menyangka akan kalah. Tapi, saya juga tidak menyangka AlphaGo akan dapat memainkan game dengan begitu sempurna."

Founder DeepMind Demis Hassabis menyebutkan bahwa dia sangat menghormati Lee Se-dol dan kemampuannya bermain. Dia menyebutkan, game antara Lee dan Alpha Go "sangat menarik" dan "sangat menegangkan".

Sementara Team Lead David Silver menyebutkan bahwa pertandingan dengan Lee adalah pertandingan yang mendorong AlphaGo untuk memberikan kemampuan terbaiknya.

AlphaGo versus Lee Se-dol

Go adalah sebuah game dari Tiongkok kuno yang telah lama dianggap sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi AI. Sekarang ini, AI dapat mengalahkan manusia dalam game seperti catur dan checker, tapi, tingginya tingkat intuisi yang diperlukan untuk bermain Go membuatnya sebagai game yang sulit untuk dimenangkan AI.

Saat ini, AlphaGo adalah program yang paling canggih. Ia memiliki sistem jaringan syaraf yang kompleks dan metode pembelajaran mesin. Tahun lalu, ia berhasil mengalahkan juara Go Eropa Fan Hui. Lee dan AlphaGo akan kembali bertanding sebanyak 4 kali.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.