Incar Uber Asia Tenggara, Didi Chuxing Tanam Uang di Grab

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 04 Aug 2016 08:08 WIB
grab
Incar Uber Asia Tenggara, Didi Chuxing Tanam Uang di Grab
Grab akan mendapatkan investasi dari SoftBank dan Didi Chuxing. (Tech Crunch)

Metrotvnews.com: Perusaaan transportasi berbasis aplikasi dari Tiongkok, Didi Chuxing dan SoftBank Group Crop. akan menanamkan investasi di layanan transportasi berbasis aplikasi di Asia Tenggara, Grab, yang akan menyulitkan Uber untuk bersaing.

Investasi ini, yang mungkin akan ditutup di minggu depan, dapat memiliki nilai lebih dari USD600 juta (Rp7,9 triliun) dan membuat total dana yang dimiliki oleh Grab menjadi lebih dari USD1 miliar (Rp13 triliun), kata orang-orang yang tahu tentang perjanjian ini.

Didi sedang melakukan diskusi untuk melakukan investasi tidak lebih dari USD100 juta (Rp1,3 triliun) dalam bentuk obligasi konversi, kata salah satu narasumber yang menolak untuk disebutkan namanya karena perjanjian ini bersifat rahasia. 

Bloomberg melaporkan, Grab juga sedang mencari pendanaan sebesar USD400 juta (Rp5,3 triliun) secara terpisah dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Keputusan Didi untuk melakukan investasi ini menunjukkan bahwa Didi dan Uber masih belum sepenuhnya akur di persaingan dunia meski Didi dan Uber Tiongkok telah merger dan Didi memegang saham perusahaan Uber di AS.

Keputusan Didi untuk menanamkan investasi di Grab menunjukkan bahwa mereka akan terus bersaing dengan Uber di kawasan Asia Tenggara dan mungkin di kawasan lain.

"Kemungkinan, Didi masih memiliki dana cadangan dari persaingan di Tiongkok yang mereka pikir akan menjadi perang yang lebih panjang dari yang terjadi," kata Adrian Li, Managing Partner, Convergence Ventures, perusahaan bermarkas di Jakarta yang tidak memiliki saham di perusahaan-perusahaan transportasi berbasis aplikasi.

"Sekarang, mereka dapat menggunakan danda cadangan itu di pasar baru berkembang seperti Asia Tenggara dan mendukung pemain yang mereka percaya bisa memenangkan persaingan."

Grab dan Didi memnolak untuk berkomentar dan SoftBank tidak merespon permintaan untuk berkomentar.

Saat muncul kabar bahwa Didi akan membeli Uber Tiongkok, CEO Grab Anthony Tan menduga, Uber akan fokus pada pasar Asia Tenggara. Namun, dia percaya, Grab akan dapat mengikuti jejak Didi dan mengalahkan Uber di Asia Tenggara. Perusahaan Uber di AS berencana untuk mengalokasikan 150 teknisi yangn ada di Tiongkok ke pasar lain yang juga penting. 

Grab kini beroperasi di 30 kota di 6 negara. Di bulan Desember 2014, ia dihargai USD1,5 miliar menurut CB Insights. Saat ini, masih belum jelas apakah investasi dari SoftBank dan Didi akan menaikkan nilai Grab sebagai perusahaan.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.