Review Peripheral

D-Link DWA-192, WiFi USB Adapter Seperti Bola Pokemon

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 09 Feb 2017 18:27 WIB
review peripheral
D-Link DWA-192, WiFi USB Adapter Seperti Bola Pokemon
D-Link DWA-192 AC1900 Wi-Fi USB adapter

Metrotvnews.com, Jakarta: Beberapa waktu yang lalu kami mendapatkan sebuah kiriman benda dengan bentuk yang unik. Benda tersebut berbentuk bola, berukuran kurang lebih sekepal tangan orang dewasa, dan mirip seperti bola Pokemon. Namun benda ini bukan sebuah mainan atau hiasan. Benda ini merupakan D-Link DWA-192 AC1900 Wi-Fi USB adapter.

Sebagai sebuah adapter WiFi USB, D-Link DWA-192 memang memiliki bentuk yang unik. Bodinya yang berbentuk bola ini terhubung melalui sebuah kabel ke PC atau laptop melalui port USB 3.0. Nilai plus dari desainnya adalah dapat menjadi pajangan yang menarik sekaligus memiliki fungsi bagi PC Anda.



Namun di sisi lain, desain yang unik ini juga memiliki kekurangan. Kabel USB 3.0 yang disediakan di paket penjualannya tidak terlalu panjang, sehingga Anda tidak bisa memasang perangkat ini jauh dari port USB di PC Anda. Yang menjadi masalah adalah ketika PC diletakkan di posisi yang kurang tepat bagi sinyal WiFi untuk masuk, seperti di bawah meja. 

Posisi tersebut mengharuskan Anda memposisikan D-Link DWA-192 lebih jauh dari PC Anda agar mendapatkan sinyal optimal. Namun karena panjang kabel yang terbatas, Anda tidak bisa leluasa menempatkannya di berbagai tempat. Simpelnya, Anda membutuhkan kabel yang lebih panjang.

Di luar itu, D-Link DWA-192 tergolong sebagai USB WiFi yang memiliki performa baik. Perangkat ini pada dasarnya memang diciptakan agar PC atau laptop Anda bisa terkoneksi dengan jaringan WiFi modern yaitu 802.11ac. Dengan demikian, Anda bisa menikmati WiFi dengan kecepatan yang lebih tinggi.



Pengoperasiannya juga cukup mudah. Jika Anda tidak memiliki optical drive untuk memasang driver yang disediakan bersama peket penjualannya, Anda masih bisa mengunduh driver-nya dari situs resmi D-Link. Untuk menghubungkan perangkat ini dengan router, Anda juga bisa menggunakan fasilitas fitur WPS.

Tentu saja perangkat ini baru akan bisa berjalan secara optimal jika Anda juga memiliki router WiFi yang menggunakan teknologi jaringan 802.11ac. Selain itu, Anda juga tetap harus membutuhkan router WiFi yang memiliki fitur konektivitas dual band jika ingin mengakses jaringan 5GHz menggunakan WiFi adapter ini.

Satu lagi yang harus Anda perhitungkan adalah harganya yang cukup tinggi. D-Link DWA-192 dibanderol dengan kisaran harga Rp1,6 juta. Sebagian orang mungkin akan lebih suka menggunakan kabel LAN yang merupakan opsi lebih murah meski lebih tidak praktis.
 

D-Link DWA-192 AC1900 Wi-Fi USB adapter

  • Performa bagus
  • Mendukung fitur dual-band
  • Mendukung jaringan WiFi AC
  • Terlalu besar untuk dibawa bepergian
  • Kabel yang disediakan terlalu pendek



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.