Review Notebook

ASUS T100HA, Notebook 2 in 1 Trendi dan Ringkas

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 12 May 2016 15:01 WIB
review laptop
ASUS T100HA, Notebook 2 in 1 Trendi dan Ringkas
ASUS T100HA

Metrotvnews.com, Jakarta: Adopsi tablet dan smartphone membuat produsen notebook harus memastikan bahwa konsumen mereka tidak berhenti membeli notebook. Oleh karena itu, harus ada sebuah produk yang bisa menjalankan peran ganda. Selain sebagai notebook, ia juga harus berfungsi layaknya tablet. Notebook yang bisa menjadi tablet ini biasanya disebut dengan 2 in 1.

Salah satu ciri khasnya adalah bagian layar yang bisa dilepas dari keyboard. ASUS menghadirkan cukup banyak jajaran notebook 2 in 1 yang mereka sebut dengan Transformer. Kali ini, giliran ASUS T100HA yang datang ke meja pengujian kami. Jika Anda sedang mencari notebook 2 in 1, ASUS T100HA mungkin bisa jadi pertimbangan. 

 

Desain

Pilihan warna menarik menurut saya adalah salah satu kelebihan yang ditawarkan ASUS T100HA. Unit pengujian yang datang ke Metrotvnews.com menggunakan warna pink, yang sangat cerah dan cocok untuk wanita. Penyematan warna yang menyeluruh, hingga ke bagian bawah notebook memang menjadi daya tarik tersendiri. Sesuai kategorinya, notebook ini memungkinkan pemisahan layar dan keyboard untuk pengoperasian yang lebih praktis.

Konsep 2 in 1 membuat beragam antarmuka yang biasanya terletak di samping keyboard, menjadi terpasang di samping layar. Oleh karena itu, di sekeliling layarnya Anda bisa melihat semuat port dan tombol. Tombol power dan volume diletakkan di sisi kiri, bersebelahan dengan port USB Type-C, sementara port micro SD, micro HDMI, micro USB, dan jack audio 3,5 mm ada sisi yang berlawanan. Ya, notebook ini sudah mengadopsi port USB Type-C.



Penggunaan beragam port micro secara langsung membantu menekan dimensi keseluruhan ASUS T100HA. Di sisi lain, Anda harus menggunakan converter jika ingin menampilkan visual ke proyektor lewat port micro HDMI yang ada.

Port micro USB berfungsi untuk keperluan transfer data dari flash drive dan mengisi baterai notebook. Untuk bagian keyboard, ASUS T100HA hanya menyematkan satu port USB 2.0, yang biasanya untuk mengoperasikan mouse.



Seperti yang sudah dijelaskan, ASUS T100HA mengusung konsep 2 in 1. Anda bisa melepas layar dan menggunakannya sebagai tablet. Tidak memerlukan pengunci khusus, layarnya ini hanya menggunakan pengunci magnet, sehingga bisa dilepas dengan mudah. Pengunci magnet ini kuat menahan beban layar yang lebih berat dari keyboard.

Kelemahan notebook 2 in 1 sudut layar yang lebih sempit. Alasannya, sederhana, yaitu penyangga layar dan engselnya harus mempunyai ukuran yang lebih besar untuk menopang layar, sehingga berimbas pada sudut engsel yang  lebih sedikit. Artinya, Anda tidak bisa menggunakan notebook ini dengan bergam posisi.

 

Performa

ASUS T100HA menggunakan layar 10.1 inci dengan resolusi WXGA (1280 x 800). Di balik layar ini terdapat prosesor mobile yang cukup mumpuni, Intel Atom x5-Z8500 @1.44Ghz. Prosesor quad-core ini menggunakan arsitektur Cherry Trail dengan fabrikasi 14nm, sekaligus penerus dari Intel Bay Trail.

ASUS menyediakan dua pilihan ASUS T100HA berdasarkan kapasitas RAM dan memori internal, yaitu dengan RAM 2GB/4GB dan memori internal 32GB/64GB/128GB.







Versi RAM 4GB sudah pasti cukup untuk menjalankan Windows 10 yang terpasang. Spesifikasi di atas sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan standar seperti mengetik lewat Office Mobile, browsing, sampai menonton film pada resolusi HD. Saya sendiri tidak menyarankan menggunakan ASUS T100HA untuk bermain game karena ruang penyimpanan yang terbatas.

Terkait daya tahan baterai, ASUS T100HA bisa beroperasi selama 4 jam penuh dalam penggunaan yang konstan. Waktu pakainya memang cukup singkat, tetapi untuk Anda yang bekerja dengan mobilitas tinggi, waktu pakai tersebut cukup lama. Sering mematikan layar ketika tidak dipakai tentunya akan membuat baterai lebih awet. Pengisian baterai juga lebih mudah karena menggunakan port micro USB, sama persis dengan port yang dipakai untuk mengisi baterai smartphone.
 

Fitur

Dari sisi software, ASUS mengkalim penggunaan panel IPS pada layar ASUS T100HA. Oleh karena itu, tampilan visual terasa cukup nyaman. Panel IPS yang ditanam menyediakan sudut pangan hingga 178 derajat. Masih berhubungan dengan layar touchscreen, tingkat respons yang dimiliki notebook ini juga cukup baik. Untuk software, sama seperti varian lain, ASUS T100HA menyediakan fasilitas cloud ASUS Web Storage.



Saat menjadi tablet, ASUS T100HA langsung menyesuaikan tampilannya begitu terpisah dari keyboard. Waktu penyesuaian tampilan juga cukup singkat. Perlu diingat juga bahwa mengetik pada mode tablet akan menghabiskan ruang layar cukup banyak oleh keyboard virtual.

 

Kesimpulan

Ringkas, trendi, dan multifungsi adalah 3 kelebihan yang dimiliki ASUS T100HA. Urusan performa, notebook 2 in 1 ini tidak menawarkan sesuatu yang spesial, mengingat target pasarnya juga bukan gaming atau pekerja yang memerlukan spesifikasi super kencang. Desain ringkas berpadu dengan pilihan wanra yang menarik akan menarik perhatian konseumen wanita.

Harganya bergantung pada pilihan RAM dan memori internal yang ditawarkan. Versi termahal dengan RAM 4GB dan memori internal 128GB dipatok sekitar Rp6 juta. Harganya mungkin terlihat mahal, tetapi kembali lagi dengan jenis laptopnya, ASUS T100HA adalah notebook 2 in 1 yang juga menyediakan fitur layaknya tablet Windows.

 
  ASUS T100HA
Layar 10,1 inci (1280 x 800 pixel)
Prosesor Intel Atom x5-Z8500 @1.44Ghz quad-core
GPU Intel HD Graphics
RAM 4GB/8GB
Penyimpanan 32GB/64GB/128GB eMMC
Dimensi 265 mm x 175 mm x 8.45 mm
Bobot 1,04Kg
Baterai 30Whrs
Harga Rp6.099.000/Rp4.599.000
 

ASUS T100HA

 

7,8

  • Desain trendi dan ringkas
  • Fitur multifungsi
  • Sudah menggunakan USB Type-C
  • Harga relatif mahal
  • Daya baterai kurang lama



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.