Review Smartphone

Uji ASUS ZenFone 4 Max Pro, Ponsel Baterai Besar Terbaik?

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 08 Sep 2017 07:14 WIB
asusreview gadget
Uji ASUS ZenFone 4 Max Pro, Ponsel Baterai Besar Terbaik?
ASUS ZenFone 4 Max Pro (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: ASUS resmi menghadirkan salah satu varian ponsel barunya, yaitu ZenFone 4 Max Pro untuk Indonesia. Sesuai dengan namanya, ponsel tersebut mengandalkan daya tahan baterai. Namun, siapapun yang merancang ponsel ini tampaknya tidak ingin ZenFone 4 Max Pro hanya tampil sebagai ponsel dengan baterai besar. Apa saja yang membuatnya berbeda?
 
Saya sudah mendapatkan unit uji ZenFone 4 Max Pro sesaat setelah perilisannya di Taipei bulan lalu. Sekilas, ponsel ini tidak memiliki keistimewaan kecuali kehadiran dua kamera utama yang menjadikannya sebagai ponsel berbaterai besar pertama di dunia yang memiliki dua kamera.

 
Jika Anda memantau terus Metrotvnews.com mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan ZenFone 4, Anda pasti tahu bagaimana impresi saya yang kurang puas saat memegang ZenFone 4 Max Pro bulan lalu. Di luar dugaan, kini saya berani mengatakan ponsel ini bisa diandalkan.
 
Desain Sedikit di Atas Standar
 
Seperti yang telah saya jabarkan di artikel hands-on bulan lalu, bodi ZenFone 4 Max Pro memang terasa sangat biasa. Dari depan maupun belakang, ponsel ini seperti tidak memiliki "ciri khas" yang membuatnya tampil berbeda. Hanya penampakan dua kamera utama yang membuatnya sedikit berbeda dari ponsel lain yang ada di pasar.
 
Untungnya, bodinya dibuat dengan bahan metal sehingga terasa kokoh. Selain itu, ASUS juga memberikan sebuah "jelly case" untuk melindungi bodi ponsel ini di paket penjualannya. Bagi saya, keberadaan jelly case tersebut sangat berguna karena bisa melindungi bodi ponsel dan membuatnya lebih mudah digenggam.

 
Sebagai ponsel dengan baterai jumbo, ZenFone 4 Max Pro tergolong memiliki bodi yang tipis. Ketebalannya hanya 8,9mm, atau masih kurang dari 1cm. Karena sisi bodinya memiliki bentuk yang melengkung, ponsel ini cukum nyaman digenggam. Namun, saya pribadi lebih suka menggenggam ponsel ini dengan menggunakan jelly case bawaan.
 
Ponsel ini memang masih belum menggunakan USB Type-C, dan bagi saya hal tersebut bukan masalah besar. ASUS juga masih menghadirkan jack audio 3.5mm di ZenFone 4 Max Pro yang merupakan kabar baik bagi pecinta audio. Sayangnya, ia tidak memiliki fitur konektivitas NFC.

 
ZenUI 4.0 Lebih Baik?
 
ASUS membekali ZenFone 4 Max Pro dengan ZenUI 4.0 yang merupakan versi terbaru. Apa yang baru dari sistim antarmuka khusus ini? Pertama yang saya lihat adalah jumlah aplikasi "bloatware" yang biasa tertanam di dalam perangkat ASUS kini mulai menghilang. Beberapa aplikasi tersebut memang masih ada, tetapi jumlahnya sudah berkurang drastis jika dibandingkan dengan sebelumnya.
 
ZenUI 4.0 juga terlihat lebih "user-friendly" dibandingkan dengan versi sebelumnya. Kini saya merasa ZenUI 4.0 lebih banyak meniru sistim interaksi Android murni ketimbang versi sebelumnya, yang terasa berbeda jauh dari sistim Android murni. 

 
Setidaknya, ada dua hal yang saya suka di ZenUI 4.0 kali ini. Pertama adalah adanya aplikasi AudioWizard. Aplikasi tersebut memungkinkan saya mengubah pengaturan audio secara leluasa. ASUS bahkan menyediakan fitur yang memungkinkan saya mengatur equalizer secara independen. Untuk Anda yang kurang mengerti cara mengatur equalizer, ASUS sudah menyediakan enam preset audio berbeda yang bisa digunakan langsung.
 
Fitur kedua yang paling saya suka dari ZenUI 4.0 adalah Auto-start Manager. Fitur tersebut sangat mirip dengan System Configuration di sistem operasi Microsoft Windows yang memungkinkan Anda mengatur aplikasi mana saja yang harus dijalankan saat ponsel dinyalakan.

 
Auto-start Manager juga memungkinkan Anda memilih aplikasi mana yang bisa terus berjalan. Ya, ZenUI 4.0 memang akan menutup aplikasi jika tidak digunakan dalam tenggang waktu tertentu. Tujuannya adalah agar baterai ponsel bisa bertahan lebih lama dan memori tidak mudah habis.
 
Sistim tersebut memang tergolong cukup ampuh dan membuat ZenFone 4 Max Pro yang saya gunakan selalu berjalan lancar tanpa lag karena tidak ada aplikasi yang menumpuk meski tidak digunakan. Namun di sisi lain, fitur ini bagi saya kurang mendapat "sorotan". Jika pihak ASUS tidak memberitahu saya, mungkin saya bakal kesal karena aplikasi favorit yang harus selalu berjalan tiba-tiba dimatikan oleh sistim ini.
 
Dua Kamera Andalan
 
Salah satu fitur yang dibanggakan oleh ASUS pada ZenFone 4 Max Pro adalah kameranya. Berbeda dengan ponsel kategori baterai besar seperti halnya Lenovo P2 Turbo yang merupakan pesaing langsungnya, ponsel ini dilengkapi dengan dua kamera yang lebih baik. ASUS tampak ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dari hanya sekadar menghadirkan baterai besar kalin ini. Namun apakah kameranya memang memuaskan?
 
Setelah dilakukan pengujian menggunakan lightbox, saya bisa menyimpulkan kamera ponsel ini lebih baik dari Vibe P2 Turbo. Kamera utama pada ZenFone 4 Max Pro memang masih mampu menangkap detail dengan sangat baik seperti pesaingnya. Namun kamera pada ponsel ini lebih baik dalam menangkap cahaya. Foto pada ZenFone 4 Max Pro terlihat lebih terang dan bisa menangkap detail pada wilayah bayangan lebih baik.

Foto perbandingan hasil kamera ZenFone 4 Max Pro dengan Lenovo Vibe P2 Turbo
*Foto tidak dimanipulasi dan tidak di-crop
 
Sementara untuk warna, ZenFone 4 Max Pro masih kalah kontras dengan Vibe P2 Turbo. Meski demikian, hal tersebut masih bisa dikompensasi dengan menggunakan aplikasi seperti Adobe Lightroom versi mobile.
 
Secara pribadi saya lebih suka dengan focal length yang ditawarkan Vibe P2 Turbo yang sudut pandangnya lebih sempit sehingga lebih nyaman untuk mengambil foto potrait. Sayangnya, Lenovo tidak menawarkan opsi wide angle dan ASUS menghadirkannya di ZenFone 4 Max Pro.
 
Namun, kamera wide angle di ZenFone 4 Max Pro tidak sebaik kamera portrait yang memiliki lebar sudut pandang 80 derajat. Kamera wide angle yang memiliki sudut pandang 120 derajat pada ponsel ini hanya memiliki resolusi 5MP, kurang dari setengah kamera potrait yang memiliki resolusi 16MP.

 
Hal tersebut seharusnya tidak menjadi masalah, tetapi pada saat mencoba kamera wide angle-nya, saya menemukan kamera tersebut tidak bisa menghadirkan detail foto dengan baik. Sekilas foto memang tampak bagus, tetapi jika diperbesar (zoom in) foto akan terlihat pecah dan sangat berbeda dengan hasil kamera potrait.
 
Sementara untuk kamera depan, saya tidak bisa berkomentar banyak. Bagi saya kamera depannya cukup mumpuni jika Anda gemar ber-selfie. ASUS juga masih menyediakan fitur beautification agar wajah Anda terlihat lebih menarik ketika mengambil foto selfie.
 
Performa?
 
Terakhir, saya akan mengulas performa ZenFone 4 Max Pro. Jika dibandingkan dengan Vibe P2 Turbo, ZenFone 4 Max Pro masih kalah dalam pengujian sintesis. Hal tersebut tergolong wajar mengingat di atas kertas ZenFone 4 Max Pro memiliki spesifikasi yang lebih rendah.
 
Ponsel ini dibekali oleh SoC Qualcomm Snapdragon 430 dan RAM 3GB. Kombinasi keduanya hanya mampu menghasilkan skor seperti yang ditunjukkan oleh diagram di bawah ini:

 
Berdasarkan diagram tersebut, ZenFone 4 Max Pro memang terbukti memiliki performa lebih rendah dari Vibe P2 Turbo dan selisihnya cukup tinggi. Namun berdasarkan skornya, ponsel ini seharusnya masih bisa menjalankan game standar dengan lancar. Jadi jika Anda merupakan penggemar game MOBA yang sedang populer seperti Arena of Valor atau Mobile Legends, ponsel ini masih bisa diandalkan.

 
Menariknya, baterai ZenFone 4 Max Pro masih bisa dikatakan memiliki ketahanan yang serupa dengan Vibe P2 Turbo. Diuji menggunakan PCMark Battery Life, ponsel ini bisa bertahan hingga 15 lebih. Tidak heran jika ia bisa bertahan lebih dari sehari penggunaan di tangan saya yang berkegiatan cukup banyak.
 
Kesimpulan
 
ASUS ZenFone 4 Max Pro memang cukup menarik dan berhasil memberikan nilai lebih dari sebuah ponsel baterai besar. Meski desainnya tergolong standar, ia memiliki kamera ganda yang salah satunya mampu menghasilkan foto dengan baik dan hal tersebut yang tidak dimiliki oleh pesaing langsunya, yaitu Lenovo Vibe P2 Turbo.
 
Soal performa baterai, ponsel ini masih setara dengan pesaingnya. Sayangnya, ia memiliki spesifikasi komponen lebih rendah sehingga performanya tidak terlalu kencang. ASUS mengakalinya dengan menghadirkan Auto-start Manager sehingga memungkinkan pengguna ZenFone 4 Max Pro bisa mengatur sendiri program yang diprioritaskan sementara sisanya bisa dimatikan secara otomatis oleh sistim dan tidak memberatkan ponsel.
 
Lalu lebih baik mana, ZenFone 4 Max Pro atau pesaingnya?
 
Jika dilihat dari faktor performa dan harga yang ditawarkan, ponsel ini secara mengejutkan lebih baik dari pesaingnya. Hal tersebut dikarenakan ZenFone 4 Max Pro dibanderol dengan harga yang jauh lebih murah yaitu Rp2.999.000, sementara Vibe P2 turbo dihargai Rp4.499.000. Selisihnya yang cukup jauh membuat indeks perbandingan performa dan harga ponsel ini lebih baik dari pesaingnya tersebut.



Secara performa dan spesifikasi ASUS ZenFone 4 Max Pro mungkin akan lebih cocok jika disejajarkan dengan Lenovo K6 Power. Karena fokus utamanya adalah daya tahan baterai, maka akan lebih menarik jika ia dibandingkan langsung dengan ponsel yang juga memiliki baterai di atas 5.000 mAh, yaitu Vibe P2 Turbo. Anda bisa saja meminang K6 Power yang harganya lebih murah, namun Anda tidak akan mendapatkan baterai hingga 5.000 mAh dan kamera ganda.
 
  Zenfone 4 Max Pro
Prosesor Qualcomm Snapdragon 430 octa-core
RAM 3GB
OS Android 7.0 Nougat dengan ZenUI 4.0
Memori Internal 32GB
Kamera Depan 16MP, Belakang Ganda 16MP dan 5MP
Baterai 5.000 mAh
Layar 5,2 inci (1920 x 1080 pixel)
Harga Rp2.999.000
 

ASUS ZenFone 4 Max Pro

 

8,5

  • Baterai tahan lama
  • Cukup ringkas
  • ZenUI 4.0 yang lebih baik dari sebelumnya
  • Kamera portrait bagus
  • Harga cukup terjangkau
  • Performa kalah dari pesaing utamanya
  • Kamera wide angle kurang bagus
  • Desain bodi standar
  • Tidak ada NFC



(MMI)

Video /