Review Peripheral

ASUS ROG Delta Core, Masih Oke Tanpa DAC dan RGB

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 20 Jan 2019 16:10 WIB
asushardwarereview peripheral
ASUS ROG Delta Core, Masih Oke Tanpa DAC dan RGB
ASUS ROG Delta Core.

Jakarta: Beberapa waktu lalu Medcom.id mengulas headset gaming terbaik dari ASUS ROG yaitu ASUS ROG Delta. Perlu diketahui bahwa produk ini ternyata masih memiliki satu varian dengan nama ASUS ROG Delta Core.

Apa perbedaannya? Tidak begitu banyak. Pertama dari segi desain dan tampilan, ASUS ROG Delta Core masih sama seperti versi tanpa embel Core. Ada catatan bahwa ASUS ROG Delta Core hadir tanpa hiasan LED RGB di logo ASUS dan sepanjang tepi earcup.

Absennya LED RGB tersebut juga menghilangkan tombol yang ada di sisi kiri. Mikrofon yang memanjang dari ear cup sebelah kiri juga masih bisa ditekuk dan dicopot.

Menurut Medcom.id tanpa LED RGB headset gaming ini masih terlihat oke, berkat perpaduan warna abu abu metalik dan logo ASUS ROG yang pasti mudah dikenali orang di sekitar.



Desain earcup ASUS ROG Delta Core masih hadir dengan desain huruf "D" yang ergonomis dengan bentuk telingan serta hadir dengan dua jenis bantalan atau ear cushion yaitu dengan bahan fabric mesh atau protein leather.

Tujuannya untuk memberikan pengalamanan menggunakan jangka panjang yang nyaman. Pengalaman Medcom.id masih sama seperti yang didapatkan dari ASUS ROG Delta.
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70


Headset ini cukup rapat menutup dua daun telinga, tanpa terasa terlalu kencang yang mengakibatkan pegal atau panas dalam waktu lama. Bobotnya juga masih ringan sehingga leher tidak pegal.

Mengingat tampilannya yang tidak banyak berbeda, kini Medcom.id ingin membahas perbedaan kedua yang terletak di audionya. ASUS ROG Delta Core masih hadir dengan driver ASUS Essence, tetapi kali ini tidak memiliki prosesor Quad DAC Hi-Fi seperti versi ASUS ROG Delta.



Perbedaannya harus didengarkan dengan seksama. Karena tanpa kehadiran DAC kualitas audionya akan sekadar jernih dan "nendang". Saat ASUS ROG Delta Core digunakan untuk bermain game, suara datangnya arah tembakan memang masih terasa, tapi tidak tajam.

Perbedaan antara ASUS ROG Delta yang menggunakan DAC baru terasa saat digunakan untuk bermain game dengan ambience audio yang sangat banyak, misalnya game RPG dan untuk mendengarkan musik.

Dibandingkan ASUS ROG Delta, memang ada beberapa elemen dari audio yang tidak terdengar. Namun tetap untuk kebutuhan bermain game headset ini masih menghasilkan audio terasa berdebar.



Perbedaan lain yang bisa ditemukan adalah ASUS ROG Delta Core hadir dengan kabel berkepala audio jack 3,5mm. Hal ini membuat pengguna lebih mudah memasangnya di smartphone, PC/laptop, maupun di konsol.

Kesimpulan
Meskipun ASUS ROG Delta Core hadir tanpa dukungan Quad DAC, menurut Medcom.id kualitas headset gaming tidak murahan. Dari segi kenyamanan, sudah jelas desain earcup ergonomis dengan kehadiran dua jenis ear cushion adalah nilai plus.

Build quality yang ditawarkan masih sama bagusnya dengan versi ASUS ROG Delta. Tanpa LED RGB bukan masalah, tidak mengurangi esensi dari headset gaming ini termasuk dari segi audio.

Tanpa DAC, audio ASUS ROG Delta Core masih sama bagusnya. Memang, jangkauan kualitas audio yang dihasilkan tidak akan sangat luas dan tajam seperti ASUS ROG Delta.

Selama Medcom.id masih bisa mendapatkan kualitas audio yang tajam dan "nendang" maka ASUS ROG Delta Core masih pas disebut sebagai headset gaming kualitas dua jempol. Berdasarkan pantauan di internet ASUS ROG Delta Core dibanderol mulai dari Rp1,6 juta, masih lebih murah dibandingkan ASUS ROG Delta yang kelas sultan tapi masih sama-sama menjanjikan audio terbaik.
 
 
9
ASUS ROG Delta Core
Plus
  • Desain ergonomis
  • Build quality bagus
  • Bonus ear cushion
  • Kualitas audio masih tajam tanpaa DAC
Minus
  • Harga

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.