Review Keyboard

Armaggeddon MKA-3C Psychfalcon (2017), Keyboard Setengah Hati

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 22 Feb 2018 18:20 WIB
review peripheralarmageddon
Armaggeddon MKA-3C Psychfalcon (2017), Keyboard Setengah Hati
?Armaggeddon MKA-3C Psychfalcon (2017).

Jakarta: Tidak bisa dihindari, tren esport juga berpengaruh ke industri peripheral, dengan banyaknya produsen yang mengusung produk gaming. Keyboard gaming misalnya, tidak hanya menunjang permainan tapi juga menjadi daya tarik bagi sebuah PC.

Armaggeddon juga hadir dengan keyboard gaming bernama MKA-3C Psychfalcon (2017). Jujur saya tergolong jarang mendengar produk dari merek ini sehingga saya penasaran dengan keyboard satu ini.

Pertama kali menerimanya, saya langsung berkunjung ke situs Leapfrog Global, induk Armaggeddon. ditemukan bahwa keyboard ini dibanderol USD40 atau Rp547 ribu. Tentu saja harga tersebut masih tergolong bersahabat.



Melihat desainnya, jelas sekali MKA-3C Psychfalcon (2017) hadir sebagai keyboard gaming tenkeyless yakni tidak memiliki kombinasi numpad di bagian kanannya, sehingga ukurannya tidak terlalu besar.

MKA-3C Psychfalcon (2017) memiliki ukuran dimensi 365x125x32,5 mm. Keyboard gaming ini cukup tebal dan terasa bobotnya, mengacu pada spesifikasi yang dilampirkan di situs Leapfrog Global disebutkan bobotnya seberat 870 gram.

Baru saat saya mencoba menekan tuts keyboard ini diketahui MKA-3C Psychfalcon (2017) hadir sebagai keyboard gaming mekanik. Masih mengacu ke situs Leapfrog Global, disebutkan bahwa keyboard ini menggunakan blue switch buatan Outemu.

Bagi Anda yang pernah merasakan keyboard gaming dengan tombol Cherry MX, rasa blue switch Outemu yang digunakan pada keyboard ini terasa mirip. Tutsnya cukup responsif yang disertai suara ketukan cukup keras.



Armageddon menyedian beberapa pilihan switch, yaitu Outemu jenis red, black, dan brown. Armaggeddon menyertakan keycap dan switch puller di dalam paket penjualannya.

Sejauh saya menggunakannya MKA-3C Psychfalcon (2017) terasa cukup nyaman. Namun, dari sisi visual atau tampilannya, secara personal saya kurang menyukainya. Alasannya jenis huruf atau karkater yang tertera pada tuts keyboard terlalu heboh.

Menurut saya, dengan menggunakan jenis gaya huruf yang dan karakter yang umum digunakan justru jauh lebih baik. Pihak Armaggeddon menyebutkan bahwa keycap yang digunakan memakai material KevlarTech TM sehingga lebih awet.



Satu hal lagi yang membuat saya kurang menyukainya adalah Armaggeddon di situs Leapfrog Global termasuk kemasan MKA-3C Psychfalcon (2017) menyebutkan bahwa LED RGB backlit di keyboard ini memiliki 9 jenis mode yang bisa dikustomisasi.

Saya sama sekali tidak menemukan dukungan software kustomisasi untuk MKA-3C Psychfalcon (2017) di situsnya. Saya hanya bisa mengatur kecerahan LED RGB backlit lewat tombol pintas di keyboard.

Masalah tadi cukup serius karena menawarkan keyboard dengan LED RGB backlit yang tidak bisa dikustomisasi membuat gimmick ini tidak berhasil memberikan nilai tambah tampilan MKA-3C Psychfalcon (2017).

Kesimpulan
MKA-3C Psychfalcon (2017) sebetulnya keyboard gaming mekanik yang cukup baik dan layak dimiliki. Meskipun tidak menggunakan switch buatan Cherry MX yang kerap dijumpai pada keyboard gaming umumnya, Armaggeddon mendesain agar switch yang terpasang bisa diganti.

Keybaord gaming ini juga cukup nyaman digunakan baik untuk bermain game maupun sekadar mengetik. Sayangnya, tampilan visualnya menjadi terlalu heboh akibat pemilihan gaya huruf atau karakter yang tertera di tombol keyboard.

Satu lagi kekurangan yang fatal adalah tidak tersedianya software pendukung untuk melakukan kustomisasi fungsi tombol sesuai permainan atau macro recording dan juga kustomisasi warna serta efek LED RGB backlit.
 
 
6.8
Armaggeddon MKA-3C Psychfalcon (2017)
Plus
  • Nyaman digunakan
  • Memiliki backlit LED RGB
  • Desain produk yang tampak solid dan awet
  • Menyediakan perlengkapan kustomisasi mechanical switch
Minus
  • Jenis gaya huruf atau karakter yang tertera di tuts terlalu heboh
  • Tidak tersedia software pendukung Macro Recording dan kustomisasi mode backlit LED RGB 



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.