Review Notebook

Acer Predator Triton 700, Desain Plus Performa Tangguh

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 03 Mar 2018 22:47 WIB
acerreview laptop
Acer Predator Triton 700, Desain Plus Performa Tangguh
Acer Predator Triton 700.

Jakarta: Laptop gaming tidak perah dibanderol murah, mengingat spesifikasi yang ditawarkan juga tidak sembarangan. Hal ini juga berlaku untuk laptop gaming terbaru dari Acer Predator.

Acer Predator Triton 700 dibanderol Rp55,9 juta. Mengtahui harganya bagi kami adalah sebuah hal yang lumrah ditemui pada produk laptop gaming. Hal ini membuat kami semakin penasaran sehebat apa laptop yang harganya layak dimasukkan ke dalam laptop gaming high-end.

 

Desain

Laptop ini hadir dengan desain yang tidak mungil serta ringan meskipun ketebalannya hanya 0,7 inci. Hal ini karena Acer Predator Triton mengusung ukuran layar yang cukup besar yakni 15,6 inci dan bobot 2,6kg.

Tentu saja untuk membawa laptop ini kemanapun dibutuhkan tas yang ukurannya cukup besar dan cukup membuat tubuh menjadi lelah. Melihat desainnya secara keseluruhan Acer Predator Triton 700 mampu menghadirkan kesan solid dan tangguh.



Dibalut dengan warna hitam obsidian serta lapisan sandblasted menegaskan tampilannya bahwa laptop ini adalah laptop high-end meskipun desainnya tidak terlalu menarik perhatian layaknya desain laptop gaming pada umumnya, tapi kami menyukainya.

Pada bagian dalamnya, Anda akan menemukan susunan keyboard serta trackpad yang agak berbeda ketimbang laptop gaming lainnya. Apabila Anda pernah melihat desain keyboard dan trackpad ASUS ROG Zephyrus, maka desain itu masih dijumpai pada Acer Predator Triton 700.



Jadi trackpad terletak pada lapisan kaca yang ada di sisi atas keyboard. Di dalamnya terlihat kipas laptop yang berputar saat fitur LED RGB di Acer Predator Triton 700 daktifkan.

Tentu saja, hal ini menyulitkan penggunaan, tanpa mouse, apalagi untuk mengetik. Sangat disarankan untuk selalu membawa mouse.



Keyboard Acer Predator Triton 700 hadir dengan komponen mekanik yang dilengkapi LED RGB. Keyboard tersebut sangat nyaman digunakan dan tidak berbeda dengan keyboard gaming merek terkenal.

Hadir dengan desian  laptop gaming yang terbilang tipis tidak membuat Acer Predator Triton 700 pelit fitur, misalnya lubang port. Laptop ini masih menyediakan satu port HDMI dan DisplayPort, satu audio jack dan mikrofon, tiga port USB 3.0, satu port USB 2.0, satu port USB 3.1 Type-C, dan Thunderbolt 3.

Selain itu juga masih tersedia port RJ-45 yang didukung fitur Killer Doubleshot Pro untuk meningkatkan kecepatan koneksi internet. Tidak ketinggalan juga Bluetooth untuk konektivitasnya.



Untuk audionya, Acer Predator Triton 700 dibekali stereo speaker yang didukung Acer Purrified Voice dan Dolby Atmos Audio. Pengalaman kami menggunakannya untuk memutar lagu maupun suara dari film dan video game hasilnya sangat bagus dan jernih, sekalipun dengan volume maksimum.

Beralih ke software bawaan. Acer Predator Triton hadir dengan software bawaan Predator Sense yang menyediakan fitur lengkap untuk melakukan kustomisasi di perangkat ini.

Pertama, dari sisi visual terdapat fitur untuk mengubah warna LED RGB di kipas yang ada di balik panel kaca trackpad dan masig-masing tombol keyboard dengan beberapa efek pola cahaya RGB.



Mengingat dapur pacu laptop ini juga mendukung fitur overclocking maka fitur kedua di Acer Predator Sense adalah memantau temperatur CPU, GPU, dan sistem serta melakukan konfigurasi kecepatan kipas yang menggunakan desain terbaru Acer Dual AeroBlade 3D.



Untuk overclocking sendiri, Acer Predator Triton 700 menyediakan 3 mode, yakni normal, faster, dan turbo yang ketiganya bisa diaktifkan dengan prasyarat laptop ini harus terhubung dengan listrik dan kapasitas minimal baterai 40 persen.



Hal ini juga akan berpengaruh terhadap perputaran kipasnya. Sayangnya, belum masuk ke mode turbo saja kipas laptop ini bisa dibilang bising dan semakin bising dalam mode turbo.

 

Performa 

Bicara performa, kami akan memulainya dari kualitas layarnya. Acer Predator Triton 700 hadir dengan layar 15,6 inci beresolusi FHD 1920x1080 refresh rate 120Hz dan NVIDIA G-Sync.

Sejauh pengalaman kami mencobanya tidak ada masalah dan cukup terpuaskan dengan kualitas layar yang dihasilkan. Ukuran lega dengan kualitas gambar yang tajam warnanya.

Beralih ke dapur pacunya, Acer Predator Triton 700 (PT7 15-1) ditanamkan prosesor Intel Core i7-7700HQ yang didukung 2 keping RAM 16GB Dual-channel DDR4 2133 MHz, yang artinya laptop ini memiliki total kapasitas RAM 32GB.

Kapasitas RAM yang besar dan bertenaga tersebut juga masih ditunjang dengan penyimpanan dua buah 512GB PCIe NVMe SSD RAID 0, yang berarti Acer Predator Triton 700 memiliki kapasitas penyimpanan 1TB SSD. Sebuah kapasitas yang besar dan juga sangat kencang.

Kartu grafisnya menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1080 Max-Q VRAM 8GB DDR5. Kartu grafis tersebut merupakan seri tertinggi NVIDIA seri Geforce GTX yang juga memungkinkan laptop tipis memiliki kemampuan VGA terbaik.

Namun, sayangnya hal ini juga memiliki efek samping yang lumrah ditemukan pada laptop dengan NVIDIA GeForce GTX 1080 Max-Q serta desain yang tipis. Ada rasa panas yang menjalar mulai dari panel trackpad hingga ke bagian keyboard.

Menggunakan kustomisasi kecepatan kipas tertinggi akan meredam sedikit suhu panas yang menjalar, tapi efek lainnya adalah bunyi kipas menjadi sangat bising.

Beralih ke performanya menggunakan pengujian beberapa benchmark, Acer Predator Triton 700 memang berhasil mencatatkan skor yang tertinggi dalam daftar laptop gaming yang pernah kami uji selama ini. 

Acer Predator Triton 700 menang tipis dari Asus ROG GX501 Zephyrus dalam pengujian PCMark 8 dan 3DMark Firestrike. Laptop ini berhasil menghasilkan skor lebih tinggi yang membuktikan Acer Predator Triton 700 mampu memainkan game yang kualitas grafis ultra.



Hal tersebut juga terbukti lewat pengujian selanjutnya yang menggunakan beberapa game. Sebelumnya, kami juga pengujian menggunakan aplikasi Cinebench 15, hasilnya laptop ini masih sedikit kalah unggul dari Asus ROG GX501 Zephyrus  tapi hal ini masih membuktikan Acer Predator Triton 700 layak untuk kebutuhan desain grafis termasuk rendering.

Masuk ke pengujian tiga game yang kualitas grafisnya cukup berat dan kami konfigurasi menjadi rata kanan alias ultra pada kualitas grafisnya laptop ini berhasil mencatatkan framerate di rentang 40-60 fps. Acer Predator Triton 700 terbukti mampu menjalankan game dengan kualitas grafis ultra.



Konsekuensinya tentu ada, seperti yang sudah saya sebutkan yakni saat CPU dan GPU menjalakan pekerjaan berat seperti memainkan game di kualitas grafis ultra maka ada rasa panas yang menjalar di permukaan keyboard laptop ini.
 
Kekurangan lainnya juga ditemukan pada performa baterainya yang sangat singkat meskipun tidak digunakan untuk memainkan game. Lewat pengujian menggunakan aplikasi benchmark kami mendapatkan daya tahan Acer Predator Triton 700 yang hanya bertahan hingga 1 jam 39 menit


Kesimpulan
Melihat kemampuan yang ditampilkan Acer Predator Triton 700 menurut kami laptop ini layaknya dimasukkan dalam daftar pertimbangan laptop gaming high-end yang ingin Anda beli apabila memiliki dana yang terlalu banyak.

Laptop ini terbukti memiliki kemampuan yang tangguh namun dengan sedikit beberapa kekurangan terutama suhu panas yang cukup mencemaskan dan membuat sedikit tidak nayaman saat digunakan.

Apabila Anda tidak menyukai laptop gaming yang tampilannya mungkin dianggap norak, laptop ini sama sekali tidak seperti anggapan tersebut. Desainnya tetap menarik perhatian tetapi lebih elegan.

Sayangnya, ketebalan laptop ini tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap bobot laptop tersebut. Sebaiknya menyiapkan tas ynag lebih besar dan punggung serta pundak yang kuat untuk menggendongnya.
 
  Acer Predator Triton 700 (PT7 15-1)
Ukuran Layar 15,6 inci beresolusi FHD 1920x1080
Prosesor Intel Core i7-7700HQ
GPU NVIDIA GeForce GTX 1080 Max-Q 8GB DDR5
RAM 2x 16GB Dual-channel DDR4 2133 MHz (32GB)
Memori Penyimpanan 2x 512GB PCIe NVMe SSD RAID 0 (1TB SSD)
Bobot  2,6kg
Harga Rp55,9 juta
 
 
9
Acer Predator Triton 700 (PT7 15-1)
Plus
  • Desain tipis di kelasnya
  • Keyboard mekanik
  • Performa termasuk terbaik
  • Fitur lengkap
Minus
  • Desain trackpad cukup menyulitkan
  • Bobotnya masih tergolong berat
  • Suhu panas dan suara kipas yang bising saat memainkan bekerja berat
  • Daya tahan baterai yang singkat



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.