Review Headset

Armageddon Nuke 9 Punya Desain Keren, Suaranya?

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 03 Feb 2018 14:31 WIB
review peripheralarmageddon
Armageddon Nuke 9 Punya Desain Keren, Suaranya?
Headset gaming Armageddon Nuke 9

Jakarta: Headset gaming adalah salah satu perangkat yang cukup esensial bagi mereka penikmat game kelas berat. Armageddon sebagai salah satu produsen perangkat gaming juga menyadari hal tersebut, dengan merilis berbagai headset gaming di berbagai kelas.

Headset teranyar yang datang ke meja pengujian Medcom.id kali ini adalah Nuke 9. Bisa dibilang, headset ini sebagai jawaban bahwa perusahaan asal Asia Tenggara bisa menciptakan perangkat berkualitas.

Saya sudah mencoba beberapa headset buatan Armageddon. Impresi pertama saya terhadap Armageddon Nuke 9 adalah headset keren yang tidak kalah dengan produk kompetitor. Hal ini langsung terlihat dari desain bodi yang tebal dan balutan warna hitam yang menarik. Menggunakan dua besi penyangga mengingatkan saya dengan headset besutan SteelSeries, termasuk headband elastis yang memiliki busa tebal.

Desain ini memang mampu memberikan kenyamanan yang lebih baik untuk kepala, ketimbang desain penyangga yang bisa ditarik seluruhnya. Busa ini dibungkus pelindung kulit dengan logo Armageddon yang cukup artistik. Pelindung busa pada bagian ini pada umumnya cenderung mudah rusak karena termakan waktu.

Melihat bagian telinganya, Armageddon Nuke 9 mengusung konsep over ear yang mencegah masuknya suara dari luar. Harus saya akui, bagian telinga ini punya desain yang lumayan keren, dengan logo Armageddon yang menyala berkat fitur RGB.

Di sekeliling logo ini terdapat rongga kecil dalam jumlah banyak, membuat saya berasumsi bahwa rongga ini untuk aliran udara. Kenyataannya, rongga udara ini hanya hiasan. Tidak ada fungsi khusus selain membuat bentuk headset ini lebih menarik.

Bagian telinga atau earcup berlapis busa terbungkus pelindung kulit, yang saya akui cukup bagus dan punya ketahanan material yang baik. Salah satu hal yang menarik adalah Armageddon Nuke 9 tidak punya antarmuka yang cukup banyak. Earcup bagian kiri hanya menyediakan pengaturan suara dan mikrofon yang tidak bisa dilepas.

Mikrofon ini punya lubang input suara di sisi terjauh, yang memungkinkan suara vokal dari pengguna lebih kuat tanpa noise. Meskipun tidak bisa disimpan atau dilepas, mikrofon ini cukup lentur sehingga Anda bisa menggeser ke atas saat tidak dipakai.

Sebuah headset gaming tentunya harus didukung dengan software yang optimal. Saya mengakui Armageddon Nuke 9 punya desain yang keren, tetapi tidak secara software. Selain antarmukanya yang tidak menarik, pengaturan audio yang tersedia sangat biasa. Anda hanya bisa mengatur preset yang sudah tersedia atau mengatur sendiri, termasuk menyimpannya di dalam profil.

Tidak ada akses untuk mengatur efek suara yang spesifik atau mengoptimalkan salah satu sisi audio yang dianggap vital ketika bermain game. Selain itu, Armageddon masih merancang setiap produk secara terpisah, sehingga Anda bisa membayangkan ketika menggunakan lebih dari satu perangkat gaming.

Saatnya membicarakan performa. Armageddon Nuke 9 mencoba menghadirkan sesuatu yang spesial untuk gamer. Headset ini mampu menghadirkan suara yang tepat saat bermain game. Anda bisa mendengarkan efek khusus dalam setiap game yang memerlukan dukungan audio tersebut.

Armageddon Nuke 9 juga mendukung efek Virtual 7.1, sehingga bisa memproyeksi pergerakan suara sesuai posisi objek yang sedang bergerak di dalam game. Efek ini berlaku untuk game jenis apapun, selama game tersebut juga menyediakan fitur yang sama. Saya menjajal headset ini untuk bermain game strategi, FPS, dan TPS, dan sejauh ini Nuke 9 memang sanggup menghasilkan audio yang tepat.


 




Satu kekurangan yang saya rasakan adalah suara yang kurang “bertenaga”, termasuk setelah mengatur secara detil via software. Anda bisa mendengarkan efek cipratan air saat suasana game hujan, atau bunyi mesin dari belakang pemain dengan akurat.

Sayangnya, efek suara apapun yang muncul terkesan tidak optimal. Saya tidak menemukan satu efek yang kualitasnya sangat menonjol, seperti kita Anda mendengarkan lagi yang mengunggulkan efek bass. Hal yang sama juga berlaku saat Anda memutar lagu.


Kesimpulan

Kekurangan ini mungkin tidak layak menjadi pertimbangan penuh gamer, mengingat Armageddon Nuke 9 dijual dengan harga kisaran Rp400 ribu. Desain dan kualitas material yang ditawarkan tergolong bagus, meskipun aspek audio memiliki kekurangan.

Jika membandingkan dengan produk kompetitornya, headset ini mesti mendapatkan perbaikan dari segi software. Mengapa? Karena software yang optimal bisa meningkatkan performa hardware, dalam konteks ini adalah kualitas audio yang dihasilkan.

 
 
7.7
Armageddon Nuke 9
Plus
  • Desain keren
  • Kualitas material cukup baik 
  • Cocok untuk berbagai skenario game
Minus
  • Audio kurang maksimal 
  • Software perlu pengembangan



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.