Review NAS

Synology DiskStation DS218+, NAS Usaha Menengah Harga Terjangkau

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 30 May 2018 10:35 WIB
synologyreview peripheral
Synology DiskStation DS218+, NAS Usaha Menengah Harga Terjangkau
Synology DiskStation DS218+.

Jakarta: Tidak heran apabila Synology menjadi pemain yang cukup dikenal di pasar perangkat NAS. Rangkaian produknya beragam dan menjangkau segmen perangkat entry level untuk small office hingga enterprise.

Medcom.id menjajal salah satu NAS milik Synology yang ditujukan untuk kebutuhan medium office, DiskStation DS218+. NAS ini menyediakan dua bay storage saja. Hal ini yang membuat NAS tersebut memiliki dimensi tergolong ramping dan ringan.

DS218+ memiliki dimensi tinggi 165mm dan lebar 108 mm, serta panjang kebagian belakangnya mencapai 232,2mm. Bobotnya sendiri hanya 1,30kg. Di dalamnya sudah terisi dua komponen, yakni kombinasi 3,5 inci SATA HDD, 2,5 inci SATA HDD, dan 2,5 inci SATA SSD.

Dua bay yang disediakan mendukung kapasitas maksimum hingga 24TB, yang terdiri dari dua storage drive yang masing-masing mendukung 12TB. Sementara maximum single volume size yang dimiliki mampu mencapai 108TB.



Proses pemasangan dari DS218+ juga tergolong tidak rumit. NAS ini mendukung fitur hot swap. Pengguna hanya perlu membuka cover bagian depan lalu menekan tombol kunci sekaligus menarik slot dudukan storage keluar.

Fitur ini menjadi sebuah nilai plus yang memudahkan setiap orang melakukan upgrade atau pemasangan DS218+. Untuk memasang storage drive ke dudukan tersebut, pengguna membutuhkan satu obeng untuk membuka dan mengendurkan baut pengencang.

Pada bagian depannya Anda akan menukan dua tombol daya dan tombol USB copy. Anda juga akan menemukan empat LED indikator koneksi di dua bay dan status DS218+ serta indikator koneksi LAN.

Synology DiskStation DS218+ menyediakan tiga port USB 3.0, satu di bagian depan dan dua lagi di bagian belakang yang sayangnya tidak menyediakan dukungan untuk port USB Type C. Tidak ketinggalan Anda juga akan menemukan tombol reset serta port RJ-45 yang mendukung koneksi 1Gb Ethernet, menariknya Anda juga akan menemukan satu eSATA port.



Di dapur pacunya, DS218+ ditenagai prosesor Intel Celeron J3355 64-bit Dual Core (2-2,5GHz) yang mendukung teknlogi hardware encryption engine (ES-NI) dengan menyediakan encrypted reading speed 1123 MBps dan encrypted writing speed 112MBps. Untuk RAM yang dibawa tersedia kapasitas 2GB DDR3L yang bisa ditigkatkan hingga 6GB.

Sebagai tambahan, prosesor ini juga mendukung kemampuan transcoding konten 4K dengan framerate 30fps. Masuk ke antarmukanya, tersedia Synology DiskSation Manager DSM yang memiliki tampilan enak dipandang dan tidak membuat bingung penggunanya, dengan fitur yang lengkap.

Kelebihan dari NAS maupun perangkat lain Synology yang menggunakan DSM sebagai software antarmukanya adalah tersedia semacam app store dari Synology yang bisa digunakan untuk mengolah beragam konten serta layanan yang bisa mempermudah pengguna.



Kesimpulan
Synology DiskStation DS218+ menawarkan performa serta fitur sebuah NAS yang buka tergolong dari segmen entry level untuk kebutuhan medium office yang tidak sebatas sebagai backup storage, tapi juga kebutuhan kolaborasi atau berbagi data.

Synology DiskStation DS218+ dibanderol Rp4 juta sudah tepat dengan menyasar segmen medium office, terjangkau di kelasnya.
 
 
 
Synology DiskStation DS218+
Plus
  • Desain ringkas dan mudah tersedia fitur hot swap
  • Antarmuka enak dipandang dan mudah dimengerti
  • Tersedia beragam aplikasi pendukung tambahan yang disediakan Synology
Minus
  • Konektivitas kurang lengkap



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.