Review Headset

B&O H4, Desain Cantik dan Bass Ciamik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 05 May 2018 21:58 WIB
review peripheral
B&O H4, Desain Cantik dan Bass Ciamik
B&O H4. (Medcom.id)

Jakarta: Bang & Olufsen memang dikenal dengan berbagai produk kelas atas miliknya. Namun, perusahaan asal Denmark tersebut juga berusaha menjangkau pasar kelas pemula. Salah satu headphone yang mereka luncurkan yang masuk kelas pemula adalah B&O H4. 

Meskipun masuk ke dalam kategori kelas pemula, B&O H4 dihargai sekitar Rp4 jutaan. B&O H4 merupakan sebuah over-ear headphone, dengan ear pad yang tidak hanya tebal tapi juga empuk. Kedua ear pad ini dihubungkan oleh sebuah metal yang dilapisi oleh kain di bagian dalam dan kulit di bagian luarnya. 

Bagian ear pad dari headphone ini juga dilapisi dengan kulit. Semua ini membuat B&O H4 terlihat sangat mewah. Tidak hanya itu, headphone ini juga nyaman untuk digunakan. Ear pad dari B&O H4 bisa dilipat ke bagian dalam.

Sayangnya, B&O tidak melengkapi headphone miliknya yang satu ini dengan sarung atau kotak penyimpanan untuk membawanya berpergian. 



B&O H4 memiliki tiga tombol kendali di earpad sebelah kanan. Tombol di tengah berfungsi untuk menyalakan headphone, menerima atau menutup panggilan dan juga memutar atau mematikan lagu. Semua ini tergantung pada berapa lama Anda menekan tombol tersebut.

Jika belum terbiasa, hal ini bisa membuat Anda bingung karena satu tombol memiliki begitu banyak fungsi. Sementara dua tombol yang mengapit tombol power berfungsi untuk mengatur volume. 



Proses menghubungkan B&O H4 dengan perangkat mobile cukup mudah. Saya bisa menghubungkannya dengan Android tanpa ada masalah.

Headphone ini juga tidak memiliki masalah dengan koneksi Bluetooth. Ketika ponsel masuk ke dalam jarak untuk terhubung, headphone bisa mendeteksinya. Selain itu, koneksi juga tidak mendadak terputus. 
 
B&O menyediakan aplikasi yang bisa Anda untuk di Play Store atau App Store untuk melakukan personalisasi dari audio yang dikeluarkan headphone. Setelah mengunduh aplikasi di Play Store, saya mencoba mengutak-atik aplikasi ini. 

Melalui Beoplay, saya bisa memilih profil audio dari headphone. B&O sudah menyediakan beberapa preset profil, seperti "Commute", "Clear" dan "Workout". Tentu saja, saya juga bisa mengatur profil audio secara manual dan menyimpannya. 



Untuk masalah audio, B&O H4 dapat memiliki bass yang cukup kuat. Suara yang dihasilkan juga jernih. Saya mencobanya untuk mendengarkan berbagai jenis lagu, mulai dari pop sampai rock hingga lagu hip-hop dengan bass yang kencang dan headphone ini bisa menghasilkan audio yang memuaskan. 

Untuk sebuah headphone Bluetooth, B&O H4 dapat mengeluarkan suara yang natural dengan detail dan bass yang cukup baik. 

Sayangnya, B&O tidak menanamkan fitur noise-cancellation aktif. Untungnya, cup pada headphone ini sudah cukup meredam suara yang ada di sekitar ketika saya menggunakannya.

Headphone ini juga nyaman untuk digunakan. Saya bisa menggunakannya selama berjam-jam tanpa harus khawatir akan merasa sakit di sekitar telinga atau di atas telinga ketika saya menggunakan kacamata. 

Kesimpulan

Dengan harga sekitar Rp4 juta, B&O H4 memiliki desain yang mewah. Tidak hanya itu, ia juga menghasilkan suara yang jernih dan bass yang tebal. Melalui aplikasi, Anda juga bisa melakukan kustomisasi dari audio yang dihasilkan headphone. Baterainya dapat bertahan cukup lama.

Memang, B&O H4 sudah dilengkapi dengan kendali pada cup sebelah kanan. Ini akan memudahkan Anda untuk mengaktifkan headphone, menerima atau menutup panggilan telepon dan juga memulai atau menghentikan musik.

Sayangnya, karena satu tombol memiliki begitu banyak fungsi, Anda mungkin justru akan dibuat bingung. Setidaknya, sampai Anda terbiasa menggunakannya. 

Satu hal lain yang disayangkan adalah ketiadaan fitur noise-cancellation aktif. Untungnya, pad yang tebal pada headphone ini sudah cukup baik untuk meredam suara di sekitar. 
 
 
8
B&O H4
Plus
  • Desain mewah dan nyaman
  • Bantalan busa tebal 
  • Audio jernih dan tebal untuk bass 
Minus
  • Tombol power dengan banyak fungsi yang bisa membingungkan
  • Tidak ada noise-cancellation aktif
  • Tidak dilengkapi dengan tas atau kotak



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.