Review Smartwatch

Garmin Vivoactive 3, Keren Tanpa Basa-Basi

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 11 Feb 2018 19:59 WIB
review wearablegarmin
Garmin Vivoactive 3, Keren Tanpa Basa-Basi
Garmin Vivoactive 3

Jakarta: Produk wearable berikutnya yang datang ke meja pengujian Medcom.id adalah Garmin Vivoactive 3. Seperti yang sudah diketahui, Garmin saat ini serius menggarap jam tangan pintar. Selain menyediakan fungsi standar smartwatch, Garmin mencoba menyisipkan fitur kebugaran yang selama ini menjadi keahliannya.

Jika Anda belum mengetahuinya, sebelumnya Medcom.id telah menjajal Fenix 5S, yang berhasil menawarkan desain trendi dengan fungsi jam pintar yang cukup komplit. Apakah Vivoactive 3 punya kelebihan yang sama, atau malah lebih baik?

Garmin Vivoactive 3 pada dasarnya punya bentuk seperti jam tangan biasa. Jam tangan pintar ini menggunakan bodi melingkar dengan bingkat putih, dengan warna hitam sebagai balutan dasar. Berhubung mendukung aktivitas menjaga kebugaran, Garmin Vivoactive 3 menyematkan tali berbahan karet yang tidak mudah kotor karena keringat.



Saya cukup kaget dengan bobotnya yang ringan ketimbang jam tangan biasa, apalagi mengingat jam tangan ini punya banyak teknologi kekinian. Material metal yang dipakai cukup membuatnya tahan banting. Anda tidak perlu khawatir akan terbentur benda lain saat memakainya. Tentunya, selama tidak disengaja.

Tidak banyak antarmuka berupa tombol di Garmin Vivoactive 3. Hanya ada satu tombol di samping untuk statistik aktivitas. Pada bagian bawahnya akan terlihat sensor detak jantung berwarna hijau, dan sensor ini akan menyala ketika Anda membalikkan posisi jam tangan ini. Selain itu, ada juga port untuk pengisian baterai dengan antarmuka khusus. Oleh karena itu, Anda harus memastikan kabelnya tidak hilang.

Secara keseluruhan, desain Garmin Vivoactive 3 tidak terlalu mewah, dan sejak awal itu bukan fokus utama Garmin. Hal ini langsung terbukti dari dukungan layar sentuh, walaupun tidak kompleks.

Cukup berbicara desain, Garmin Vivoactive 3 punya fungsi dasar jam tangan pintar pada umumnya. Sebut saja notifikasi email dan aplikasi pengirim pesan seperti WhatsApp dan Facebook. Anda juga bisa mengatur musik yang diputar via aplikasi terkait, tetapi Anda tidak bisa menghubungkannya ke earphone. Earphone tetap harus terhubung ke smartphone. Berhubung tidak kompleks, Anda tidak bisa membalas pesan ini via jam tangan. Fungsi dasar ini langsung aktif begitu Garmin Vivoactive 3 terhubung ke smartphone konektivitas Bluetooth.



Jujur saja, tidak mudah menghubungkannya pertama kali ke smartphone. Anda harus memasang aplikasi Garmin Connect dan Face It. Keduanya punya fungsi yang berbeda, dan Face It membantu si pemakai melakukan personalisasi, sehingga Garmin Vivoactive 3 bakal terasa lebih ekslusif saat dipakai sehari-hari. Sementara Garmin Connect lebih ke pengaturan hubungan jam tangan ke smartphone.

Pemasangan pertama akan meminta Anda memasukkan kode khusus yang tertera ke aplikasi, dan Garmin Vivoactive 3 cukup sulit terhubung. Saya berhasil mengoperasikan jam tangan pintar ini setelah beberapa kali mencoba sinkronisasi. Anda harus memastikan tidak ada perangkat Garmin lain yang terhubung jika ingin pemasangannya berjalan mulus.

Sekarang membicarakan fungsi utamanya. Garmin Vivoactive 3 pada dasarnya adalah jam tangan pintar yang juga memantau kebugaran penggunanya. Data detak jantung yang terekam bisa menjadi grafik tingkat stres pengguna. Ini berguna untuk mengetahui kapan Anda butuh istirahat dari segala macam aktivitas. Garmin Vivoactive 3 bisa memberi penanda berupa getaran.



Selain pemantau olahraga seperti berapa langkah yang telah diambil, kalori yang terbakar, berapa jarak yang telah ditempuh, jam tangan pintar ini juga bisa memantau berapa lama Anda istirahat, bahkan sampai berapa banyak tangga yang sudah Anda lewati. Garmin Vivoactive 3 bisa membantu Anda memantau olahraga menggunakan treadmill, angkat beban, cardio, sampai yoga. Jika pengguna menyukai olahraga lain, Garmin Vivoactive 3 juga bisa menciptakan parameter khusus yang tepat sesuai kriteria pengukuran yang diberikan.

Semua data yang terhimpun bisa dilihat dalam statistik yang tampil sesuai periode tertentu. Dengan begitu pengguna bisa melihat perkembangan olahraga yang telah dilakukan, dan efeknya akan lebih terasa. Statistik ini bisa dilihat via smartphone.



Bagaimana dengan daya tahan operasional? Garmin Vivoactive 3 bisa bertahan sampai 10 hari. Tentunya ini tergantung skenario pemakaian. Menggunakan GPS akan membuat konsumsi baterai lebih besar, tetapi jika Anda menggunakannya untuk memantau aktivitas harian, Garmin Vivoactive 3 bisa aktif terus selama empat hari. Ini merupakan satu keuntungan sendiri, mengingat jam tangan pintar pada umumnya hanya sanggup meladeni penggunanya paling lama satu hari. Setelah itu, ia harus rela dilepas demi diisi baterainya. Berbicara pengisian baterai, Garmin Vivoactive 3 hanya perlu diisi penuh paling lama 60 menit.


Kesimpulan
Dengan banderol sekitar Rp5 juta, Garmin Vivoactive 3 adalah smartwatch yang menarik. Desainnya memang tidak semewah produk pesaing, tetapi ini sudah lebih dari cukup untuk memberikan kesan percaya diri. Selain itu, fitur kebugaran yang lengkap membuat pemiliknya tidak perlu khawatir jika menyukai olahraga yang tidak umum. Terlepas dari pemasangan awal yang cukup rumit, Garmin Vivoactive 3 sudah sangat tepat terpasang di tangan Anda.
 
 
 
Garmin Vivoactive 3
Plus
  • Desain sederhana yang penuh kesan percaya diri
  • Baterai cukup awet, pengisian cepat
  • Pantau aktivitas pengguna secara lengkap
Minus
  • Cukup sulit terhubung dalam pemasangan awal


 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.