Review Smartphone

ASUS ZenFone 5Z, Makin Besar RAM 8GB dan Memori 256GB

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 26 Nov 2018 10:05 WIB
asusreview gadget
ASUS ZenFone 5Z, Makin Besar RAM 8GB dan Memori 256GB
ASUS ZenFone 5Z.

Jakarta: ASUS tampak mengadopsi strategi yang sama di ASUS ZenFone Max Pro M1 untuk ASUS ZenFone 5Z. Strateginya adalah menyediakan varian kapasitas RAM dan memori internal yang banyak.

Tujuannya, menyediakan varian pilihan bagi konsumen yang sudah kepincut dengan daya tarik dua seri tersebut. Medcom.id sebelumnya sudah mengulas performa ASUS ZenFone 5Z dengan RAM 6GB dan memori internal 128GB.

ASUS mungkin merasa masih kurang menyajikan pengalaman dari smartphone dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845, tertinggi saat ini. Jadi mereka merilis ASUS ZenFone 5Z RAM 8GB dan memori internal 256GB.

 

Desain

Medcom.id menjajal ASUS ZenFone 5Z dengan varian warna hitam mengkilap berkat lapisan kaca di bagian punggungnya. Tidak ada yang berbeda dari desainnya.

Layar berukuran 6,2 inci rasio 19:9 yang memiliki bezel tipis memang terasa sangat lega berlapis panel 2,5D. Ukuran layar tersebut sangat nyaman untuk memainkan game, apalagi megusung resolusi 2246x1080 menggunakan panel Super IPS yang sudah dilapisi Corning Gorilla Glass.



Ukurannya yang tidak lagi di standar 5 inci memang terasa besar tapi masih nyaman di genggaman. Ketebalannya hanya 7,7mm dan bobot 165 gram masih sangat ringan dan tipis meskipun menggunakan aksesori jelly case bawaan di paket penjualan.



Aksesori ini cukup penting meskipun mengurangi desain estetika punggung ASUS ZenFone 5Z yang tampil seperti cermin. Di bagian punnggu Anda bisa menemukan kamera belakang ganda dan pemindai sidik jari.



Medcom.id menemukan memang tidak ada perbedaa sama sekali dari sisi desain dibandingkan dengan ASUS ZenFone 5Z varian RAM 6GB dan memori internal 128GB yang sudah kami ulas.

 

Software dan Antarmuka

Persamaan yang sama juga masih Medcom.id temukan pada ASUS ZenFone 5Z 8GB/256GB dengan varian sebelumnya yang sudah kami ulas. ASUS konsisten untuk tidak menghadirkan banyak aplikasi pihak ketiga yang menjadi bloatware.

Sebagian besar aplikasi bawaan adalah aplikasi esensial dari ASUS dan Google termasuk Google Lens yang kini teknologinya juga sudah bisa dirasakan di semua varian ASUS ZenFone 5Z.



Antarmuka ZenUI yang digunakan masih berbasis Android 8.1 Oreo. ASUS memastikan bahwa di bulan Januari nanti semua varian ASUS ZenFone 5Z akan mendapatkan update Android 9.0 Pie.

Pada sistem keamanan ASUS ZenFone 5Z varian ini tetap memiliki pemindai sidik jari dan wajah yang berdasarkan pengalaman Medcom.id durasi prosesnya sangat singkat.

Smartphone ini juga masih memiliki fitur AI Boost dari ASUS yang bisa diaktifkan kapan saja untuk meningkatkan efisensi konsumsi baterai, pengisian cepat baterainya, hingga kemampuan AI di kameranya. Meksipun tanpa diaktifkan, Medcom.id menemukan performa ASUS ZenFone 5Z tetap bagus dalam pengujian benchmark.

Game Genie juga salah satu software atau fitur yang masih tersedia untuk para gamer mobile mencegah masuknya notifikasi menggangu bahkan merekam permainan yang berlangsung dan mengunggahnya langsung ke media sosial secara live streaming.

 

Kamera

Pada ASUS ZenFone 5Z RAM 8GB dan memori internal 256GB tidak ada peningkatan spesifikasi di atas kertas dibandingkan varian sebelumnya yang Medcom.id ulas.

Kamera belakangnya masih memadukan lensar resolusi 12MP+8MP dan di kamera depan tersedia resolusi 8MP. Kamera belakang dan kamera depannya sama-sama sangat memuaskan dalam kondisi siang hari atau pencahayaan yang cukup.









Hasil fotonya tajam dengan kualitas akurasi warna yang terbilang tepat serta kecepatan autofokus yang sangat baik meskipun Anda tidak mengaktifkan fitur AI Boost di ASUS ZenFone 5Z karena fitur AI tertanam langsung di kameranya.





Pada kondisi malam hari atau minim pencahayaan kualitas low light dari ASUS ZenFone 5Z ini, masih sama seperti varian yang Medcom.id pernah ulas. Hasilnya terang, namun di beberapa bagian ketajaman foto mungkin berkurang.

Sejauh ini Medcom.id masih puas, meskipun kualitas foto low light tersebut kurang mampu menangkap gambar dengan efek dramatis berkat cahaya yang tertangkap di kamera.







Beralih ke kamera depannya di dalam ruangan hasil fotonya juga menunjukkan hasil yang memuaskan sama seperti varian sebelumnya namun kualitas foto kurang tajam. Rasanya kekurangan ini masih sama seperti yang Medcom.id temukan sebelumnya di varian RAM 6GB dan memori internal 128GB.

Satu hal aneh yang Medcom.id temukan adalah pada beberapa kesempatan mengambil foto menggunakan kamera depan menggunakan kondisi pencahayaan yang minim tampak garis-garis halus pada tanggakapan kamera di layar serta hasil fotonya.



Menurut Medcom.id, kekurangan yang ditemukan seharusnya bukan masalah serius yang terletak pada hardware, melainkan software, sehingga hanya membutuhkan update untuk meningkatkan kualitasnya.

 

Performa

Meskipun Medcom.id sudah menjajal performa dari ASUS ZenFone 5Z 6GB/128GB, tetap menarik untuk melihat performa varian 8GB/256GB, baik saat mode AI Boost menyala maupun tidak.

Hasilnya sesuai prediksi, seperti varian ASUS ZenFone 5Z yang pernah kami ulas, terjadi peningkatan yang lumayan saat mode AI Boost diaktifkan. Artinya pengguna disediakan performa lebih tinggi untuk memacu smartphone ini untuk beragam kebutuhan.



Misalnya, saya memainkan game PUBG di kualitas grafis tertinggi, HDR dan framerate di tingkat ultra. Pergerakan di dalam permainan mulus tanpa patah-patah dan terpantau konsumsi baterainya hanya empat persen tiap 10 menit dengan suhu panas normal yakni 34-35 derajat.

Untuk penggunaan sehari-hari, daya tahan baterainya cukup panjang yakni hingga 10 jam dan dengan mode AI Boost yang aktif bisa bertahan hingga hamppir 12 jam.




Kesimpulan
Sekali lagi Medcom.id masih puas dengan ASUS ZenFone 5Z, meskipun varian kali ini hanya melakukan peningkatan di sisi kapasits RAM dan memori internal.

Dari sudut pandang konsumen, ASUS berhasil menawarkan rentang pilihan yang variatif sesuai kebutuhan dan kantong konsumen untuk memiliki ASUS ZenFone 5Z. Memberikan kesempatan lebih luas untuk mencicipi kecanggihan Qualcomm Snapdragon 845 dengan banderol harga Rp7.799.000.

Desainnya yang sederhana masih jelas terlihat masuk di segmen flagship, masih lebih baik apabila dibandingkan Pocophone F1. Kapasitas RAM dan memori internal yang luas bisa jadi penghapus kecemasan Anda takut memori habis atau aplikasi lelet karena RAM tersisa sedikit.

Di sisi kamera, Medcom.id tidak menemukan perbedaan signifikan dari seri ASUS ZenFone 5Z 6GB/128GB yang pernah diulas sebelumya. Hal ini tidak menjadi masalah karena kualitasnya sudah cukup memuaskan.

Tidak ketinggalan smartphone ini juga siap mendapatkan Android 9.0 Pie di bulan Januari nanti.
 
Spesifikasi  ASUS ZenFone 5Z
Prosesor Qualcomm Snapdragon 845
GPU Adreno 630
OS Android 8.0 Oreo
RAM  8GB
Memori Internal 256GB
Kamera Belakang 12MP+8MP, Depan 8MP
Baterai 3.300 mAh
Layar  6,2 inci 19:9 (2246x1080p)
Harga Rp7.799.000
 
 
9.5
Samsung Galaxy S7
Plus
  • Desain sederhana tapi mewah
  • Ukuran layar sangat lega
  • Performa masih tetap mumpuni
  • Kualitas kamera cukup memuaskan
Minus
  • Kualitas low light masih bisa disempurnakan lagi
  • Keanehan di kamera depannya



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.