Review Speaker

Menjajal Kualitas Audio Bang & Olufsen Beoplay M3

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 30 Mar 2018 21:18 WIB
review peripheral
Menjajal Kualitas Audio Bang & Olufsen Beoplay M3
B&O Beoplay M3.

Jakarta: B&O, akronim dari Bang & Olufsen sudah dikenal sebagai salah satu pemain di perangkat audio premium yang jelas harganya tidak pernah dibanderol murah. Medcom.id berkesempatan menjajal produk terbaru mereka yang baru saja hadir di Indonesia.

B&O memperkenalkan home wireless speaker Beoplay M3. Seperti yang kami duga speaker ini hadir dengan desain yang memenuhi unsur estetika tinggi. Desainya sangat sederhana, yakni bentuk tabung lonjong dengan bagian grill yang menutup komponen woofer.

Pada bagian belakang atas terdapat tiga tombol fungsi yakni dua tombol untuk mengatur volume dan satu tombol untuk connect button yang berfungsi play/pause button serta menghubungkan speaker Beoplay M3 dengan home wireless speaker B&O lainnya.



Pada bagian bawah dekat grilll terdapat dua lampu indikator yang menjadi indikator daya dan indikator WiFi serta Bluetooth yang tertanam di perangkat ini. Perlu diketahui bahwa perangkat ini adalah home speaker wireless yang membutuhkan koneksi listrik untuk digunakan, tidak seperti portable wireless speaker.

Pada bagian kakinya terdapat sebuah lubang yang kalau terbuka akan terlihat dua tombol fungsi yakni tombol untuk mengaktifkan dan menonaktifkan perangkat ini serta tombol untuk mengaktifkan konektivitas Bluetooth sekaligus Wi-Fi.



Selain itu terdapat lubang untuk kabel daya dan lubang micro USB serta audio jack. Jadi penggunanya tetap bisa menggunakan speaker ini terhubung langsung dengan perangkat seperti smartphone atau mendengarkannya menggunakan earphone sebagai tambahan.

Untuk proses pairing, Anda bisa menggunakan Bluetooth dan Wi-Fi. Apabila Anda ingin melakukan proses pairing lebih dari satu home wireless speaker B&O, Anda harus menggunakan aplikasi mobile bernama Beoplay. Pada aplikasi ini juga tersedia fitur preset equalizer.

Preset yang kami maksud adalah equalizer untuk intensitas audionya. Fitur tersebut mungkin kurang memuaskan bagi pengguna yang cukup spesifik dan menginginkan pengaturan equalizer sendiri.



Masuk ke audionya, B&O Beoplay M3 memang mampu menyajikan kualitas audio yang jernih, tetapi tidak tajam. Dalam beberapa genre musik yang kami coba putar, suara vokalnya jauh lebih tebal ketimbang suara instrumen musiknya.

Hal ini sangat terdengar ketika kami memutar musik bergenre rock dan sejenisnya. Hal yang sama ditemukan pada kualitas bass yang dihasilkan yakni cukup tidak nendang saat dentumannya kencang dan tidak tajam sehingga dentuman bass yang rendah pada lagu yang diputar tidak terdengar.



Berdasarkan video tutorial penggunaan aplikasi Beoplay, dijelaskan bahwa saat kedua wireless speaker B7O bisa menghasilkan kualitas stereo. Maka kami tidak heran apabila hasil audionya tidak tajam karena kami menggunakan hanya satu speaker.

Kesimpulan
B&O Beoplay M3 layak disebut perangkat elektronik yang memenuhi unsur estetika, hal yang memang selalu jadi salah stau daya pikat dari produk Bang & Olufsen. Produk ini sangat indah diletakkan dimana saja asal tidak dilantai.

Sayangnya Beoplay M3 tampaknya ditujukan bagi pengguna yang menginginkan perangkat audio yang dari merek terkenal dan suaranya dijamin bagus. Kami setuju suara Beoplay M3 di atas standar kualitas audio speaker, B&O memang hanya menyajikan perangkat audio premium.

Kualitas audio Beoplay M3 harus diakui mungkin akan mengecewakan pengguna yang sangat detil terhadap audio dari beragam genre musik yang diputar alias audiophile. Ditambah fitur equalizer di aplikasi mobile yang hanya menyediakan preset.

B&O Beoplay M3 diabnderol dengan harag Rp4 jutaan, dan produk ini tergolong yang paling murah di antara lineup home wireless speaker Beoplay.
 
 
 
Bang & Olufsen Beoplay M3
Plus
  • Desain estetis dan menawan
  • Mendukung konektivitas wireless
  • Bisa diintegrasikan dengan lebih dari satu speaker sesuai kebutuhan
Minus
  • Kualitas audio kurang detil 
  • Hanya menyediakan preset equalizer
  • Harga yang mahal untuk sebuah wireless speaker

 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.