Review Laptop

ASUS ROG Strix Hero II, tak Cuma Bisa Game MOBA

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 02 Sep 2018 17:21 WIB
asusreview laptop
ASUS ROG Strix Hero II, tak Cuma Bisa Game MOBA
ASUS ROG Strix Hero II.

Jakarta: Medcom.id akhirnya berkesempatan menjajal seri generasi kedua ASUS ROG Strix Hero yakni Hero II (GL504GM). Oleh ASUS, laptop seri ROG Strix ditujukan untuk kelas menengah, dan seri Hero II disebut untuk penggemar game Multiplayer Online Battle Arena.

Jujur saja, menurut Medcom.id game jenis MOBA bukan game yang berat karena selama ini tidak pernah rakus performa hardware ,ditambah game tersebut termasuk esport. Sewajarnya game esport harus bisa dimainkan oleh banyak perangkat, termasuk yang kelas menengah ke bawah.

Medcom.id yakin bahwa ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) tidak layak hanya digunakan untuk bermain game MOBA karena seharusnya performanya lebih dari itu. 

ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) yang Medcom.id jajal memiliki opsi paket penjualan dengan kapasitas RAM 16GB DDR4 2666MHz dan memori internal yang memadukan 1TB SSHD + 256GB PCIe NVMe M.2 SSD yang dibanderol Rp27.299.000.

Opsi seri yang lebih murah, Rp24.299.000, hadir dengan RAM 8GB DDR4 2666MHz dan memori internal 1TB SSHD + 128GB PCIe NVMe M.2 SSD. Lantas, bagaimana performanya selain untuk game MOBA?

 

Desain

Sebelum bicara performa, Medcom.id sudah jatuh cinta pada desainnya yang kini terlihat jelas mengikuti tampilan sang kakak ASUS ROG Zephyrus M yang pernah kami ulas. Desain sudut persegi yang jauh lebih menarik ketimbang ASUS ROG Strix Hero generasi pertama.



Panel punggung layarnya atau cover hadir dengan desain geometris yang terbelah dengan garis diagonal, yang di tepinya terdapat logo ASUS ROG yang dilengkapi LED RGB sehingga akan berganti warna mengikuti kustomisasi backlit RGB keyboard.

Layarnya berukuran 15,6 inci panel IPS yang didesain memiliki Wide View Anti Glare resolusi 1920 x 1080 dengan refresh rate 144Hz dan response time 3ms. Ditambah bezel super tipis hanya 2,33cm, hasilnya layar lega dengan pergerakan tampilan yang halus tapi responsif serta akurasi warna yang tepat dan tajam.

Konsekuensi dari desain layar tersebut kamera webcam yang biasa menggantung di bezel bagian atas layar harus dipindah ke bagian bawah. Posisinya memang tidak akan menyediakan sudut pandang yang enak saat digunakan.



Apabila ASUS ROG Strix Hero generasi pertama masih terlihat sekali perbedaan kelasnya dengan seri ASUS ROG Zephyrus, menurut kami ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) kini tidak terlihat berbeda jauh dengan seri ROG Zephyrus, kecuali dari ketebalannya.

ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) memiliki bobot hanya 2,4kg dan serta ketebalan 2,61cm . Jelas dua ukuran tadi bukan yang teringan atau tebal. Hakikatnya, ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) bukan ultrabook yang super tipis.



ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) menyajikan keyboard dengan ukuran yang sangat lega lengkap dengan tombol numerikal di sisi kanan serta trackpad dengan tombol klik kanan dan kiri yang sangat tactile.

Tombol QWER memili keycap dengan warna putih transparan yang menjadi ciri khas laptop ASUS ROG Strix seri Hero, pembeda dengan seri SCAR yang mendesainnya di tombol WASD.



Lapisan keyboard dan trackpad ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) dipasang di atas panel material yang dilapisi ornamen garis diagonal yang diberikan teks bertuliskan Republic of Gamers, ornamen hiasan yang akrab dijumpai pada seri motherboard ASUS ROG.

Kualitas backlit LED RGB yang terpasang sangat bagus, dengan tiga opsi intensitas cahaya dan pola nyala yang bisa dikustomisasi lewat software ASUS ROG Gaming Center yang kini menyediakan tombol khusus.



Bicara tombol dedicated, ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) juga menyematkan tombol untuk mengatur volume suara. Desain ini tentu sangat memudahkan di tengah permainan game, tanpa harus meraba tombol kombinasi di keyboard saat ingin mengatur volumenya.

Tidak ketinggalan kini di sisi bagian depan dekat tepian trackpad didesain LED RGB dengan desain memanjang sehingga suasana RGB yang dihasilkan semakin meriah saat bermain dalam kondisi ruangan gelap.



 

Fitur

ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) hadir dengan I/O Port yang tergolong lengkap mulai dari satu port USB 3.1 Gen2 (Type-C), dua port USB 3.1 Gen1, satu port USB 3.1 Gen2, satu mini DisplayPort 1.2, satu port HDMi 2.0 serta satu port RJ-45 dan lubang audio jack 3,5mm.

Laptop ini tidak sepenuhnya gaming karena masih menyediakan port SD card reader yang akan membantu penggunanya dari kalangan fotografer yang masih sangat membutuhkan fitur ini.



Seperti yang sudah disebutkan bahwa ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) masih hadir dengan tombol dedicated untuk mengaskes ASUS ROG Gaming Center. Software ini menyediakan akses fitur hardware, termasuk kebutuhan penggunanya yang ingin menjalakan laptop ini di mode OC.

Software ini masih serupa dengan yang ada di ASUS ROG Zephyrus M. Dari software ini Anda juga mengatur prioritas koneksi internet dari modem WiFi 802.11ac berteknologi 2x2 Wave 2 WLAN, misalnya memprioritaskan koneksi internet untuk game ketimbang aplikasi lainnya.



Audionya didukung dengan teknologi Sonic Studio III yang menyediakan fitur kustomisasi audio menyesuaikan jenis kontan yang berjalan. Ini juga bisa meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan suara yang sama bagus baik menggunakan speaker bawaan maupun headset.

 

Bagaimana Performanya?

ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) dibekali prosesor Intel Generasi ke-8 Core i7-8750H serta kapasitas RAM dan memori internal yang sudah disebutkan di awal. Penggunaan SSHD sangat cerdas karena mampu menyajikan kecepatan setara SSD dengan kapasitas besar layaknya HDD.

Kartu grafisnya menggunakan NVIDIA GTX 1060 6GB GDDR5 yang sangat mencukupi apabila sekadar untuk memainkan game MOBA. Benar saja, saat memainkan game seperti DOTA 2, tidak hanya kualitas warna dan gambarnya yang sangat kaya dan tapi frame ratenya juga tinggi.

Medcom.id tidak terima apabila ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) hanya digunakan untuk bermain game genre MOBA, sehingga kami mengujinya untuk bermain game kelas AAA yang dikenal kerap menjadi standar pengujian kualitas performa gaming.

Hasilnya, dari tiga game kelas AAA yang digunakan, ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) mampu menyajikan performa frame rate menembus 30fps, bahkan 60fps. Oleh sebab itu, kami yakin bahwa ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) tidak hanya untuk bermain game MOBA.



Medcom.id juga melakukan pengujian menggunakan software benchmark untuk kebutuhan komputasi sehari-hari di antara menggunakan software PCMark 10, 3DMark, dan Cinebench R15.
 
PENGUJIAN PCMark 10 3DMark Fire Strike Cinebench R15 (Single) Cinebench R15 (Multi)
SKOR 4990 10084 177 1215

Pada pengujian PCMark 10 diperoleh skor tinggi yang menandakan ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) mampu menjalakan kebutuhan komputasi dengan lancar seperti memutar video, streaming, video call dan lain-lain. Skor tinggi juga diperoleh di pengujian 3DMark Fire Strike yang diartikan laptop ini sangat bisa diandalkan untuk bermain game kelas AAA.

Lalu di pengujian rendering konten menggunakan Cinebench R15 ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) juga masih menghasilkan skor tinggi dalam mode single threading maupun multi threading dengan kecepatan render yang tergolong baik.

Sayangnya, dalam skenario pengujain baterai dengan PCMark 8 dan kondisi kecerahan layar sebesar 50 persen serta alokasi baterai untuk performa sepenuhnya ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) hanya bertahan selama dua jam 11 menit.

Perlu diingatk bahwa laptop ini adalah laptop gaming yang sudah menjadi kodratnya untuk digunakan dalam kondisi baterai tercolok listrik. Apabila ingin tahan lama, maka nonaktifkan backlit LED RGB, ubah kecerahan layar ke paling rendah, serta alokasi baterai sepenuhnya ke mode power saving.

Kesimpulan
ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) hadir dengan peningkat desain dan performa yang harus diacungi dua jempol dibandingkan generasi sebelumnya. Namun, tentu saja ada beberapa poin yang masuh butuh peningkatan.

Embel bahwa ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) ditujukan untuk gamer game genre MOBA menurut Medcom.id hanya bagian dari metode pemasaran tapi sebetulnya ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM) memiliki performa yang sangat bisa diandalkan dan bukan hanya untuk genre game yang kami sebutkan.
 
SPESIFIKASI ASUS ROG Strix GL504 Hero II
Prosesor Intel Core i7-8750H
RAM 16GB / 8GB DDR4 2666MHz
Memori Internal 1TB SSHD + 256GB PCIe NVMe M.2 SSD / 1TB SSHD +128GB PVIe NVMe M.2 SSD
Layar 15,6 inci IPS (1920x1080) 144Hz 3ms
GPU NVIDIA GeForce GTX1060 6GB GDDR5
Bobot 2,4 kg
Dimensi 36,1 x 26,2 x 2,61cm
Harga Rp27,3 juta (RAM 16GB) dan Rp24,3 juta (RAM 8GB)
 
 
9
ASUS ROG Strix Hero II (GL504GM)
Plus
  • Desain tampilan lebih mewah
  • Kualitas layar dan audio memuaskan
  • Keyboard nyaman dan tactile plus backlit RGB
  • Performa memuaskan
  • Kapasitas penyimanan sangat cukup
Minus
  • Bobot masih berat dan bodi tebal
  • Daya tahan baterai singkat

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.