Review Laptop

ASUS VivoBook S501U, Bisa Bekerja dan Bermain

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 09 Dec 2017 16:14 WIB
asusreview laptop
ASUS VivoBook S501U, Bisa Bekerja dan Bermain
ASUS VivoBook S501U. (MTVN)

Jakarta: Perusahaan pembuat smartphone bukan satu-satunya yang berusaha mengurangi bezel pada produknya, begitu juga dengan perusahaan pembuat laptop. Biasanya, bezel tipis pada layar identik dengan laptop premium.

Dengan VivoBook S510U, ASUS berusaha menampilkan bezel yang lebih tipis pada laptop kelas menengahnya. 

Begini performa ASUS VivoBook S510U.
 

Desain

VivoBook S510U memiliki layar "NanoEdge" dengan bezel yang tipis. Memang, bezel pada laptop ini tidak setipis HP Spectre x360. Namun, mengingat keduanya memang masuk ke kelas yang berbeda, itu bukanlah hal yang aneh. Bezel tipis pada VivoBook S510U sudah cukup untuk membuat layar laptop yang berukuran 15,6 inci terpasang pada bodi 14 inci. 

Bodi VivoBook S510U memang terbilang bongsor, tapi ia masih bisa dimasukkan ke dalam tas. Dengan bobot 1,7 kg, laptop ini juga tidak terlalu berat untuk dibawa berpergian. Untuk masalah bodi, ASUS menggunakan aluminium dan plastik. Saya berkesempatan mencoba laptop dengan warna emas, yang terlihat mewah dengan finish brush yang ASUS gunakan. 



Tanpa optical drive, ASUS bisa membuat VivoBook S510U tidak terlalu tebal. Laptop ini memiliki ketebalan kurang dari 2 cm, untuk lebih tepatnya 1,79 cm. Untungnya, ASUS tidak sepelit Apple terkait masalah konektivitas.



Kumpulan port di sisi kanan ASUS VivoBook S501U. 


Dua Port USB dan card reader pada sisi kiri VivoBook S501U. 

Memang, perusahaan asal Taiwan itu memasang port USB Type-C pada VivoBook S5100U, tapi, mereka juga membekali laptop ini dengan 1 port USB 3.0, 2port USB 2.0, port HDMI dan port audio. ASUS bahkan telah membekali VivoBook S510U dengan pemindai sidik jari yang terletak di bagian kanan atas dari touchpad

 

Performa

Dengan prosesor Intel i5-7200U dan RAM 4GB, ASUS VivoBook sudah dapat menawarkan performa yang mumpuni untuk melakukan tugas sehari-hari. Bahkan saat digunakan untuk membuka beberapa program sekaligus, laptop ini memberikan performa yang memuaskan.

Tidak hanya itu, saya juga tidak mendengar suara kipas ketika laptop ini digunakan untuk melakukan multitasking. Selain itu, ia juga tidak menjadi panas ketika digunakan untuk bermain. 

Berkat NVIDIA GeForce 940MX, laptop ini bahkan sudah cukup untuk digunakan bermain game seperti DOTA 2. Ketika menggunakan laptop ini untuk memainkan DOTA 2 dengan pengaturan paling rendah, laptop ini dapat menghasilkan framerate rata-rata 80fps.







ASUS menggabungkan SSD dan HDD untuk VivoBook S510U ini. Dengan begitu, laptop ini bisa melakukan boot-up dengan cepat dan Anda bisa menyimpan file-file besar seperti film atau foto ke dalam HDD dengan memori 1TB. 

VivoBook S510U juga memiliki keyboard yang cukup nyaman untuk digunakan. Memang, keyboard ini tidak meninggalkan kesan, tapi cukup nyaman untuk digunakan. Keyboard dari ASUS terasa standar, dengan travel distance yang cukup dan jarak antar tombol yang juga cukup sehingga mengetik di laptop ini cukup nyaman. 



Sayangnya, touchpad pada laptop ini agak mengesalkan. Touchpad VivoBook S510U cukup lebar. Di bagian bawah, Anda dapat bisa melakukan klik kiri dan klik kanan. Kedua "tombol" ini terpisahkan oleh satu garis tipis. Satu hal yang agak menyebalkan bagi saya adalah klik kanan yang terbaca sebagai klik kiri. 

Untuk masalah baterai, VivoBook S510U memang agak mengecewakan. Ketika diuji menggunakan PCMark, laptop ini tidak dapat bertahan sampai 4 jam. Laptop ini hanya dapat bertahan selam 3 jam 41 menit. Meski angka ini tidak bisa dibanggakan, daya tahan baterai VivoBook juga tidak sangat buruk. 


 

Fitur

ASUS melengkapi VivoBook dengan ASUS Splendid. Salah satu kegunaan dari fitur ini adalah untuk mengurangi paparan blue light sehingga layar lebih nyaman untuk dilihat dalam waktu lebih lama. Selain itu, fitur ini juga dilengkapi dengan 3 mode lain, yaitu normal, Vivid dan Manual. 
 

Kesimpulan

Dengan harga tidak lebih dari 10 juta, ASUS VivoBook bisa menawarkan performa yang mumpuni baik untuk digunakan bekerja atau memainkan game kasual. Layarnya cukup lebar untuk digunakan menonton serta keyboard VivoBook cukup nyaman untuk digunakan mengetik. 

Dua kelemahan pada VivoBook adalah touchpad yang agak rewel dan baterai yang kurang awet. Namun, baterai dari laptop ini pun tidak sangat buruk sehingga tidak mungkin untuk digunakan saat dalam perjalanan. 

 
  ASUS VivoBook S510U
Ukuran Layar  15,6 inci (1920 x 1080 piksel)
Prosesor Intel Core i5-7200U up to 3,1 GHz
GPU Intel HD Graphics 620 + NVIDIA GeForce 940 MX
RAM 4GB
Penyimpanan  128 SSD + 1TB HDD
Bobot 1,7 kg
Harga Rp9.799.000
 

ASUS VivoBook S510U

 

8,4

  • + Performa memuaskan
    + Layar besar dan tajam
     
  • - Touchpad yang rewel
    - Baterai kurang awet
     

 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.