Review Smartphone

Nokia 6, Menjanjikan tapi Kurang Sentuhan Nokia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 19 Dec 2017 16:32 WIB
Nokia 6, Menjanjikan tapi Kurang Sentuhan Nokia
Tampak depan Nokia 6.

Jakarta: Kembali Nokia ke industri smartphone di bawah tangan HMD Global Oy tentu saja mengundang perhatian. Banyak orang bertanya-tanya, apakah ponsel Nokia layak dibeli untuk benar-benar diandalkan terlepas dari keinginan untuk bernostalgia?

Diperkenalkan di akhir Oktober dan mulai bisa didapatkan dengan harga Rp3,3 juta Nokia 6 hadir sebagai smartphone Nokia dengan spesifikasi tertinggi di jajaran untuk Indonesia saat ini. Dijual dengan harga yang jarang disentuh oleh merek lain membuat saya penasaran.

Jujur saya untuk membandingkan smartphone ini dari segi spesifikasi di antara smartphone lain yang dirilis di tahun ini mungkin mudah namun membandingkan dari sisi harga yang setara sangat sulit.

 

Desain

Nokia 6 memang berbeda dengan tren smartphone saat ini yang semakin mirip satu sama lain. Nokia 6 tidak memiliki desain yang tipis, terutama di bagian tepinya agar terasa ergonomis saat digenggam.

Dengan ketebalan  7,85 mm dan bobot 169 yang didominasi material metal aluminum, Nokia 6 terasa sangat solid. ketika digenggam terasa sekali tidak nyaman seperti smartphone lain yang memiliki tepian bodi membulat sehingga terasa pas di lekuk tangan.



Di bagian depan Nokia 6 melapisi wajah perangkatnya dengan lapisan kaca melengkung. Pada bagian belakang cangkahnya menggunakan material plastik denga sentuhan matte. Sejauh penglihat memang Nokia 6 memiliki desain yang mewah tapi ada beberapa kekurangan.

Anda akan menemukan bagian kamera yang menonjol. Sebetulnya kamera tersebut cukup aman karena dilapisi kaca, tapi tidak bingkainya. Dijamin bagian tersebut perlahan akan tergores.



Kekurangan lain ada tombol volume dan power di sisi kanan yang hanya berupa tonjolan tipis. Jika smartphone lain dengan tombol yang sangat menonjol seiring waktu akan kehilangan daya pegasnya, maka dikhawatirkan hal tersebut cepat terjadi pada Nokia 6.



Pada bagian bawah layar Nokia 6 melekat tombol kapasitis untuk back, recent apps, dan home. Untuk tombol back dan recent apps keduanya dilengkapi dengan backlit sedangkan tombol home yang berfungsi sekaligus fingerprint tidak dibenamkan backlit.

Nokia 6 memiliki ukuran layar 5,5 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) dengan panel IPS LCD yang dilapisi Corning Gorilla Glass dan layar melengkung 2,5D. Selama penggunaan untuk bermain dan menonton video kualitasnya sangat memanjakan mata.



Dalam penggunaan di luar ruangan dengan kondisi cahaya matahari yang sangat terang layarnya mampu mengurangi pantulan cahaya sehingga tampilan seperti teks dan gambar masih terlihat jelas tanpa harus menambahkan intensitas cahaya di layar.

Apabila Anda membutuhkan intensitas cahaya di layar yang lebih terang lagi Nokia 6 terlihat mampu menaikkan tingkat cahaya cukup baik, secara cepat mampu beradaptasi dengan kondisi cahaya di sekitarnya.

Saat dipergunakan untuk memainkan game atau menonton cukup lama layarnya tidak menghasilkan panas yang mengkhawatirkan. Jadi saya cukup tenang.

 

Antarmuka dan Software

Nokia 6 berjalan di sistem operasi Android 7.1 Nougat. Sampai saat ini saya belum mendapatkan pembaruan ke Android 8.0 Oreo tapi pihak Nokia menjanjikan bahwa Nokia 6 akan mendapatkannya.

Antarmuka yang digunakan adalah bawaan Android murni tanpa modifikasi. Di satu sisi saya menyukainya karena artinya antarmuka tersebut sangat ringan.

Namun, di satu sisi saya juga sangat menyayangkan karena HMD Global tidak memberikan sentuhan untuk antarmuka Nokia. Padahal konsumen tentu tidak hanya ingin merasakan perbedaan smartphone Nokia dari segi perangkat tapi pengalaman dari sisi antarmukanya.



Hal mengecewakan dari antarmuka Nokia 6 juga masih bisa dirasakan ketika saya mengakses fitur kamera di smartphone. Antarmuka yangdipergunakan sangat sederhana tapi tidak praktis. 

Untuk mengganti mode pengambilan foto atau video beserta efek dan pengaturannya, saya harus memilih banyak tombol dan juga beralih ke halaman lain. Padahal, kesempatan untuk mengabadikan momen harus secepat mungkin.

Boleh dibilang Global HMD sebagai pemilik hak produksi sangat mengabaikan user experience dari sisi antarmuka yang harus juga bisa jadi nilai jual atau ciri khas Nokia.

 

Kamera dan Video

Jika dahulu ponsel Nokia selalu menggandeng vendor optik Carl Zeiss untuk setiap optik kameranya maka kali ini tidak. Saya sempat cemas akan hal tersebut dan benar saja beberapa kali kamera Nokia 6 sulit mendapatkan kontras warna sesuai warna objek foto.

Nokia 6 dibekali kamera belakang 16MP dengan aperture f/2.0 didukung dual LED flash. Kamera depannya memiliki kemampuan 8MP.

Saya sangat sering mendapatkan foto dengan warna yang agak menguning atau membiru. Selain itu, kemampuan mengambil fotonya memiliki rentang waktu yang sangat terasa lambat jika dibandingkan smartphone lain. Apalagi ketika mode HDR aktif.



Dalam kondisi penggunaan di luar ruangan dengan kondisi cahaya yang cukup, hal ini tidak menjadi masalah, foto cukup tajam tapi warnanya kurang kuat sehingga terasa datar. Jika dipergunakan dalam kondisi pencahayaan minim maka hasilnya cukup bagus.

Saya justru menyukai kamera belakang Nokia 6 ketika digunakan di luar ruangan dengan objek foto yang didukung cahaya yang cukup, begitu pula di dalam ruangan. Kemampuannya menangkap cahaya sangat bagus saat itu.



Bagaimana dengan kamera depannya? Kondisi yang sama ditemukan ketika saya gunakan saat selfie, yakni warna yang tidak kuat bahkan terlihat agak membiru warnanya. Kontras warnanya kurang bagus.

Untuk penggunaan di luar ruangan dengan kondisi pencahayaan yang minim kurang bagus termasuk hasil warnanya sehingga berakibat foto tidak akan tajam. Hanya ada 4 mode pengambilan foto yakni mode manual, Panorama, HDR, dan Beauitify.



Untuk kemampuan merekam video Nokia 6 cukup baik dengan resolusi maksimal 1080p kecepatan 30fps. Tersedia 3 mode: manual, timelapse, dan slow motion. Untuk pengalaman audionya Nokia 6 sudah dibekali fitur Dolby Atmos.

 

Performa

Dibalik tampilan desain Nokia 6 yang terbilang mewah smartphone ini membawa spesifikasi nanggung yakni kapasitas RAM 3GB dan memori internal 32GB yang bisa ditambah dengan MicroSD dalam slot hybrid dual SIM. Prosesornya menggunakan Qualcomm Snapdragon 430 octa-core.

Setidaknya RAM 3GB adalah syarat minimal untuk smartphone saat ini yang semakin sering dipergunakan untuk multitasking serta menjalankan aplikasi yang semakin berat. Nokia 6 membuktikan bahwa perangkat ini mampu.



Nokia 6 mampu bermain game Asphalt 8: Airborne dengan konfigurasi grafis maksimal dan tetap berjalan lancar. Smartphone ini tidak terasa cepat panas bahkan tidak panas saat bermain, hanya terasa sedikit hangat.

Berbekal baterai 3.000 mAh mungkin bagi sebagian orang merasa baterai ini tidak terbilang besar. Saat ini baterai besar adalah yang berkapasitas 4.000 mAh atau lebih hingga mendekati 5.000 mAh. Di luar ekspektasi, baterainya mampu bertahan hingga mendekati 9 jam pemakaian.



Kesimpulan
Nokia 6 adalah salah satu bukti keseriusan mereka terjun di industri smartphone. Membawa nama Nokia tampaknya mereka tidak mau memberikan desain yang pasaran bahkan terlihat murah.

Sayangnya, Nokia 6 tampak hadir sebagai momen memanfaatkan nama legenda tersebut di industri smartphone. Nokia absen dalam memberikan sentuhan khas di antarmukanya, terlepas dari performa yang cukup baik.

Kamera menjadi satu kekurangan lain di Nokia 6. Penggemar Nokia pasti familier dengan kamera mereka yang menggunakan optik buatan Carl Zeiss. Kali ini perbedaannya sangat terasa karena kualitas fotonya kurang memuaskan.

Untuk harga Nokia 6 hadir di harga yang terbilang jarang disentuh oleh banyak merek smartphone, aplagi dengan spesifikasi yang terbilang tanggung maka Nokia 6 memiliki banyak pesaing dari sisi spesifikasi maupun harga.

 
  Nokia 6
Prosesor Qualcomm Snapdragon 430
RAM 3GB
OS Android 7.1. Nougat 
Memori Internal 32GB
Kamera Depan 8MP, Belakang 16MP
Baterai 3.000 mAh
Layar 5,5 inci Full HD
Harga Rp3.299.000
  

Nokia 6

 

7,8

  • Desain keseluruhan mewah
    + Performa cukup oke
    + Daya tahan baterai panjang

     
  • Desain kurang nyaman digenggam
    - Desain tombol power dan volume rentan rusak
    - Antarmuka sederhana tanpa sentuhan Nokia
    - Kamera tidak memuaskan
     

(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.