Review Peripheral

TP-Link Deco M5, Seperti Punya Tiga Router Sekaligus

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 24 Mar 2018 23:22 WIB
tp-linkreview peripheral
TP-Link Deco M5, Seperti Punya  Tiga Router Sekaligus
TP-Link Deco M5.

Jakarta: Fasilitas Wi-Fi di rumah pasti selalu punya lokasi blank spot. Permasalahan ini yang ingin dijawab dengan teknologi mesh Wi-Fi yang dibawa TP-Link Deco M5.

Anda hanya menghubungkan salah satu perangkat TP-Link Deco M5 dengan kabel ethernet, maka perangkat lainnya akan bekerja sebagai router extender yang bisa terhubung dengan WiFi serta menaruhnya dimana saja agar seluruh ruangan tersedia koneksi Wi-Fi.

Setiap paket penjualan TP-Link Deco M5 di dalamnya terdapat tiga buah perangkat. Tidak ada urutan tertentu mana yang harus terhubung dengan kabel ethernet, salah satu dari ketiga sama-sama bisa menjadi router utama yang akan titik utama.

Desain
TP-Link Deco M5 memiliki desain yang jauh lebih menarik ketimbang router yang ada di pasaran. Bentuknya membulat seperti tablet dengan warna putih. Jadi, apabila Anda terpaksa harus menaruh perangkat ini di atas sebuah meja, maka masih terlihat pas dengan interior ruangan.



Berbeda dengan router biasanya yang dihiasi dengan tangka arena sehingga posisi menaruhnya akan selalu tersembunyi dan berakibat jangkauan coverage Wi-Fi yang disebarkan tidak sesuai dengan lokasi yang diinginkan.

Berdasaran informasi di situs TP-Link, Deco M5 hadir memiliki kemampuan MU-MIMO dual-band, satu di 2,4GHz dengan kecepatan 400Mbps dan satu lagi 5GHz di kecepatan 867Mbps. Tidak ada antena di bagian luarnya karena TP-Link menggunakan empat antena internal.



Pada bagian belakang terdapat satu lubang untuk terhubung dengan kabel adapter untuk mengaktifkannya. Anda tetap bisa menghubungkan ketiga Deco M5 dengan kabel LAN atau menghubungkan setiap perangkat langsung dengan kabel ethernet.



Proses Pemasangan
Untuk pengoperasiannya, TP-Link Deco M5 menggunakan sebuah aplikasi di ponsel. Kami sempat berpikir bahwa instalasi atau pemasangannya akan sulit. Ternyata mudah.

Pertama Anda harus menghubungkan ketiga unit Deco M5 dengan kabel adapter untuk menyalankannya, kemudian menghubungkannya dengan kabel sumber internet, bisa salah satu maupun ketiga agar sinyal dan kecepatan lebih baik.

Aplikasi di ponsel akan meminta Anda Bluetooth di ponsel terhubung dengan unit Deco M5. Satu per satu setiap unit Deco akan terhubung dan Anda bisa memberikan nama untuk tiap unit yang terhubung.



Kami memberikan nama sesuai lokasi atau ruangan tempat unit tersebut diletakkan, tujuan agar kami mudah mengenalinya. Di dalam aplikasi nantinya juga terdapat halaman monitoring yang akan memperlihatkan informasi apabila salah satu unit Deco M5 tidak berfungsi atau lokasinya terlalu jauh dari unit lainnya.

Performa
Berdasarkan pengujian yang kami lakukan memang ketiga perangkat ini mampu membuat jangkauan Wi-Fi yang luas. TP-Link sendiri menyebutkan bahwa satu unit perangkat Deco M5 mampu menyediakan jangkauan 1.500 kaki persegi atau sama dengan 457 meter persegi.

Namun, kami menemukan bahwa kekuatan koneksi Wi-Fi yang ditawarkan di tiap unit tidak akan sama, apabila hanya ada satu unit yang terhubung langsung ke kabel sumber internet. Jadi sangat disarankan apabila ketiga unit Deco M5 terhubung dengan kabel internet.

Hal ini memang kendala dari sebuah mesh Wi-Fi, teknologi ini mampu menyebarluaskan jangkauan Wi-Fi dengan mudah tanpa instalasi, tapi kekuatan sinyalnya akan terbagi-bagi.

Berdasaran fitur yang ada di aplikasi pendamping Deco M5 bisa dioperasikan sebagai router maupun access point. Jadi apabila Anda belum memiliki router, Anda bisa membeli TP-Link Deco M5.

Apabila Anda sudah memiliki router, maka TP-Link Deco M5 bisa digunakan sebagai access point untuk menyediakan fitur mesh WiFi.

Fitur
Meskipun dinilai tidak memiliki performa untuk menyediakan kecepatan Wi-Fi yang lebih kuat ketimbang router biasanya, TP-Link Deco M5 masih membawa fitur yang lengkap layaknya router.

Seluruh fitur tersebut bisa diakses lewat aplikasi pendamping. Beberapa fitur umum yang tersedia adalah antivirus dan parental control. Antivirus yang tertanam di Deco M5 didukung dari layanan perlindungan siber Trend Micro.



Pada fitur parental control Anda juga bisa membuat kustomisasi seperti alamat maupun jenis situs dan aplikasi yang tidak bisa diakses ketika terhubung Wi-Fi dari Deco M5. Lebih lengkap lagi, Anda juga bisa mengatur hari dan jam situs atau aplikasi tersebut ditutup aksesnya.

Tersedia juga opsi untuk memprioritaskan jenis kegiatan online dan menyesuaikannya dengan bandwidth internet yang disalurkan lewat TP-Link Deco M5.



Kesimpulan
TP-Link Deco M5 menjadi solusi bagi pengguna fasilitas Wi-Fi yang sering mengalami kendala blank spot di dalam rumahnya. Banderol harganya yang hanya Rp4 juta untuk tiga unit sekaligus sebanding dengan harga satu buah router high-end yang harganya bisa lebih mahal lagi.

Desain TP-Link Deco M5 juga terbilang menarik, sehingga sebanyak apapun Anda menaruhnya di rumah, hal itu tidak merusak interior rumah Anda.
 
 
 
TP-Link deco M5
Plus
  • Desain masih memiliki nilai estetika
  • Pemasangan mudah
  • Hadir denagn tiga perangkat sekaligus yang bisa menjadi router
Minus
  • Kemampuannya standar, lebih unggul dari router tunggal
  • Harga tergolong mahal



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.