Review Smart Plug

Menjajal Perangkat Pintar TP-Link HS100

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 11 Aug 2017 20:21 WIB
teknologitp-linkreview peripheral
Menjajal Perangkat Pintar TP-Link HS100
Contoh penggunaan smart plug.

Metrotvnews.com, Jakarta: TP-Link, perusahaan asal Tiongkok yang dikenal sebagai penyedia perangkat jaringan seperti router, kini mulai memasuki ranah IoT atau Internet of Things. Salah satu produk yang mereka sediakan adalah Smart Wi-Fi Plug. 

Kali ini, Metrotvnews.com mendapatkan kesempatan untuk mencoba model HS 100. Model ini kompatibel dengan jaringan WiFi 2,4GHz, yang berarti semua jaringan WiFi. 

Untuk menggunakan Smart Wi-Fi Plug, pertama Anda harus mengunduh aplikasi Kasa, yang tersedia di App Store dan Play Store. Setelah itu, Anda bisa masuk ke dalam aplikasi, yang bisa tetap Anda gunakan walau tidak membuat akun. 



Tanpa akun sekalipun, Anda bisa mengendalikan Smart Plug via aplikasi. Sayangnya, tanpa akun, Anda tidak bisa melakukan pengendalian dari jarak jauh. Fungsi kendali dari jarak jauh hanya bisa diaktifkan jika Anda telah membuat akun -- yang prosesnya cukup mudah karena Anda cukup memasukkan email dan password

Melalui aplikasi, Anda bisa mematikan atau menyalakan Smart Plug. Selain itu, Anda juga bisa membuat jadwal kapan Smart Plug akan menyala dan mati. Selain itu, Anda juga bisa mengaktifkan fitur Away Mode, yang akan menyalakan dan mematikan Smart Plug secara random selama mode ini aktif. 

Anda juga bisa menggunakan fungsi Timer, yang berfungsi untuk mematikan/menyalakan Smart Plug setelah beberapa waktu. Dengan Timer, 23 jam 59 menit adalah durasi paling lama yang bisa Anda pilih.



Apa fungsi Smart Plug? Anda bisa menghubungkan ekstensi kabel/kabel roll pada Smart Plug sehingga mematikan perangkat cerdas ini berarti semua perangkat yang terhubung ke ekstensi kabel juga akan berada dalam keadaan mati. Hal ini bisa membantu Anda untuk menghemat listrik atau memastikan tidak ada perangkat listrik yang menyala saat Anda tidak ada di rumah.

Cara mengaktifkan Smart Plug
Pertama, Anda harus mengunduh aplikasi Kasa. Di sini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendaftarkan Smart Plug sebagai salah satu alat yang bisa dikendalikan melalui aplikasi. Selain Smart Plug, TP-Link juga menyediakan berbagai perangkat smart home lain yang bisa dikendalikan melalui aplikasi Kasa, seperti Smart Router, Smart Bulb, WiFi Extender dan lain sebagainya. 



Saat Smart Plug dicolokkan, lampu sinyal WiFi akan menyala berwarna hijau. Dalam aplikasi Kasa, Anda akan diminta untuk melakukan reset dengan menekan tombol kecil di dekat lampu Smart Plug. Tekan tombol itu selama beberapa detik dan lampu sinyal WiFi akan berkelip hijau dan oranye. Setelah itu, Anda bisa menamai Smart Plug dan memilih ikon dari perangkat tersebut. 

Kesimpulannya, smart plug adalah salah satu perangkat pintar yang mungkin tidak terlalu berguna untuk setiap orang. Di sisi lain, perangkat ini bisa membantu mengawasi pemakaian listrik, dan Anda bisa mencegah konsumsi yang tidak perlu saat tidak berada di rumah. Penggunaan perangkat pintar ini seperti ini memang masih memerlukan edukasi, dan pengguna baru bisa merasakan manfaatnya setelah beberapa waktu pemakaian.

Bagaimana dengan harganya? TP-Link HS100 dibanderol sekitar Rp450 ribu, dan harganya belum bisa dibilang kompetitif. Bukan karena ada produk berkualitas lainnya yang lebih murah, melainkan karena belum banyak pemain perangkat ini yang masuk ke pasar Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.