Review Smartphone

LG V20, Ponsel Premium dengan Gaya Sendiri

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 27 Dec 2016 13:10 WIB
lgreview gadget
LG V20, Ponsel Premium dengan Gaya Sendiri
LG V20

Metrotvnews.com, Jakarta: LG tampaknya ingin kembali bersaing di pasar ponsel Indonesia melalui satu produk unggulan teranyar, LG V20. Smartphone ini memang menjadi jawaban LG untuk Tanah Air, setelah sebelumnya mereka memutuskan untuk tidak membawa masuk LG G5.

Masuknya LG V20 membuktikan bahwa mereka masih ingin bersaing di pasar premium, dan bersiap memenuhi kebijakan pemerintah. Terlepas dari hal itu, kali ini saya akan mengulas ponsel yang akan menjadi senjata utama LG untuk pasar Indonesia akhir 2016 dan awal 2017. Berikut ulasan Metrotvnews.com.


Desain

Menarik, itulah kesan pertama saya ketika melihat sisi depan LG V20. Desain yang diusung memang sangat premium, walaupun masih kalah jika diadu dengan Galaxy S7 Edge. Namun, sisi depannya terlihat cukup keren dengan penyematan layar yang menutupi hampir seluruh sisi ini. Anda hanya bisa melihat bingkai bodi pada pinggir atas dan bawah. Konsep layar ini membuatnya seperti punya tampilan visual bezel-less. Terdapat ruang khusus untuk kamera depan di pinggiran atasnya.

Sebagai ponsel flagship yang masuk ke Indonesia akhir 2016, LG V20 menawarkan antarmuka baru, USB Type-C. Antarmuka ini memang menawarkan beberapa kelebihan, seperti konektor yang tidak mudah rusak dan pengisian daya yang lebih cepat. Di sisi lain, Anda harus memastikan selalu membawa kabel USB Type-C, seandainya Anda harus mengisi baterainya ketika berpergian.



Alternatifnya, Anda bisa menyiapkan adapter khusus USB Type-C yang sebenarnya juga tersedia dalam paket penjualan LG V20. Antarmuka USB Type-C ini terpasang antara speaker dan jack audio 3,5 inci.

Sisi belakang LG V20 bagi saya cukup keren. Anda bisa melihat logo Bang & Olufsen dan V20, ditambha dengan sensor sidik jari. Uniknya, sensor ini bisa ditekan, dan berfungsi sebagai tombol power. Pada bagian ini Anda juga dapat melihat dua kamera dengan posisi yang agak menonjol. Bagian ini dilapis dengan material tambahan untuk mencegah lecet ketika ponsel diletakkan di meja. 

Aspek yang paling menarik dari LG V20 adalah desain bodi yang tidak menyatu. Artinya, Anda dapat membuka penutup belakang berbahan metal ini, dengan cara yang unik pula. Tidak perlu menggunakan kuku untuk membuka celah di pinggiran bodi, LG V20 menyediakan tombol khusus di pinggiran. Tombol ini memang tidak begitu menonjol, dan tidak memiliki kesan tekan untuk merekam foto.





Begitu melihat dalamnya, LG V20 rupanya menggunakan baterai yang dapat dilepas. Konsep ini pada dasarnya sudah tidak digunakan oleh ponsel flagship kebanyakan. Vendor ponsel lebih menginginkan smartphone premium mereka tidak menyediakan akses yang rumit. LG V20 menyediakan dua slot kartu SIM, ditambah satu slot karu Micro SD yang terpisah. 

Secara keseluruhan, LG V20 memiliki desain yang tegas. Ukuran layar yang agak besar memang membuatnya mudah terlepas ketika digunakan satu tangan. Selain itu, bodi metal juga membuatnya mudah panas. Namun, desain pinggirannya ternyata memiliki grip yang memadai untuk mereka yang tangannya kecil.
 



Software & Antarmuka

LG V20 mengadopsi sistem operasi teranyar, Android 7.0 Nougat dengan antarmuka LG UX 5.0. Antarmuka khusus ini memiliki beberapa fitur yang menurut saya cukup eksklusif dan menarik. Secara tampilan, LG UX 5.0 dalam LG V20 menawarkan berbagai fungsi unik yang tidak saya temukan pada antarmuka khusus lainnya. Selain menggunakan elemen warna yang cerah dan sejuk, antarmuka ini menawarkan penggunaan App Drawer. Anda yang tidak ingin tampilan muka penuh dengan aplikasi, bisa mengaktifkan App Drawer. Saya sendiri lebih menyukai tampilan tanpa App Drawer, dengan mengatur sendiri pilihan aplikasi yang tampil.

Kelebihan LG UX 5.0 berikutnya adalah notifikasi khusus via layar kecil di sisi atas. Unik, selain notifikasi seperti pesan atau email baru, Anda juga bisa mengatur tampilannya, termasuk penggunaan nama asli, yang datanya diambil dari email. Anda juga bisa mengakses beberapa fungsi lain seperti WiFi atau Bluetooth lewat layar kecil ini. Layar ini aktif hanya ketika ponsel dipegang, atau dengan kata lain tidak akan aktif ketika Anda memasukkannya ke dalam saku celana. Sejauh saya menggunakannya, tidak ada dampak signifikan terhadap konsumsi baterai.





Pengaturan sistem seperti konektivitas, suara, dan layar terlihat lebih rapih. LG membaginya menjadi beberapa Tab, sehingga pengguna tidak perlu sering menggeser panel. Selain tiga tombol utama Home, Back, dan Menu, LG V20 memiliki satu tombol tambahan dengan fungsi tertentu, salah satunya adalah Smart Swipe. tombol ini memungkinkan pengguna menerima panggilan telepon menggunakan kartu SIM yang berbeda ketika nomor yang dituju tidak terhubung atau tidak mendapatkan sinyal.

Untuk bloatware, LG V20 tidak memiliki aplikasi hiasan yang banyak, sehingga performa OS ini cukup enteng, sekalipun Anda telah memasang layanan jejaring sosial yang cukup banyak. Aplikasi bawaan pada umumnya mengusung tema Smart, dan jika Anda penasaran aplikasi-aplikasi ini memiliki guna yang tepat.



Terkait keamanan, LG UX 5.0 mengandalkan sistem proteksi standar, termasuk pemindai sidik jari. Kecepatan respons pemindai ini juga sangat cepat. Tidak sampai di situ, Anda juga bisa mengunci akses ke beberapa aplikasi, seperti foto dan catatan. Ini untuk menghindari kebocoran data penting ketika orang lain menggunakan LG V20. LG UX 5.0 juga mampu menyimpan profil konektivitas ketika pengguna berada di dalam atau di luar rumah.

 

Kamera

LG V20 mengikuti tren ponsel flagship saat ini, yaitu dengan menyematkan dua kamera belakang. Seperti biasa, fungsi kamera kedua adalah meningkatkan akurasi hasil jepretan, dan LG V20 memang sanggup mengambil foto dengan kondisi pencahayaan yang cukup sulit.

Kamera belakang ini mampu menyediakan detil objek dan warna yang tepat, termasuk ketika merekam foto dalam kondisi cahaya terbatas. Hanya saja, dalam beberapa skenario, pencahayaan yang biasa muncul dari langit biasanya cenderung berlebihan.





LG V20 menyediakan beberapa efek foto standar yang juga tersedia pada ponsel unggulan lainnya. Kamera belakang ini mampu merekam foto hitam putih dengan kualitas yang layak diperhitungkan. Anda bisa melihat satu teknik perekaman foto yang menarik, membuat sudut pandang lebih luas, tetapi hasil jepretan akan seperti ketika kamera menggunakan lensa fish eye. Anda bisa melihat satu contohnya di bawah ini.







LG V20 lebih optimal ketika dipakai dalam mode manual. Kustomisasi mode ini memang ccukup banyak, dan Anda punyya kesempatan besar untuk menciptakan foto yang jauh lebih baik ketika merekamnya dalam mode otomatis. Anda bisa mengurangi detil dan pencahayaan dari langit yang cederung berlebihan dengan mengunci batasan lensa dalam menangkapnya. Harus diakui, dalam kondisi cahaya terbatas seperti di ruang keluarga, LG V20 masih bisa menangkap foto dengan baik.

Untuk kamera selfie, Anda mungkin tidak akan mengunggulkan LG V20. Mode beautify memang biasanya membuat penggunanya lebih cantik atau lebih tampan. Sayangnya, efek beautify ini cenderung aneh, membuat wajah pengguna semakin pucat ketimbang menawan. Hasil swafoto justru lebih akurat dan lebih bagus ketika tidak menggunakan mode tersebut.




  

Performa & Baterai

Sesuai kelasnya, Anda bisa mengharapkan spesifikasi tercanggih 2016 dari LG V20. Smartphone ini menggunakan prosesor teranyar Qualcomm Snapdragon 820 dengan RAM 4GB. Anda mungkin bertanya, mengapa sekelas LG V20 tidak mengusung RAM yang lebih besar. Kombinasi kedua komponen ini sudah tepat karena LG melakukan optimlisasi di software. Prosesor canggih tentunya sanggup menampilkan resolusi 2560x1440 pixel di layar 5,7 inci.

Berhubung premium, segala macam pekerjaan sanggup dijalankan LG V20. Anda tidak perlu membatasi jumlah aplikasi yang terpasang karena memori internalnya sebesar 32GB, tak lupa dengan dukungan slot micro SD. Sayangnya, Anda akan merasakan panas ketika menggunakannya untuk memutar film beresolusi tinggi atau bermain game dengan tampilan grafis mumpuni. Sekadar informasi, Anda bisa memainkan game mobile apapun dengan pengaturan visual maksimal, dan game ini akan berjalan dengan kecepatan minimal 60 fps, tergantung game itu sendiri.





Untuk baterainya, Snapdragon 820 memiliki manajemen daya yang cukup baik. Dalam keadaan standby saja, inti prosesornya bisa tidak aktif sepenuhnya, sehingga konsumsi daya akan lebih irit. Untuk penggunaan sehari-hari, Anda bisa memakainya lebih dari 10 jam. Padahal, layar dan resolusi yang besar pasti jadi pertanyaan konsumen untuk LG V20. Itulah kenapa LG menanamkan daya baterai yang tidak kecil. Penggunaan kelas berat seperti game, browsing, membuka lebih dari 3 media sosial, dan kegiatan lainnya yang menekankan kinerja prosesor.

Pertanyaan berikutnya yang muncul di benak konsumen adalah bagaimana dengan panasnya, mengingat LG V20 mengugnakan bodi belakang metal yang bisa dilepas. Harus diakui, dalam beberapa macam skenarion penggunaan, LG V20 menghasilkan panas yang cukup terasa dan merata. Penggunaan bodi metal justru membuat panas ini menyebar dengan cepat. Di sisi lain, bodinya juga lebih cepat dingin. Anda tidak akan sering menemukan panas berlebih, dan panas ini hanya muncul ketika menjalankan aplikasi dengan sinyal jaringan yang lemah. 

 

Kesimpulan

LG V20 adalah ponsel premium yang punya gaya sendiri. Selain bodi yang menarik, smartphone ini menawarkan segudang fitur software yang mempermudah pengoperasian. Performa tinggi tentunya adlaah sebuah keharusan untuk ponsel Android premium. Sayangnya, untuk mereka yang mengaharapkan kualitas kamera yang wah, LG v20 mungkin akan berada di bawah ekspektasi.

Sebagian pengguna mungkin lebih memilih Samsung Galaxy S7 Edge karena memiliki desain yang lebih menarik dan harga yang kompetitif. Di sisi lain, LG memiliki beragam fitur software yang bisa memanjakan penggunanya dengan cara yang lebih mudah. Selain itu, ponsel ini juga cocok untuk mereka yang menginginkan produk yang tampil beda. Dengan banderol harga sekitar Rp9 juta, LG V20 adalah salah satu produk premium terbaik versi Metrotvnews.com 2016. 
  LG V20
Prosesor Qualcomm Snapdragon 820 @2,15GHz quad-core
RAM 4GB
OS Android 7.0, LG UX 5.0
GPU Adreno 520
Memori Internal 32 GB
Kamera 16MP + 8MP (belakang), 5MP (depan)
Baterai 3.200 mAh
Layar 5,7 inci (1440 x 2560 pixel)
Harga Rp9.499.000

LG V20

 

8,6

  • Desain tampil beda
  • Fitur software lengkap
  • Pemindai sidik jari sangat responsif
  • Operasional tahan lama
  • Kamera perlu perbaikan software
  • Kualitas speaker kurang menonjol



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.