Review Laptop

ASUS ZenBook Pro 15 UX580, ScreenPad untuk Multitasking

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 18 Dec 2018 14:22 WIB
asushardwarereview laptoplaptop
ASUS ZenBook Pro 15 UX580, ScreenPad untuk Multitasking
ASUS ZenBook Pro 15 (UX580) .

Jakarta: Pertama kali diperkenalkan pada Computex 2018, ASUS akhirnya memboyong laptop ZenBook Pro15 UX580 ke Indonesia. Laptop ini digadang sebagai laptop profesional tercanggih berkat ASUS Screenpad.

Umumnya, kita mendengar istilah trackpad atau mousepad maupun touchpad pada sebuah laptop. ASUS ZenBook Pro 15 UX580 memiliki komponen bernama ScreenPad. Medcom.id langsung menjajal kemampuan laptop yang dibanderol Rp35 juta ini
.
 

Desain


Sebelum bicara mengenai bagian ScreenPad, Medcom.id ingin memperkenalkan desain dari laptop terbaru seri ZenBook ini. Seperti yang diketahui bahwa ZenBook Pro adalah segmen laptop mewah dari ASUS dan menyasar target kalangan profesional.

ASUS ZenBook Pro 15 UX580 hadir dengan bodi yang ramping. Bobotnya tidak ringan untuk kelas profesional. Dimensi bodinya 14,37 x9,49 inci dengan ketebalan 0,74 inci dan bobotnya sekitar 1,88 kg. Bobot tersebut dinilai wajar karena menggunakan material metal di seluruh bodinya.



Namun, bagian punggung dari layarnya dibalut dengan finishing yang kurang menarik. Seandainya dibuat sedikit lebih mengkilap, mungkin akan terlihat semakin mewah. Kemewahannya bisa terlihat dari aksen warna emas di tepian laptop.

Penampang keyboard di dalamnya dilapisi tampilan metal brush. Ukurannya keyboard laptop ini terasa cukup lega tanpa numpad namun keycap yang diberikan cukup halus alias tidak bertekstur, sehingga bagi beberapa pengguna mungkin terasa agak licin.



Layarnya sendiri mengusung ukuran 15,6 inci panel LED dengan bezel tipis. Resolusi gambarnya mendukung 4K UHD (3840x216) yang didukung standar  warna Pantone. Tidak heran kualitas warna dan kecerahan layarnya mantap dan akurat, sehingga pas untuk prorfesional yang melakukan penyuntingan foto atau video.

Bagi kalangan profesional pebisnis, layar ASUS ZenBook Pro 15 UX580 juga mendukung layar sentuh sehingga ukuran layarnya yang lebar semakin mudah digunakan untuk multitasking.



Persis di bagian bawah jajaran keyboard terdapat ruang untuk palm rest yang tersedia pemindai sidik jari sebagai fitur khas laptop profesional dan ASUS Screepad ukuran 5,5 inci.

ScreenPad dijelaskan ASUS sebagai mousepad atau trackpad pintar karena mampu digunakan sebagai layar kedua dari laptop yang tutur mendukung fitur layar sentuh. ScreenPad hadir dengan ukuran 5,5 inci resolusi FHD (1920x1080) Super IPS+, menyerupai layar smartphone.

Meskipun menggunakan panel kaca ScreenPad tetap menghadirkan pergerakan pointer yang presisi dan harus diakui agak sedikit keras atau terasa berat saat diklik.

 

Fitur


ASUS ZenBook Pro 15 UX580 memang memiliki bodi ramping tapi tidak berarti memangkas I/O Port yang tersedia. Di antara tersedia satu port HDMI dan dua port Thunderbolt 3 USB 3.1 Gen2 Type-C dan di sisi kanannya terdpaat dua port SUB 3.1 Gen2 Type-A dan slot MicroSD serta audio jack.



Kemudian ScreenPad juga menjadi fitur paling menarik. Kami membuat satu artikel tersendiri mengenai pengalaman menggunakan ScreenPad. ScreenPad ASUS ZenBook Pro 15 UX580 memiliki tiga mode penggunaan, mode ScreenPad, Touchpad, dan Extender.

ScreenPad bisa menjadi kontrol atau shortcut untuk membuka beragam aplikasi yang terpasang di ASUS ZenBook Pro 15 (UX580) dan saat aplikasi terbuka maka juga bisa menjadi toolbar dari fitur di dalam aplikasi.

Sementara di mode Extender jendela aplikasi yang ada di layar, misalnya YouTube yang sedang berjalan bisa ditarik untuk muncul dan dikendalikan di ScreenPad.

Jadi pengguna ASUS ZenBook Pro 15 (UX580) bisa memiliki dua layar seklaigus yang menunjang kebutuhan multitasking, ditambah dukungan layar sentuh.



Fitur lain yang juga kini dihadirkan ASUS pada jajaran laptop terbarunya termasuk di ASUS ZenBook Pro 15 UX580 adalah teknologi ASUS Battery Health Charging. Teknologi ini diklaim untuk menghemat usia baterai laptop, mengingat penggunaan dalam jangka waktu lama kerap membuat laptop terus terhubung dengan sumber listrik meskipun penuh.

ASUS Battery Health Charging akan mengelola pengisian baterai laptop ini pada tingkat berapa persen, tujuannya adalah menjaga agar usia baterai laptop tetap panjang dan dalam kondisi baik meskipun sering terhubung sumber lsitrik dalam waktu lama.

 

Performa


Di Indonesia, ASUS ZenBook Pro 15 UX580 hadir dengan prosesor Intel Core i7-8750H dengan RAM 16GB 2400MHz DDR4 dan memori internal 1TB PCIe SSD. Kartu grafisnya menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1050 VRAM 4GB GDDR5 yang dirasa cukup untuk kebutuhan penyuntingan foto dan video yang tidak terlalu berat.

Medcom.id kemudian melakukan pengujian yang biasa dilakukan pada laptop segmen mainstream atau bukan laptop gaming menggunakan software-Medcom.id. Mengingat laptop mainstream ini hadir dengan spesifikasi yang cukup tinggi, skor hasil benchmark yang dihasilkan juga sesuai.
 
Pengujian PCMark 10 3DMark Sky Diver 3DMark Cloud Gate Cinebench R15 (single) Cinebench R15 (multi)
Skor 4.342 14.304 14.457 172 1.138

Untuk pengujian baterainya, PCMark 8 skenario mode Creative dengan kondisi kecerahan layar 50 persen dan mode ScreenPad aktif menyala serta mode konsumsi baterai digeser penuh ke mode Performance. Tercatat ASUS ZenBook Pro 15 UX580 bisa bertahan hingga 3 jam 5 menit.

Hasil ini mungkin terasa tidak berbeda jauh dengan daya tahan laptop gaming, namun penggunaan layar ScreenPad yang aktif dengan intensitas cahaya sangat terang memang turut memperbesar konsumsi daya baterainya.

Kesimpulan
Sebagai laptop jenis mainstream untuk kebutuhan profesional, sebetulnya daya tahan baterainya sedikit kurang. Ini maklum, mengingat ASUS ZenBook Pro 15 UX580 memiliki dua layar dengan kehadiran ScreenPad.

Pengguna harus bisa mengakali pengaturan penggunaan dan skenario untuk menciptakan daya tahan baterai lebih panjang, misalnya menggunakan ScreenPad hanya saat multitasking.

Dari segi desain, laptop ini memang terkesan mewah, tetapi finishing bagian luarnya bisa dibuat lebih mewah lagi. Bodinya yang sebetulnya masih ramping bisa dimaklumi apabila terasa masih agak berat karena materialnya yang didominasi bahan metal. Kehadiran ScreenPad juga menambah beban komponen di dalamnya.

Dibanderol Rp35.999.000, ASUS ZenBook Pro 15 UX580 memang ditujukan bagi profesional yang ingin memiliki laptop multitasking dengan spek mumpuni di atas rata-rata laptop profesional yang hanya untuk kebutuhan komputasi sederhana.
 
SPESIFIKASI ASUS ZenBook Pro 15 UX580
Prosesor Intel Core i7-8750H
RAM 16GB DDR4 2400MHz
Memori Internal 1TB PCIe SSD
Layar 15,6 inci IPS (3840x2160) 4K UHD
GPU NVIDIA GeForce GTX1060 4GB GDDR5
Bobot 2,88 kg
Dimensi 36,5 x 24,1 x 1,89 cm
Harga Rp35.999.000
 
 
8.8
ASUS ZenBook Pro 15 (UX580)
Plus
  • Inovasi ScreenPad
  • Monitor mendukung layar sentuh
  • Spesifikasi mumpuni
Minus
  • Tampilan luar
  • Harga
  • Daya tahan baterai



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.