Review Smartphone

Xiaomi Redmi Note 6 Pro, Warna Lebih Keren Harga Menarik

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 04 Dec 2018 16:44 WIB
xiaomireview gadget
Xiaomi Redmi Note 6 Pro, Warna Lebih Keren Harga Menarik
Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Jakarta: Menjelang akhir tahun, Xiaomi meluncurkan dua smartphone anyar untuk pasar Indonesia. Redmi Note 6 Pro menjadi seri berikutnya yang kembali membawa strategi Xiaomi: spesifikasi menarik dengan harga menggiurkan.

Penggunaan embel-embel Pro memberikan kesan bahwa ponsel tersebut punya sesuatu yang lebih. Kelebihan itu bisa saja dari segi desain atau fitur. Namun, Xiaomi biasanya menggunakan istilah Pro untuk menunjukkan spesifikasi yang lebih kencang dari versi biasa.

Xiaomi Redmi Note 6 Pro sudah bisa dibeli konsumen Indonesia. Apa yang menarik adalah smartphone tersebut mencoba menunjukkan bahwa rumpun Redmi, yang selama ini dikenal dengan desain yang sangat standar, kini punya tampilan yang lebih menarik. Setidaknya, ini menjadi impresi pertama saya ketika melihatnya dalam acara peluncuran. Untuk pengalaman menjajal lebih jauh akan saya jelaskan pada artikel ini.

 

Desain

Xiaomi Redmi Note 6 Pro memang terlihat tampil beda, walau hanya sedikit. Ini jika saya membandingkannya dengan seri Redmi lainnya yang sudah dijual di Indonesia. Masih ikut tren, Xiaomi Redmi Note 6 Pro memansang poni layar dengan ukuran yang lumayan lebar. Poni tersebut sebagai tempat memasang beberapa komponen esensial. Sebut saja dua kamera, speaker, dan sensor pemindai wajah.

Sensor ini tidak terlihat jika melihatnya secara biasa. Terlepas dari poni yang lumayan besar, Xiaomi Redmi Note 6 Pro punya rasio layar ke bodi mencapai 81 persen. Anda masih bisa melihat sedikit sisa ruang yang menjadi bingkai layar, yang sepanjang penggunaan tidak mengganggu.

Elemen warna merupakan salah satu kelebihan pada Xiaomi Redmi Note 6 Pro. Xiaomi tidak lagi mengandalkan warna emas yang sudah kental pada rumpun Redmi dalam tiga generasi terakhir. Unit pengujian yang Medcom.id jajal punya warna biru, dan warna ini terlihar cukup elegan.



Dengan tekstur khas Redmi, Xiaomi Redmi Note 6 Pro memiliki grip yang cukup baik, walaupun layar 6,26 inci jelas terasa besar untuk satu tangan. Grip juga semakin baik berkat bingkai bodi yang lebih menonjol dari layar, dan tidak licin sekalipun dalam keadaan tanga berkeringat.

Bodi belakang Xiaomi Redmi Note 6 Pro tetap memiliki ciri khas Redmi. Terlihat dari desain kamera yang sama seperti Redmi Note 5. Dua kamera belakang dalam satu bingkai bersama LED flash, yang terpasang pada posisi vertikal dan membulat di ujungnya.



Pemindai sidik jari berada sendirian di tengah bodi belakang, dan Logo Mi berada agak bawa bersama keterangan kecil lainnya. Satu hal yang menarik dari bodi belakang ini adalah garis yang mengelilingi bodi belakang. Ini memberikan kesan desain ponsel yang terdiri dari dua bodi yang menyatu. Anda juga tidak akan melihat alur antena pada Xiaomi Redmi Note 6 Pro.

Untuk antarmukanya, Xiaomi Redmi Note 6 Pro masih mengadopsi Micro USB untuk pengisian daya dan transfer data. Pada pinggir atas terpasang sensor inframerah, jack audio 3,5mm, dan mikrofon. Pinggir kanan ada tombol volume dan power, sementara sisi yang berlawwanan adalah tempat slot kartu SIM.

Secara keseluruhan, Xiaomi Redmi Note 6 Pro menawarkan tampilan yang lebih menarik, walaupun tidak sepenuhnya baru. Balutan warna yang ditawarkan bisa menjadi penyegar untuk mereka yang sudah lama menggunakan Redmi.
 

Antarmuka

Xiaomi Redmi Note 6 Pro mengadopsi Android 8.1 Oreo dan antarmuka MIUI 9.6. Dari aspek pengalaman penggunaan, antarmuka pada smartphone ini mencoba menenkankan beberapa aplikasi bawaan Xiaomi untuk produktivitas harian. Misalnya, pemutar musik, Mi Video yang bisa memutar berbagai format film, dan Mi Cloud.

Ketiga aplikasi ini, dan aplikasi bawaan Xiaomi lainyna tidak dirapikan dalam satu folder. Memang, ini akan memudahkan pengguna untuk mempelajarinya lebih jauh. Di sisi lain, layar menjadi penuh sejak pertama kali dinyalakan.



Xiaomi Redmi Note 6 Pro juga menawarkan keamanan lewat pemindai wajah. Pemasangannya cukup mudah dan akurat lewat Settings. Kecepatan respons juga cuku baik, hanya saja pemindai tidak aktif jika tidak menekan tombol power.

Di sisi lain, sistem yang dirasa kurang nyaman ini akan lebih hemat baterai. Antarmuka ini juga mnawarkan beberapa akses cepat, seperti menekan tombol volume dua kali untuk langsung membuka menu kamera.

 

Kamera

Xiaomi berusaha sebaik mungkin dalam menghadirkan kualitas kamera pada rumpun Redmi. Untuk Xiaomi Redmi Note 6 Pro, mereka memberikan nilai lebih dari harga yang ditawarkan. Saya mencoba mengambil beberapa foto dalam berbagai kondisi. Beberapa diantaranya mengutamakan detil warna karena unsur yang masuk cukup banyak.

Hasilnya termasuk baik, termasuk ketika foto diperbesar. Anda tidak akan menemukan blur yang menganggu atau mengurangi detil objek. Selama pencahayaan mumpuni, Anda dapat mengambil foto dalam kualitas terbaik pada rumpun Redmi Note.

Dalam beberapa kondisi, meskipun pencahayaan lebih dari memadai, Xiaomi Redmi Note 6 Pro belum tentu bisa menangkap objek dengan akurat. Dalam konteks ini, jarak objek dari kamera juga sangat berpengaruh.

Ia bisa saja merekam objek dengan jarak sekitar satu kilometer, tetapi tidak bisa menyimpan detil objek cukup banyak. Warna yang ditangkap masih akan sesuai, hanya saja akan buram saat diperbesar. Ketika dipakai untuk merekam foto malam, Xiaomi Redmi Note 6 Pro cukup mumpuni ketika merekam objek yang dikelilingi sumber cahaya.

Anda bisa melihat beberapa contoh hasil foto Xiaomi Redmi Note 6 Pro di bawah ini. Kedua kamera belakang punya kualitas 12MP dan 5MP.









Software kamera Xiaomi Redmi Note 6 Pro cukup variatif. Anda bisa langsung memilih ukuran foto kotak lewat mode Square, atau merekam video singkat lewat mode Short Video. Short Video pastinya berguna untuk mereka yang ingin mengunggah video ke media sosial, tanpa membuang kualitas kamera yang tertanam.

Selain itu, Anda bisa menggunakan mode Bokeh baik pada kamera depan dan belakang. Mode kecerdasan buatan alias AI bisa membantu meningkatkan detil dan warna objek, selama objek tersebut bisa dikenalinya. Mode AI bisa menyala atau mati sesuai kebutuhan Anda.





Sementara untuk kamera depan, Xiaomi Redmi Note 6 Pro ingin memastikan kualitasnya baik, lewat dua kamera 20MP + 2MP, dilengkapi sensor kedalaman. Pada dua contoh foto di bawah ini, terlihat hasil foto yang cukup baik.

Beberapa objek yang berukuran lebih kecil dan memerlukan detil lebih banyak, seperti rambut atau daun, memang akan menjadi buram, tetapi sejauh ini tidak mengurangi kualitas foto secara keseluruhan. Anda harus memastikan pencahayaan memadai ketika mengambil selfie.

 

Performa

Xiaomi Redmi Note 6 Pro menawarkan spesifikasi pada umumnya untuk kelas menengah. Smartphone ini mengadopsi prosesor Snapdragon 636, yang sebenarnya mulai ketinggalan. Mengapa? Karena beberapa pesaingnya mulai menggunakan Snapdragon 660. Dari sisi harga, ponsel dengan Snapdragon 660 pastinya lebih mahal.

Contoh nyatanya adalah Mi 8 Lite yang dipatok lebih mahal dari Xiaomi Redmi Note 6 Pro. Tetap masuk ke kelas menengah terjangkau, Xiaomi Redmi Note 6 Pro menggunakan RAM 3GB dan memori 32GB. Ponsel ini juga tersedia dalam versi RAM 4GB dan memori internal 64GB.

Prosesor Snapdragon 636 sudah dikenal di kelas menengah, yang menekankan performa cukup baik dengan efisiensi baterai yang lebih baik. Jika diadu dengan kompetitornya di harga yang mirip, Xiaomi Redmi Note 6 Pro mampu menampilkan skor terbaik dalam pengujian PCMark dan 3DMark.

Saya juga membandingkannya dengan ASUS ZenFone Max Pro M1, dan smartphone ini terbukti lebih unggul. Perlu diketahui bahwa skor ini bukan tanda mutlak satu ponsel lebih baik dari yang lainnya.



Saya pun menjajalnya untuk bermain game PUBG Mobile. Saya melihat pengaturan berdasarkan rekomendasi PUBG Mobile berada pada mode Low, tanpa akses tambahan untuk meningkatkan kualitas visualnya.

Sementara ponsel pesaingnya bisa memainkan PUBG Mobile pada mode Medium, padahal prosesor yang digunakan juga sama. Tidak ada panas berarti yang dihasilkan ketika bermain selama 30 menit. Xiaomi Redmi Note 6 Pro juga memberikan pengalaman bermain lumayan baik berkat layar yang lebih lebar.



Xiaomi Redmi Note 6 Pro mampu bertahan selama 12 jam ketika diuji dengan PCMark. Daya baterai 4.000 mAh memang sudah sesuai untuk kebutuhan konsumen Indonesia saat ini.

Smartphone ini punya daya tahan baterai yang lebih baik dari Samsung Galaxy J6+ (2018), tetapi masih kalah dari ASUS ZenFone Max Pro M1. Satu hal yang pasti, selama hasil pengujian dengan PCMark menunjukkan baterai bisa bertahan lebih dari 10 jam, itu berarti Anda tidak perlu repot mencari kontak listrik dalam satu hari.


Kesimpulan
Xiaomi Redmi Note 6 Pro sesungguhnya adalah ponsel kelas menengah yang menarik. Ia menawarkan desain yang lebih baik dari Redmi Note generasi sebelumnya, dan punya spesifikasi yang menarik. Harga yang ditawarkan juga masih terjangkau oleh konsumen Indonesia di kelas yang sesuai. Smartphone ini juga tepat untuk mereka yang ingin memperbarui ponsel mereka dari Redmi seri apapun.

Di sisi lain, Xiaomi Redmi Note 6 Pro masih belum menghadirkan kemampuan pengisian daya cepat. Fitur ini bisa saja dihadirkan tanpa mengganti port Micro USB. Selain itu, MIUI masih menawarkan iklan yang dirasa tidak terlalu perlu, ditambah sebatas aplikasi yang direkomendasikan. Dengan harga yang dipatok, Xiaomi Redmi Note 6 Pro masih layak masuk pertimbangan konsumen. Untuk versi 4GB/64GB.

 
  Xiaomi Redmi Note 6 Pro
Prosesor Qualcomm Snapdragon 636
RAM 3GB/4GB
OS Android 8.1 Oreo + MIUI 9.6
GPU Adreno 509
Memori Internal 32GB/64GB
Kamera 12MP + 5MP (belakang) + 20MP + 2MP (depan)
Baterai 4.000 mAh
Layar 6,26 inci 1080 x 2280 pixel
Harga Rp2.899.000/Rp3.299.000 
 
 
 
8.3
Xiaomi Redmi Note 6 Pro
Plus
  • Tampilan bodi lebih baik
  • Baterai awet
  • Layar lebar untuk nonton dan main game
Minus
  • Belum ada fitur pengisian daya cepat
  • Masih ada iklan



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.