Review ZenFone 3

ASUS ZenFone 3, Seperti Mantan Pacar yang Kini Tampil Lebih Menarik

Insaf Albert Tarigan, Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Sep 2016 18:53 WIB
review gadget
ASUS ZenFone 3, Seperti Mantan Pacar yang Kini Tampil Lebih Menarik
ASUS ZenFone 3. (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Di dunia gadget, kita jarang menemui nostalgia, yang Woody Allen defenisikan --dalam "Midnight In Paris"-- sebagai penyangkalan atas masa kini yang menyakitkan. Pasalnya, perangkat terkini selalu membawa kesan "lebih" dibanding pendahulunya: lebih canggih, lebih cepat, lebih bagus, dan seterusnya.

Tidak sulit menemukan kesan itu di ASUS ZenFone 3 karena secara sekilas pun, ia sangat berbeda dengan ZenFone 2, ZenFone 4, ZenFone 5 dan ZenFone 6 (Ya, penamaannya memang acak): desainnya baru, USB Type-C, material bodinya kini terbuat dari kaca, sensor sidik jari, bodi lebih tipis, dan kamera lebih menonjol.
 
Kami telah menggunakan ZenFone 3 ZE520KL selama 19 hari. Kami cukup terkesan. Berikut penjelasannya.


Naik Kelas

ASUS mulai memasuki pasar ponsel pintar pada tahun 2014 dengan ZenFone 4. ZenFone kemudian dikenal sebagai ponsel yang memiliki spesifikasi mumpuni dengan harga relatif lebih terjangkau dari pesaingnya. 

Di Indonesia, ZenFone sukses memikat pasar sampai-sampai ASUS sempat kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen. Belajar dari pengalaman, ASUS mulai lebih serius menggarap pasar ponsel dengan meluncurkan ZenFone 2, tahun lalu. 

Selama ini, ASUS memfokuskan pasar ZenFone untuk segmen menengah-bawah. Oleh karena itu, tak mengherankan jika bodi ponsel ini hanya terbuat dari plastik agar harganya tidak melejit ke segmen premium.
 
Menduduki posisi 2 di pasar ponsel Indonesia, tahun 2015, ternyata tak membuat perusahaan asal Taiwan ini puas. Mereka mulai menyasar pasar premium dengan merilis ZenFone 3 Deluxe. Adapun ZE520KL yang kami uji adalah seri ZenFone 3 pemula dengan harga paling murah.


Desain

Kami menyukai desain ZenFone 3. Ia seperti seseorang yang berhasil diet, tiba-tiba muncul dengan pakaian blink-blink, lalu tadaaa...memukau semua teman-teman yang mengenalnya sejak lama. Perubahannya dramatis. Kalau tak percaya, lihat saja sendiri di bawah ini.

Gambar ZenFone 2 yang bodinya terbuat dari material plastik.

Di ZenFone 3, ASUS membuat desain yang sama sekali berbeda. ZenFone 3 memiliki bodi ramping dengan bagian depan dan belakang yang dilapisi oleh 2,5D Corning Glass. (LG mempopulerkan desain ini saat merilis Nexus 4, tahun 2012). Hal ini membuatnya terasa licin saat digenggam pertama kali. Masalah tersebut bukan hal besar jika Anda mau mengeluarkan dana ekstra untuk membeli cover standar ASUS.



ZenFone 3 ZE520KL hadir dengan layar 5,2 inci. Ukuran ini cukup ideal bagi kebanyakan orang Indonesia. ZenFone 3 sudah dilengkapi dengan pemindai sidik jari. Sejauh ini, hanya ada 2 tempat vendor ponsel dapat meletakkan sensor ini: di tombol Home, seperti pada Galaxy S7 dan iPhone atau di bagian belakang, seperti OPPO F1 Plus dan Xiaomi Redmi Note 3.

Selama pengujian, kami tak pernah menemukan kendala berarti pada sensor sidik jari ZenFone 3. Ia cepat dan responsif.

ASUS ZenFone 3

Tidak ada yang salah dengan peletakan sensor sidik jari ini. Jika terletak di tombol Home, ia akan mudah dijangkau dengan jari jempol, sementara di bagian belakang lebih mudah dijangkau dengan jari telunjuk. ASUS ZenFone 3 tampil sedikit unik dengan sensor sidik jari berbentuk persegi panjang. 

 

Software & antarmuka

Pesan pertama kami kepada ASUS dalam hal ini adalah "Tolong jangan tanamkan banyak bloatware." ZenFone 3 hadir dengan ZenUI 3.0 sebagai antaramuka. Tidak banyak perubahan pada ZenUI 3 jika dibandingkan dengan pendahulunya.

Dalam ZenUI 3.0, Anda masih memiliki app drawer yang akan menampilkan semua aplikasi yang Anda miliki. Semua aplikasi ini dapat Anda kelompokkan dengan "smart group". Lambang aplikasi pada ZenUI 3.0 juga sedikit berbeda dari antarmuka generasi sebelumnya. Kali ini, lambang aplikasi memiliki sudut yang lebih tumpul, untuk menimbulkan "efek 3D", seperti klaim ASUS. 

ASUS ZenFone 3

Sekilas, ZenFone 3 tidak memiliki banyak aplikasi tertanam. Namun, saat saya menghubungkannya ke internet, ia akan secara otomatis mengunduh beberapa aplikasi. Proses ini tidak bisa dihentikan, meski kemudian, saya bisa melakukan pencopotan.

Salah satu fitur baru yang ada pada ZenUI 3.0 adalah Game Genie, yang berfungsi untuk memudahkan Anda untuk merekam permainan saat Anda sedang memainkan sebuah game. Tidak bisa tidak, saya membandingkan Game Launcher dari Samsung. Namun, aplikasi milik Samsung itu terbukti lebih berguna.

Anda juga akan menemukan fitur Touch Gesture, yang merupakan fitur opsional. Dengan fitur ini, Anda dapat mengatur hal-hal yang bisa dilakukan, seperti melakukan double tap untuk mengaktifkan atau menonaktifkan layar atau menggambar huruf tertentu untuk membuka aplikasi tertentu.

ASUS juga masih menyediakan fitur Child Mode, yang memungkinkan Anda untuk membatasi aplikasi yang bisa dibuka saat Anda meminjamkan ponsel ke anak Anda.
 

Kamera & Video

Membeli ponsel Android kian susah karena banyaknya pilihan, dan itu bukan salah Anda. Kita dibuat bingung dengan beragamnya tawaran, yang kadang-kadang, tak mudah dimengerti. Misalnya, apa artinya kalimat marketing "ponsel ini dilengkapi prosesor bla bla bla, RAM bla bla bla, Memory bla bla bla, kamera sekian Megapixel?"

Untuk meringkas segalanya, ASUS memilih jargon "Built for Photography" untuk ZenFone 3. Ini membuatnya langsung berhadapan dengan "Selfie Expert" OPPO. Jargon ASUS itu cukup sesuai dengan spesifikasi produk yang ZenFone 3. Anda akan menemukan 20 mode pada kamera ZenFone 3. Fiturnya pun beragam, mulai dari Auto, Manual, Low Light, HDR hingga Children. 



Mode Children memungkinkan Anda untuk memilih suara -- mulai dari ayam berkokok hingga piano -- untuk menarik perhatian anak. Kamera akan otomatis mengambil foto saat wajah anak terdeteksi.

Mode seperti Low Light dan Night juga cukup membantu untuk mengambil foto di malam hari atau di tempat dengan pencahayaan minim. Jika Anda mengerti tentang pengaturan kamera, Anda bisa memanfaatkan mode Manual untuk mendapatkan hasil maksimal.





Meskipun tidak sekaya kamera DSLR, tapi mode Manual pada ZenFone 3 cukup mumpuni, sehingga Anda bisa mengambil foto di malam hari dan mendapatkan hasil yang cukup tajam. Anda hanya harus tahu cara menyesuaikan ISO dan shutter speed. Dengan ZenFone 3, Anda bahkan dapat mengambil foto dengan efek bokeh.



Inilah beberapa hasil foto ZenFone 3.

Mode Auto di luar ruangan di siang hari.

ASUS ZenFone 3

Mode Auto di dalam ruangan di siang hari.

ASUS ZenFone 3

Mode Auto di dalam ruangan yang pencahayaannya remang-remang.

ASUS ZenFone 3

Mode Auto dengan zoom maksimal.

ASUS ZenFone 3

Mengambil foto bulan dengan mode Auto.

ASUS ZenFone 3

Mengambil foto bulan dengan mode Low Light.

ASUS ZenFone 3

Mengambil foto bulan dengan mode Manual.

ASUS ZenFone 3

Mengambil foto jalanan di malam hari dengan mode Manual. Untuk mengambil foto di bawah ini, kami mencoba menaikkan ISO dan menaikkan shutter speed hingga 6 detik. Kami menggunakan bantuan tripod untuk memastikan ponsel tidak bergoyang saat foto diambil.

ASUS ZenFone 3

Hasil foto makro dengan kamera belakang.

ASUS ZenFone 3

Hal yang cukup menarik, ZenFone 3 sudah bisa merekam video beresolusi 4K. Biasanya, ponsel pintar yang sudah dapat merekam video 4K adalah ponsel mahal. Sebagai contoh adalah Sony Xperia Z3+, yang dapat merekam video 4K kurang dari 3 menit sebelum aplikasi kamera menutup secara otomatis karena panas.

Saat mencoba merekam video 4K selama kurang lebih 5 menit dengan ZenFone 3, perangkat juga terasa panas, terutama di bagian kamera. Untungnya, aplikasi kamera tidak otomatis terhenti.

Setelah selesai merekam, ZenFone 3 menjadi agak tidak responsif, walau kami sudah menekan tombol Home dan Back selama beberapa kali. Masalah terselesaikan ketika kami mengunci ponsel dan kembali mengaktifkannya. 

Meski dapat merekam video 4K, kami tidak menyarankan untuk menggunakan resolusi 4K sebagai pengaturan standar pengambilan video karena ia memakan memori yang banyak. Video selama 6 menit membutuhkan memori sebesar 1,8GB.
 

Performa & Baterai 

Dengan Qualcomm Snapdragon 625 dan RAM 3GB, performa ZenFone 3 cukup memuaskan ketika digunakan. ASUS mengganti colokan charger ZenFone 3 dengan USB Type-C, tapi, tidak menghilangkan colokan audio 3,5mm, seperti yang Apple lakukan dengan iPhone 7.

Satu catatan kecil, entah mengapa, kami sempat menemui beberapa masalah, seperti lag atau ponsel yang mendadak restart saat menggunakan WhatsApp. Kami belum bisa mengkonfirmasi, apakah hal ini ada kaitannya dengan ZenUI 3.0. 

Meskipun begitu, ZenFone 3 tetap cukup kuat untuk memainkan game seperti Asphalt 8: Airborne. Game masih bisa dimainkan dengan cukup lancar, meski Anda mengaktifkan Game Genie untuk merekam permainan Anda.

asus Zenfone 3

Seperti yang dapat Anda lihat pada grafik di atas, jika dibandingkan pesaingnya, hasil benchmark ZenFone 3 hanya kalah dari Xiaomi Redmi Note 3. Meskipun begitu, selama pemakaian, kami  tidak merasakan adanya perbedaan performa yang signifikan. Redmi Note 3 memang lebih ramah kantong. Namun, ZenFone 3 sudah dapat menggunakan jaringan 4G, lulus TKDN, dan memiliki kamera yang lebih baik.

asus Zenfone 3

Dari segi baterai, ZenFone 3 masih kalah dengan OPPO F1 Plus dan Xiaomi Redmi Note 3. Namun, baterai ZenFone 3 dapat bertahan cukup lama, sehingga Anda tidak perlu khawatir baterainya akan habis. Dan jika kehabisa, fitur fast charging-nya sangat andal.


Kesimpulan

Kami terkesan dengan evolusi ZenFone 3 yang kini tampil sama sekali baru, dan berjalan mulus tanpa isu genting, seperti baterai meledak. Untuk ponsel di kelasnya, ZenFone 3 memiliki fitur kamera yang cukup mumpuni. Dengan berbagai mode yang ada, Anda bisa melakukan eksperimen fotografi. Jika Anda mengerti tentang fotografi, Anda juga bisa mengutak-atik mode Manual. 

Salah satu kelebihan yang ada pada ZenFone 3 memang karena ia dilengkapi dengan beberapa fitur yang biasanya hanya ditemukan pada ponsel premium, seperti kemampuan merekam video 4K.
 
  ASUS ZenFone 3
Prosesor Qualcomm Snapdragon 625
RAM 3GB
OS Android 6.0 + ZenUI 3.0
GPU Adreno 506
Memori Internal 32GB
Kamera 16MP (belakang), 8MP (depan)
Dimensi 146.87 x 73.98 x 7.69 mm
Bobot 144 gram
Baterai 2.600 mAh
Layar 5,2 inci 1920x1080 pixel
Harga Rp4.099.000

ASUS ZenFone 3

 

8,2

  • Kamera yang mumpuni
  • Harga relatif terjangkau
  • Bodi yang licin
 



(ABE)

Video /