Review Router

D-Link N300, Router Terjangkau dan Punya Sinyal Kuat

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 05 Jun 2017 22:57 WIB
review peripheral
D-Link N300, Router Terjangkau dan Punya Sinyal Kuat
D-Link N300 High Power Wireless Router

Metrotvnews.com, Jakarta: Apa yang Anda harapkan dari sebuah router WiFi? Saya yakin sebagian besar dari Anda ingin memiliki router WiFi yang bisa menghadirkan sinyal kuat sehingga bisa menjangkau seluruh ruangan yang dikehendaki. Namun, tidak semua router WiFi memiliki kemampuan tersebut, dan router yang memiliki performa tinggi biasanya dibanderol dengan harga sangat tinggi pula.

D-Link N300 High Power Wireless Router berbeda dengan router pada umumnya. Dibanderol dengan harga terjangkau, router ini menawarkan sinyal lebih kuat dari router sekelasnya.



N300 tampil dnegan desain bodi yang sederhana. Ia tidak memiliki bentuk spesial dan hanya tampil layaknya sebuah router WiFi standar dengan balutan warna abu-abu. Di bagian depannya Anda bisa menemukan rangkaian lampu yang menunjukkan status fungsional router ini.

Sementara di bagian belakangnya, Anda bisa menemukan enam port ethernet, dengan satu di antaranya khusus untuk koneksi WAN. N300 juga memiliki dua antena dengan ukuran yang sangat panjang. Antena tersebut merupakan kunci dari kuatnya sinyal yang dihadirkan oleh router ini. Daya untuk setiap antena juga lebih besar dari router pada umumnya, membuat jangkauan juga lebih luas.



Saya memang tidak protes mengenai kekuatan sinyal dari router ini. N300 memang saya akui memiliki kualitas sinyal yang sangat kuat untuk di kelasnya. Namun, ada beberapa masalah pada desain router ini.

Pertama, port power yang terhubung ke adapter sangat dekat dengan port ethernet dan sambungan ke antena. Sementara ujung konektor power pada adapter memiliki bentuk menyiku. Hal tersebut membuat konektor harus diposisikan ke bawah atau ke atas sehingga kabelnya terlihat mengganggu.



Kedua, N300 masih belum mendukung teknologi WiFi 802.11ac. Dengan demikian bisa dipastikan kecepatannya tidak akan secepat router AC yang telah menjadi standar saat ini. Selain itu, router ini juga hanya mendukung frekuensi 2,4GHz. Tidak ada opsi dual band pada N300.

Ketiga, saya tidak menemukan adanya fitur parental control atau kontrol terhadap konten serta situs yang bisa dikunjungi. Ini membuat N300 kurang cocok jika Anda benar-benar ingin mengontrol konten yang bisa dilihat oleh pengguna yang terhubung melalui router ini.



Meski demikian, N300 masih memiliki fitur yang jarang terlihat di router lainnya. Router ini memiliki fitur kelas korporat seperti Virtual Server hingga Application Rule, membuatnya bisa lebih diperhitungkan oleh Anda.

Kesimpulan

D-Link N300 High Power Wireless Router sangat fokus ke performa sinyal. Di rentang harganya yang tidak sampai Rp600 ribu, ia mampu menghadirkan sinyal WiFi yang sangat kuat dibandingkan dengan router lain di kelasnya. Namun, minimnya fitur membuat router ini sedikit mengecewakan.
 

D-Link N300 High Power Wireless Router

  • Harga terjangkau
  • Sinyal kuat
  • Tidak mendukung teknologi WiFi AC
  • Minim fitur



(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.