Review Hardware

Noctua NH-U12S, Ramping Sekaligus Senyap

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 21 Jul 2018 07:56 WIB
Noctua NH-U12S, Ramping Sekaligus Senyap
Noctua NH-U12S. (Amazon)

Jakarta: Ketika merakit PC, memilih komponen sistem pendingin PC yang tepat juga sangat penting. Noctua beberapa waktu lalu merilis produk terbarunya yakni NH-U12S. Seri U dikenal menghadirkan sistem pendingin kipas dengan heatsink yang ramping.



Satu hal yang Medcom.id apresiasi setiap kali menjajal produk Noctua adalah paket penjualan produk yang sangat rapi. Sebuah kotak besar yang di dalamnya terbagi lagi menjadi beberapa kotak ukuran kecil, memisahkan kipas serta heatsink serta aksesoris pendukung seperti bracket serta alat berupa obeng dan thermal paste.

Membuka produknya, kami masih menemukan warna khas dengan desain sederhana dari kipas produk Noctua NH-U12S. Bagi kami tidak masalah mengingat build quality yang sangat baik dan detil. Bahkan pengerjaan setiap sirip di heatsink Noctua sangat rapi.



Noctua NH-U12 menggunakan kipas NF-F12 ukuran 120mm yang memiliki fitur PWM, yang berarti kecepatan putarnya bisa dikontrol. Baling kipasnya mampu berputar dengan kecepatan 300RPM-1500RPM.

Fitur Focused Flow menandakan bahwa baling-baling NF-F12 hanya akan membuang angin terpusat ke satu arah atau satu titik sehingga akan menciptakan aliran udara yang baik di dalam PC.

Noctua NH-U12S memadukan kipas NF-F12 yang ukurannya tidak terlalu besar dengan heatsink yang juga ramping menggunakan material aluminium dan tembaga yang dilapisi nikel dengan 10 buah heatpipe. Ukurannya yang ramping menurut kami menjadi salah satu keunggulannya.



Desain ini tentunya membuat Noctua NH-U12S fleksibel untuk digunakan pada beragam ukuran motherboard dan casing PC. Ukurannya yang ramping jelas didesaing tidak mengganggu slot RAM maupun slot PCIe yang digunakan untuk memasang kartu grafis ukuran besar.

Berdasarkan pengalaman Medcom.id menggunakan produk ini, Noctua NH-U12S bekerja dengan bunyi yang senyap bahwa mungkin hampir sama sekali tidak terdengar. Dalam kondisi idle kami mencatat suhu prosesor kami hanya sekitar 30 derajat celcius.

 

Testbed Pengujian  
Prosesor Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700
Motherboard ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
VGA Colorful GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin Noctua NH-U12S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU Corsair RM850X
Monitor ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
Mouse Logitech G903, Logitech G603
Keyboard  Logitech G610 Orion, Logitech G13
Headset Logitech G430, Logitech G633


Kami kemudian mengujinya dengan menjalankan game Battlefield di tingkat kualitas grafis Ultra di resolusi 1920 x 1080 sambil membuka peramban internet, dan beragam aplikasi lain termasuk aplikasi streaming lagu. Kami mencatat bahwa suhu tertingginya sekitar 50 derajat celsius tapi tidak menyentuh 60 derajat celcius.


Kesimpulan
Noctua NH-U12S mampu menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan kipas pendingin yang ramping atau sederhana yang memiliki desain single tower.

Selain itu paket penjualan Noctua NH-U12S menurut kami menjadi alasan sebagian konsumen tidak bisa lepas dari produk ini. Anda disediakan alat berupa obeng dan thermal paste serta tersedia bracket untuk jenis prosesor atau motherboard yang menggunakan soket prosesor AMD maupun Intel.

Soal performa, Noctua kembali menunjukkan bahwa produknya mampu menyajikan sistem pendingin yang baik sekaligus senyap dan fleksibel untuk digunakan pada motherboard ukuran kecil hingga paling besar tanpa menggangu slot RAM dan PCIe.

Noctua NH-U12S dibanderol di rentang Rp800 ribu. Harga tersebut mungkin tergolong tinggi untuk sebuah sistem pendingin berupa kipas, tapi sebetulnya harga tersebut tergolong masih terjangkau untuk sebuah sistem pendingin premium.
 
 
 
Noctua NH-U12S
Plus
  • Desain rampijng
  • Performa sangat baik
  • Paket penjualan lengkap
Minus
  • Harga agak tinggi untuk sistem pendingin kipas dan single tower heatsink
 
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.