Review Prosesor

Uji Ryzen Threadripper 1950X, untuk Mereka yang Butuh Performa Super

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 19 Dec 2017 08:06 WIB
review prosesor
Uji Ryzen Threadripper 1950X, untuk Mereka yang Butuh Performa Super
Penampakan prosesor Ryzen Threadripper (MTVN/DANU)

Jakarta: Beberapa waktu yang lalu kami pernah mengulas tuntas salah satu prosesor HEDT terbaru Intel yaitu Core i7-7820X.

Di akhir artikel ulasan, kami sempat menyinggung lawan dari prosesor ini yaitu AMD Ryzen Threadripper 1900X. Kali ini kami akan mengulas salah satu varian Ryzen Threadripper. Bukan Threadripper 1900X melainkan Threadripper 1950X yang merupakan varian paling tinggi.

AMD di Platform HEDT

Selama beberapa tahun ke belakang platform HEDT (High-End Desktop) memang dikuasai sepenuhnya oleh Intel. Sejak awal, HEDT bukan merupakan platform untuk pengguna biasa. PC HEDT lebih menyasar para profesional dan mereka yang membutuhkan performa komputasi lebih tinggi dari PC mainstream.

Tahun 2017 ini, secara mengejutkan AMD juga ikut masuk ke dalam pasar HEDT. Produk andalannya adalah Ryzen Threadripper 1950X yang menggunakan konfigurasi 16 core dan 32 thread. Jumlah core dan thread di prosesor ini memang telah berhasil mengejutkan banyak pihak karena prosesor HEDT terbaik generasi sebelumnya adalah Intel Core i7-6950X yang hanya memiliki 10 core dan 20 thread.



Kejutan AMD tidak hanya itu. Ryzen Threadripper 1950X memiliki spesifikasi yang bisa dikatakan lebih unggul dari prosesor HEDT Intel, bahkan jika dibandingkan dengan generasi terbarunya. Prosesor ini memiliki 64 PCIe lane sehingga Anda bisa memasang banyak sekali perangkat yang memanfaatkan PCIe mulai dari kartu grafis, SSD, dan perangkat lainnya.

Sama seperti prosesor Ryzen lainnya, Ryzen Threadripper 1950X menggunakan arsitektur Zen dengan yang diproduksi dengan teknologi pemrosesan 14nm. Prosesor ini memiliki L3 cache yang sangat besar yaitu 32MB dan base clock 3,4GHz. Sementara boost clock dipatok di angka 4GHz yang bisa berjalan melalui fitur Precission Boost.


Besar dan Rumit

Keluarga Ryzen Threadripper memang sangat berbeda dengan prosesor Ryzen lainnya. Prosesor ini memiliki bodi yang sangat besar, hampir dua kali prosesor Ryzen versi mainstream. AMD memang pernah mengatakan kalau Threadripper merupakan dua prosesor Ryzen yang digabung. Prosesor ini memiliki empat die dengan dua di antaranya merupakan dummy atau die palsu.

Ryzen Threadripper juga merupakan salah satu prosesor AMD yang menggunakan desain LGA (Land Grid Array). Artinya pin penghubung pada prosesor ini terdapat di soket, bukan pada bagian bawah prosesor seperti keluarga Ryzen untuk kelas mainstream. Berbicara soket, Ryzen Threadripper juga menggunakan soket bernama TR4 yang memiliki sistem pemasangan sangat unik dan cukup rumit.



TR4 memiliki sistem pemasangan yang cukup rumit dan Anda memerlukan peralatan khusus. Untungnya, AMD sudah menyediakan peralatan tersebut dalam paket penjualan Threadripper. Karena ukurannya yang besar, Anda harus ekstra hati-hati ketika memegang dan memasangnya.

Performa Sakti

Berbicara soal performa, Anda tidak perlu meragukan performa multithreading Ryzen Threadripper 1950X. Diuji menggunakan Cinebench R15 di mode multithreading, prosesor ini berhasil meraih skor 2958 poin. Skor tersebut sangat besar, bahkan jika dibandingkan dengan pemegang rekor pengujian di meja kami sebelumnya yaitu Intel Core i7-7820X. Berikut adalah hasil pengujian lengkapnya:



Lalu bagaimana dengan performa gaming? Meski tidak sedahsyat multithreading, performa gaming di Ryzen Threadripper 1950X masih sangat bagus. Jika Anda melihat grafik pengujian di bawah, bisa dilihat prosesor ini bisa menghadirkan framerate yang sangat baik di tiga game pengujian kami.



AMD juga menghadirkan fitur Game Mode yang bisa meningkatkan kinerja prosesor saat bermain game. Dari hasil pengamatan kami performa memang merningkat, namun tidak terlalu signifikan. Meski demikian, performa gamingdi prosesor ini sudah tergolong bagus untuk sebuah prosesor yang memiliki banyak core dan thread.

Fitur Game Mode bisa diakses melalui aplikasi Ryzen Master khusus untuk Ryzen Threadripper yang disediakan oleh AMD. Di aplikasi tersebut Anda juga bisa mengatur berbagai konfigurasi prosesor ini termasuk melakukan overclocking dengan sangat mudah.

Kesimpulan

Ryzen Threadripper 1950X merupakan salah satu prosesor terbaik jika Anda merupakan pengguna "kelas berat" yang sering melakukan megatasking seperti melakukan live streaming, browsing, dan bermain game sekaligus. Selain itu, prosesor ini memiliki PCIe lane yang sangat banyak dan hal tersebut sangat dibutuhkan oleh pengguna profesional serta enthusiast.

Berbicara soal harga, Ryzen Threadripper 1950X yang dibanderol Rp14.799.000 memang sekilas terlihat sangat mahal. Jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Intel Core i9-7900X yang hanya memiliki 10 core 20 thread dan dibanderol seharga Rp14.199.000, Threadripper 1950X sangat menggiurkan untuk dimiliki.
 

Ryzen Threadripper 1950X 

  • Performa bagus
    + Jumlah core dan thread melimpah
    + Punya 64 PCIe lane
    + Harga sangat bersaing
  • - Agak sulit dalam pemasangan
     



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.