Review Prosesor

Ryzen 7 2700X, Makin Baik dan Makin Terjangkau

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 20 Apr 2018 13:43 WIB
Ryzen 7 2700X, Makin Baik dan Makin Terjangkau
AMD Ryzen 7 2700X.

Jakarta: AMD resmi mengumumkan ketersediaan jajaram generasi prosesor Ryzen Generasi ke-2 dengan arsitektur Zen+ atau Pinnacle Ridge, yang kini hadir dengan proses pabrikasi 12nm, berbeda dari generasi pertamanya yang berbasis pabrikasi 14nm.

Dari beberapa varian tersebut, Ryzen 7 2700X menduduki posisi tertinggi dari seluruh varian yang dirilis. Ryzen 7 2700X hadir dengan 8 core dan 16 thread. Kecepatan yang diberikan untuk Base clock mencapai 3,7Ghz dan Max Boost hingga 4,3GHz dengan L3 Cache 16MB dan TDP 105W.

Menrariknya, sebagai sebuah prosesor seri tertinggi rupanya AMD masih sangat memanjakan konsumennya dengan membandeerol AD Ryezen 7 2700X dengan harga sangat terjangkau yakni Rp4,889 juta di Indonesia. Selain itu prosesor ini masih hadir dengan stock cooler AMD Wraith Prism yang kini dihasi dengan LED RGB.

Cooler Wraith Prism Lebih Gaya
Medcom.id sempat beranggapan bahwa stock cooler bawaan prosesor AMD akan memiliki desain yang biasa saja seperti stock cooler yang hadir sebelumnya namun kini dilengkapi LED RGB yang cahayanya tidak seperti LED RGB murahan melainkan cukup memanjakan mata yang juga bisa terintegrasi lewat software pendukung ke LED RGB di Motherboard.

Cooler ini didesain AMD dengan model direct contact heatpipe dan menduukung kustomisasi sesuai kebutuhan overclock. AMD menggklaim cooleer ini menghasilkan suara yang tidak bising yakni 39dBA. Berdasarkan pengujian kami, cooler tersebut memang tidak menghasilkan suara bising, sangat senyap dan akan tidak akan berputar kencang atau berhenti saat komputer masuk dalam mode sleep.



Menyuguhkan Kemampuan Setara Kompetitor
AMD melakukan komparasi dengan prosesor milik kompetitor yakni Intel Core i7-8700K. Seperti yang diketahui bahwa Intel Core i7-8700K tergolong dalam seri tertinggi, dan bagi AMD Ryzen 7 2700X adalah lawan yang sepadan.

Dalam presentasi yang berikan, AMD mengaku prosesor mereka adalah inovasi terbaik,.Ryzen 7 2700X mampu menyajikan kemampuan gaming yang sepadan dengan Intel i7-8700K tapi lebih unggul saat diandalkan untuk pengolahan konten kreatif seperti video maupun desain.



Hal ini terlihat dari informasi komparasi yang diberikan AMD lewat pengujian sintetik mmenggunakan beberapa aplikasi benchmark. AMD Ryen 7 2700X lebih unggul dari Intel Core 8700K dalam beberapa pengujian. Lalu di pengujiann untuk pengalaman gaming di resolusi 1080p AMD Ryzen 7 2700X masih bisa menyajikan performa yang setara dengan prosesor kompetitor.



Meskipun tidak sepenuhnya unggul dalam dua kategori penggunaan tapi AMD masih jauh lebih menggoda, AMD Ryzen 7 2700X dibanderol dengan harga yang lebih murah ketimbang Intel Core i7-8700K di pasar internasional, yakni AMD Ryzen 7 2700X dibanderol USD329 (Rp4,5 juta) termasuk stock coller Waraith Prism di dalamnya sedangkan Intel Core i7-8700K di harga USD350 (Rp4,8 juta) untuk prosesor saja.



Bagaimana dengan performanya?
Seperti yang diketahui bahwa prosesr AMD Ryzen 7 yang hadir dengan huruf "X" di akhir game mendukung mode OC, dan untuk memudahkan pengguna yang melakukan overclocking AMD sudah menyediakan softtware AMD Ryzen Master Utility 2 yang bisa memantau dan kustomisasi performa setiap core dengan interface yang lebih mudah.

Meskipun begitu, dalam pengujian yang dilakukan Medcom.id kali ini dilakukan dalam mode default untuk melihat performa standar bawaannya, mengingat harga dan performa yang dijanjikan, tentu pengguna awam yang tidak melakukan overclocking juga tertarik untuk memilikinya.

AMD Ryzen 7 2700X dipasang pada motherboard X470 Aorus Gamiing 7 WiFi-CF didukung cooler Warith Prism dengan dua keping RAM Corsair Vengeance LPX 3200MH (2x8GB) DDR4 Dual Channel dan kartu grafis NVIDIA GTX 1070Ti 8GB.

Dalam pengujian sintetik benchmark menggunakan software, AMD Ryzen 7 2700X menghasilkan skor yang tergolong tinggi. Pada pengujiann PC Mark 10 diperoleh skor 6864 dan 3D Mark mencapai skor 15565. Lalu kami lakukan pengujian selanjutnya menggunakan Cinebench 15, diperoleh skor single threading hingga 175 dan multi threading 1768.



Seluruh skor tersebut bagi kami sudah menunjukkan performa yang tergolong terbaik dari sebuah prosesor untuk menunjuang kegiatan konten kreator dan gaming. Untuk memastikan pengalaman gaming dari prosesor ini, kami melakukan pengujian menggunakan tiga game yakni The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of the Singularity: Escalation, dan Far Cry 5.

Kami mencoba memainkan ketiga game tersebut dengan konfigurasi grafis di resolusi 1920 x 1080 dan kualitas grafis rata kanan alias Ultra. Hasilnya ketiga game tersebut mampu berjalan dengan framerate di atas 60fps lancar tanpa stuttering.



Tidak ketinggalan kami juga melakukan pengujian kalkulasi algoritma dengan SuperPi dan pengujian ekstraksi sekaligus kompresi file berukuran 1GB. Pada rangkai pengujian ini AMD Ryzen 7 2700X bisa mennyelesaikan prosesornya dalam waktu yang singkat.

 

Benchmark SuperPi 32MB Compress File Test Extract  file Test
AMD Ryzen 7 2700X 09 min 26 sec 16 min 15 sec 15 min 13 sec

Kesimpulan
AMD mungkin mengakui bahwa untuk pengalaman gaming prosesor Ryzen 7 2700X hanya bisa sejajar dengan prosesor sekelas dari kompetitor, yakni Intel Core i7-8700K tapi lebih unggul dalam kemampuan untuk mengolah konten kreatif.

Berdasarkan pengujian yang kami lakukan kenyataannya hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah bagi kami. Hasil pengujian yang diperoleh bagi kami sudah sangat memuaskan karena prosesor ini terbukti memberikan performa terbaik untuk kegiatan konten kreatif sekaligus gaming terbaik di kelasnya.

Harganya yang tergolong murah menjadi sebuah pintu masuk bagi mereka yang selama ini mencari prosesor dengan kemampuan terbaik di kedua segmen tadi, dengan harga yang sangat teerjangkau.

Bayangkan, Anda bisa mendapatkan prosesor seri tertinggi di kelas Ryzen hanya dengan harga Rp4 juta saja, bonus dengan stock cooler berhias LED RGB.
 
 
AMD Ryzen 7 2700X
Plus
  • Harga sangat terjangkau untuk prosesor premium
  • Disertai cooler menarik di paket penjualan
  • Performa sangat baik di segmen gaming dan konten kreatif
Minus
  • Cooler tidak dijual satuan
  • Performa gaming hampir bisa lebih baik dari Intel

(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.