Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Nov 2018 10:43 WIB
nokiasmartphonereview gadget
Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Nokia 6.1 Plus.

Jakarta: Android One adalah salah satu garapan sistem operasi Android dari Google yang menghadirkan antarmuka Android murni serta dijanjikan selalu menjadi yang pertama mendapatkan update.

Hal ini membuat beberapa vendor memasukkan smartphone buatannya dalam proyek tersebut termasuk Nokia.

Nokia yang kini semakin rajin menunjukkan eksistensinya di pasar smartphone Indonesia pada bulan September lalu merilis smartphone Android One berponi pertamanya di Indonesia yaitu Nokia 6.1 Plus.

Medcom.id cukup penasaran seperti apa smartphone Nokia 6.1 Plus ini, yang dikenal di luar sana sebagai Nokia 6X.

 

Desain

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Nokia 6.1 Plus dibanderol Rp3.4 juta, rentang harga yang di Indonesia biasa ditemukan pada smartphone kelas menengah.

Desain Nokia 6.1 Plus menurut Medcom.id masih tergolong mewah untuk segmen dan rentang harga tersebut. Ukurannya mengusung ukuran 5,8 inci IPS LCD rasio 19:9 hadir dengan layar berponi dan melengkung 2,5D di tepiannya.



Layarnya sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 3 dan menyisakan hanya sedikit bezel di sisi kanan dan kiri serta bagian bawah yang digunakan untuk menuliskan nama merek. Tampilan depannya sangat mewah tapi ukurannya tergolong kecil di tangan.

Hal ini akan sangat terasa bagi pengguna yang biasa menggunakan smartphone ukuran layar 6 inci. Nokia 6.1 Plus didesain dengan sudut membulat, mengobati rasa tidak suka pada desain smartphone Nokia sebelumnya yang cenderung kaku.



Hanya ada tombol Power dan Volume di sisi kanan sementara di sisi kiri terdapat slot Dual SIM dengan model Hybrid yang bisa menggunakan MicroSD hingga 256GB. Sementara di bagian atas terdapat lubang audio jack untuk menggunakan earphone yang tersedia dalam paket penjualan. Pada bagian bawah terdapat grill speaker dan lubang USB Type-C.

Bagian belakang menggunakan lapisan kaca yang membuatnya tidak semakin seperti smartphone kelas menengah. Konsekuensinya adalah licin di genggaman saat tangan berminyak, apalagi basah.



Nokia tidak membekali paket penjualan dengan aksesori jelly case sehingga Medcom.id memilih untuk menyiapkan hard case sendiri untuk mencegah bagian belakangnya tergores atau bahkan retak saat jatuh.

Pada bagian belakang terdapat kamera ganda yang diletakkan secara vertikal tepat di bagian tengah bersama LED Flash dan di bawahnya terdapat pemindai sidik jari.



 

Antarmuka

Bagi pengguna yang pernah menggunakan smartphone berbasis Android One tentu menyadari bahwa Nokia 6.1 Plus juga membawa antarmuka yang tidak jauh berbeda dengan mengadopsi sistem operasi Android Oreo 8.1.

Antarmukanya menggunakan antarmuka Android murni dengan sedikit bloatware atau aplikasi bawaan pihak ketiga, sebagian besar adalah aplikasi esensial layanan Google.



Sistem keamanannya sendiri ditunjang Google Play Protect yang menjadi bagian keunggulan dari Android One yaitu selalu mendapatkan update bahkan sistem operasinya. Saat Medcom.id menulis ulasan ini Nokia 6.1 Plus mendapatkan update ke Android 9.0 Pie.

Di sisi lain antarmuka Android One memang tidak menyediakan aplikasi khusus atau istimewa tapi rasa antarmuka yang ringan ditambah minim aplikasi bawaan yang belum tentu terpakai adalah nilai positif dari Android One.

Tidak ada fitur spesial dari sistem operasi ini. Mode gaming yang kini biasa dijumpai pada smartphone pun tidak tersedia di Nokia 6.1 Plus. Benar-benar menggunakan Android murni khas Android One.

 

Kamera

Nokia 6.1 Plus dibekali kamera ganda di belakangnya yang memadukan 16MP+5MP sebuah ukuran yang umum disediakan pada smartphone di segmen menengah. Medcom.id menemukan kualitasnya sangat memuaskan di kelasnya.

Hasil fotonya sangat tajam dan dengan kualitas warna yang akurat dan natural dalam kondisi siang hari. Pada kondisi malam hari selama kondisi pencahayaan masih mencukupi kualitas fotonya juga cukup tajam.











Apabila Anda kurang beruntung, hasil fotonya akan seperti efek cat air atau tidak tajam dan jelas terlihat noise. Kondisi yang sama juga kami temukan pada kamera depannya yang beresolusi 16MP. Selama kondisi siang hari atau pencahayaan mencukupi, kualitasnya sangat memuaskan untuk smartphone di rentang harga yang dipasang.





Bicara soal fitur kamera Nokia 6.1 Plus memiliki opsi mode foto yang sedikit tapi cukup dibutuhkan. Di kamera belakang mendukung fitur HDR, Beautify, Live Bokeh dan mode Manual.

Pada fitur Live Bokeh, kamera akan memberikan notifikasi apabila posisi Anda mengambil foto bokeh sudah benar dan apabila kurang sesuai atau kondisi terlalu gelap. Sementara di kamera depannya tersedia mode yang hampir sama.

Untuk kemampuan merekam video kamera belakangnya mendukung fitur Time Lapse dan Slow Motion. Resolusi videonya sudah mendukung hingga UHD 4K sementara kamera depannya hanya maksimal di HD 1080p yang tentu saja kualitas ini sangat bagus.

Ada satu fitur lagi yang tidak Medcom.id temukan di smartphone lain. Nokia 6.1 Plus punya mode kamera bernama Bothie yang bisa menggunakan kamera depan dan belakang bersamaan. Fitur ini sangat bagus untuk vlogging.



Tampilan di layar akan menjadi split screen yang terbagi menjadi layar yang menampilkan tangkapan kamera depan dan kamera belakang. Hal ini akan sangat memudahkan saat Anda membuat vlog, Nokia juga membuat fitur ini bisa tersambung langsung dan live streaming ke media sosial maupun YouTube.

Berikut ini adalah video demo dari fitur Boothie yang diabadikan oleh Medcom.id. Tidak ketinggalan, fitur ini juga masih bisa digunakan untuk menangkap foto.



 

Performa

Di rentang harga Rp3-4 juta Nokia 6.1 Plus dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 636 dengan memori internal 64GB dan RAM 4GB, yang saat ini masih tergolong sangat cukup.

Medcom.id melakukan pengujian menggunakan standar aplikasi yang kami gunakan. Skor Nokia 6.1 Plus tergolong tidak buruk karena dalam beberapa pengujian lebih unggul.



Berbekal prosesor kelas menengah kami menemukan bahwa Nokia 6.1 Plus hanya mampu memainkan game PUBG di kualitas grafis rendah atau Low, dan sama sekali tidak bisa ditingkatkan ke medium.



Agak mengecewakan tapi sedikit terobati karena game bisa berjalan lancar dengan suhu dalam penggunaan selama satu jam hanya berada di suhu 35 sampai 38 derajat celcius. Suhu ini hanya hangat yang tidak membuat cemas.

Konsumsi baterainya selama permainan dalam durasi satu jam terpantau hanya berkurang sekitar empat persen setiap 10 menit. Layarnya juga sangat responsif, namun ukuran layar ini rasanya kecil bagi Medcom.id yang terbiasa menggunakan smartphone layar sekitar 6,2 inci.

Baterainya sendiri yang berkapasitas 3.060 mAh dan berbekal USB Type-C serta prosesor terbaru Qualcomm di seri 600. Nokia 6.1 Plus mendukung pengisian cepat baterainya selama menggunakan adapter dan kabel charger dalam paket penjualan.



Baterainya terpantau mampu bertahan selama hampir 10 jam dalam pengujian baterai di PCMark. Catatan daya tahan ini sudah tergolong bagus meskipun tidak mencapai 12 jam. Biasanya, daya tahan mencapai 12 jam atau lebih saat baterai ponsel punya daya mencapai 3.500 mAh.


Kesimpulan
Nokia 6.1 Plus adalah smartphone yang layak bagi pengguna yang pernah merasakan pengalaman smartphone Android One. Berdasarkan pengalaman pengujian Medcom.id tidak lagi meragukan produk terkini dari Nokia yang produksinya dipegang oleh HMD Global.

Desainnya sangat bagus di kelas menengah. Di sisi lain, desain kaca di bagian belakang sangat mencemaskan, ditambah Anda tidak mendapatkan jelly case di paket penjualan dn tergantikan earphone.

Antarmuka Android One dan kesempatan mencicipi Android 9.0 Pie adalah sebuah keistimewaan bagi penggunanya. Kemampuan kamera juga sangat memuaskan dan Nokia 6.1 Plus, berinovasi lewat mode Bothie.

Performa memang agak mengecewakan untuk bermain game karena kualitas grafis mentok di rata kiri alias Low. Namun, bekal RAM 4GB pastinya bisa membuat sebagian pengguna cukup puas.

Membandingkannya dengan smartphone di rentang harga Rp3-4 juta Nokia 6.1 Plus tidak buruk. Dari sisi pengalaman penggunaan, Anda yang terbiasa dengan smartphone besar atau lebar harus beradaptasi karena Nokia 6.1 Plus akan terasa mini.
 
Spesifikasi  Nokia 6.1 Plus
Prosesor Qualcomm Snapdragon 636
OS Android 8.1 Oreo (Android 9.0 Pie ready)
RAM 4GB
GPU Adreno 509
Memori Internal 64GB up to 256GB via MicroSD
Kamera Belakang 16MP+5MP, Depan 16MP
Baterai  3.060 mAh
Layar 5,3 inci LCD IPS (1080x2280) rasio 19:9
Harga Rp3.399.000
 
 
8.4
Nokia 6.1 Plus
Plus
  • Desain mewah di kelasnya
  • Android One
  • Kamera memuaskan, inovasi mode Bothie
  • Perfoma cukup memuaskan
Minus
  • Bodi belakang sangat licin
  • Kamera minim fitur atau mode
  • Tak memadai untuk gaming



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.