Yi Lite Action Camera, Produk Bagus di Harga Rp1,8 Juta

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 26 Dec 2017 17:30 WIB
review peripheral
Yi Lite Action Camera, Produk Bagus di Harga Rp1,8 Juta
Yi Lite Action Cam dibanderol dengan harga Rp1,8 jutaan.

Jakarta: Action camera sangat populer sebagai perangkat untuk mengabadikan momen seru atau memenuhi hasrat narsis. Vendor yang memproduksi perangkat ini juga semakin banyak. 

Action camera memiliki kelebihan dapat dipakai dalam berbagai aktivitas tanpa harus digenggam seperti smartphone. Kelebihan ini yang membuatnya punya harga yang setara dengan smartphone.

Yi Lite Action Cam buatan Yi, anak perusahaan Xiaomi, mecoba menghapus pakem mahal tersebut. Yi Lite hadir sebagai versi terjangkau dari pendahulunya, Yi 4K Plus. Dibanderol dengan harga Rp1,8 juta membuat siapapun melirik produk satu ini. 

Berbeda dengan pesaing Go Pro Hero, Yi Lite memang tidak membawa desain yang terlihat keren. Menggunakan material plastik yang terasa cukup kuat kuat Yi Lite hadir dengan desain yang biasa saja. Bobotnya sendiri cukup ringan hanya 72 gram dengan dimensi 65 x30 x 42mm.



Sayangnya, perangkat ini tidak diberikan tekstur berupa grid untuk membuat genggaman semakin mantap. Beberapa kali Yi Lite hampir terlepas dari genggaman, apalagi saat tangan sedikit basah karena habis beraktivitas.

Absennya layar informasi di bagian wajah perangkat ini seperti yang dimiliki GoPro Hero juga masih ditemukan pada seri Yi Lite. Entah mengapa, Yi seakan enggan sedikit meniru fitur tersebut dari GoPro tersebut.

Padahal, dengan adanya panel di bagian depan yang menampilkan informasi baterai, kapasitas memori serta mode yang berlangsung akan sangat memudahkan penggunanya. Selama menggunakan perangkat ini saya kerap mengecek informasi di panel layar yang ada di belakang perangkat atau lewat aplikasi Yi yang terpasang di ponsel.



Di bagian belakangnya melekat panel LCD layar sentuh berukuran 2 inci, yang diklaim Yi sudah dilapis Corning Gorilla Glass. Jadi saya tidak cukup khawatir layarnya tergores. Mengakses antarmuka yang disediakan terasa cukup mudah. Anda hanya perlu memilih menu atau pengaturan dengan menyapukan jari Anda di layar.

Masuk ke sisi kemampuan kameranya, Yi Lite dibekali kamera yang bisa digunakan untuk merekam video berkualitas 1080p di 60fps dan foto di resolusi 16MP berbekal sensor kamera menggunakan Sony IMX206. Sudut pandangnya juga cukup luas, 150 derajat wide angle lens.

Berdasarkan pengujian kualitas video yang dihasilkan cukup baik dalam merekam video dalam kondisi pencahayaan yang cukup, misal di luar ruangan. Saat digunakan dalam aktivitas yang banyak melakukan gerakan, guncangan yang dialami Yi Lite tidak terlalu berpengaruh dan membuat video patah-patah.



Disebutkan, Yi Lite dibekali dengan teknologi EIS (Electronic Image Stabilization). Sayangnya, saat merekam video di dalam ruangan atau di kondisi yang minim cahaya, Anda akan melihat noise yang jelas.

Proses perekaman video yang saya lakukan memakan waktu lebih dari satu jam, dan saat itu kondisi baterai masih menunjukkan kapasitas sekitar 20 persen. Perangkat ini menimbulkan suhu panas setelah dipergunakan selama itu.



Biasanya action cam memiliki beberapa mode pengambilan gambar atau video. Yi Lite punya 9 mode kamera yang menurut saya sangat lengkap dan juga bisa dikonfigurasi. Untuk konektivitas Yi Lite dibekali dengan dual band Wi-Fi (2,4GHz dan 5GHz) dan Bluetooth.

Nilai tambah yang menjadi kelebihan Yi Lite adalah aplikasi Yi Action App. Jadi, selain Anda mengendalikan mode pengambilan foto atau video lewat ponsel, aplikasi ini juga berfungsi sebagai media sosial tempat berbagi foto dan video antara sesama pengguna Yi Action Cam.



Kesimpulan
Yi Lite adalah alternatif bagi Anda yang ingin memiliki sebuah action cam yang harganya masih sangat terjangkau. Namun, dengan harganya yang sangat terjangkau Anda harus rela dengan desain Yi Lite yang sangat sederhana.

Terlihat Yi Lite kurang memaksimalkan desain perangkatnya, misalnya panel informasi mini seperti yang dimiliki GoPro di tiap wajah perangkatnya. Menurut saya fitur tersebut sangat vital dan memberikan kemudahan dalam penggunaannya. 

Dengan harga yang sangat terjangkau tadi, saya rasa penggunaanya tidak akan terlalu bermasalah. Kualitas videonya juga tidak terlalu buruk meskipun masih jauh dari action cam superior.

Sisi positifnya adalah kehadian aplikasi Yi Action App yang berfungsi sebagai kendali sekaligus media sosial di dalamnya akan cukup memanjakan penggunanya. Tidak hanya mengendalikan action cam Yi LIte dari ponsel tapi penggunanya juga bisa mengedit video tersebut dan mengunggahnya ke komunitas pengguna Yi Action Cam.


(MMI)

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018
CES 2018

Lenovo Thinkpad X1 Teranyar Muncul di CES 2018

1 day Ago

Lenovo perkenalkan keluarga baru ThinkPad X1 yang terdiri dari tiga jenis perangkat sekaligus d…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.