Review Headset

Meters OV-1, Headphone Eksentrik Jagoan Bass

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 10 Jan 2018 22:31 WIB
review peripheral
Meters OV-1, Headphone Eksentrik Jagoan Bass
Headphone Meters OV-1 dengan VU meter analog di bagian sisi luar earcup.

Jakarta: Nama Ashdown Engineering mungkin tidak familier di telinga Anda. Merek ini merupakan kompetitor Marshall dan lain-lain. Ashdown Engineering adalah perusahaan produsen instrumen audio dan musik.

Salah satu produknya adalah lini headphone dengan brand Meters. Tim Medcom.id berkesempatan menjajal salah satu headphone yang dibanderol Rp5,4 juta, Meters OV-1.

Melihat headphone ini, saya bisa menilai bahwa Meters OV-1 termasuk headphone kelas premium yang juga mengemas tampilan luarnya agar menggoda perhatian mereka yang melihat.

Bagaimana tidak, pandangan saya langsung tertuju pada sebuah lingkaran indikator VU meter yang terletak di kedua sisi luar ear cup. VU meter berfungsi untuk memperlihatkan kekuatan sinya audio. Biasanya indikator ini berguna bagi para ahli audio tapi untuk headphone ini saya rasanya hanya jadi sebuah gimmick.



Lampu di VU meter akan menyala saat fitur Equalizer otomatis di headphone tersebut diaktifkan dan jarum di VU meter akan bergerak mengikuti dentuman musik. Jadi bagi saya ini lebih menambah nilai plus meski fungsi tentu saja diabaikan.

Dari segi ukuran, Meters OV-1 mengusung desain headphone over ear sehingga ukurannya cukup besar. Material dasarnya menggunakan bahan logam yang terasa sangat kokoh di genggaman. Pada beberapa bagiannya dibalut menggunakan bantalkan busa berlapis kulit.

Pada tangkai sandaran lehernya seluruh lapisan tersebut dibalut dengan bantalan busa yang cukup tebal. Berbeda dengan kebanyakan headphone yang tampak pelit dengan hanya menyediakan bantalan busa di bagian tengah saja.

Bantalan busa di bagian earcup cukup padat sehingga tampaknya tidak akan cepat menipis seiring usianya. Tanpa mengaktifkan fitur noise canceling pun sudah cukup meredam suara bising di sekitar saya.



Kebetulan Meters OV-1 yang saya jajal adalah yang menggunakan kabel, bukan wireless Bluetooth. Dalam paket penjualannya Meters OV-1 hadir dengan tiga jenis kabel yaitu audio jack 3,5mm polos tanpa inline mic serta pengatur volume, 1 kabel dengan inline mic serta pengatur volume, dan kabel dengan kepala port USB.

Memang desain Meters OV-1 cukup bersih tanpa tombol dan lubang, padahal sebetulnya dua hal itu diletakkan di bagian cukup tersembunyi. Terdapat tombol geser untuk mengaktifkan fitur Equalizer dan Auto Noise Cancelation di sisi melingkar earcup yang tertutup oleh tangkai earcup.

Hal ini sebetulnya sangat pas dari sisi desain, tapi untuk menggeser pilihan justru merepotkan karena Anda harus melepas headphone terlebih dahulu dan memperhatikan posisinya. Begitu juga posisi lubang audio jack dan USB port yang saling silang membuat saya tidak bisa menggunakannya sambil mengisi dayanya.

Sebelum saya lupa, Meters Ov-1 juga memiliki baterai yang akan terkonsumsi saat Anda mengaktifkan fitur Equalizer maupun ANC (Auto Noise Cancelation). Saat kedua fitur ini aktif, VU meter yang saya sebutkan di awal akan aktif menyalah dan bergerak jarumnya.



Selama digunakan seminggu penuh dengan fitur Equalizer yang aktif baterainya masih dapat bertahan. Berhubung saya sudah menyebutkan dua fitur tersebut maka kini saya akan menjelaskan pengalaman audio yang saya rasakan.

Equalizer adalah fitur untuk meningkatkan kualitas audio secara otomatis, dibanding dengan mode fitur yang nonaktif audio yang dihasilkan memang jauh lebih kencang dan tebal tapi hanya dibagian alat musiknya. 

Kualitas audio yang saya dapatkan sangat memuaskan apalagi untuk bass-nya sangat detil dan jelas perbedaan tebalnya. Sayangnya suara vokal dari musik yang diputar tidak ikut terdongkrak. Hal yang sama ketika saya menonaktifkan fitur ANC.

Saat fitur ANC diaktifkan tanpa memutar musik, suara bising di sekitar saya cukup teredam. Hal yang sama saat musik saya putar, tanpa harus memutar musik dengan voluime tinggi suara bising di sekitar saya sudah tidak terdengar.

Artinya kualitas ANC yang diberikan sudah sangat bagus. Bayangkan headphone yang kualitas ANC-nya tidak bagus, Anda masih harus memaksimalkan volume musik yang justru membuat Anda tidak nyaman dan juga berbahaya bagi pendengaran.


Kesimpulan
Meters OV-1 dengan sangat jelas menunjukkan bahwa headphone tersebut masuk dalam kategori headphhone premium. Hal ini terlihat dari desain yang menggunakan VU meters analog serta desain bantalan busa yang sangat nyaman.

Hal ini terbukti dari penggunaannya, meskipun ukurannya sangat besar tapi headphone ini dirancang untuk melekat dengan rapat di kepala tanpa membuat penggunanya merasa lelah sat menggunakannya dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sayangnya, kualitas audio yang ditawarkan kurang sedikit sempurna. Kualitas audionya jernih dan tebal tapi kekurangan ini terdapat pada kualitas audio vokal yang diputar tetap tidak mengalami peningkatan saat fitur EQ (Equalizer) diaktifkan.

Keunggulan audionya terletak pada bass dan treble yang tebal dan jelas perbedaan dentumannya. Alhasil, sangat cocok untuk digunakan saat memutar jenis musik EDM.  Selain itu dengan harga yang ditawarkan aksesorisnya juga cukup lengkap, termasuk dengan hardcase untuk menyimpannya.
 
 
8.8
Meters OV-1
Plus
  • Desain unik
  • Bantalan busa yang tebal di setiap bagian nyaman
  • Audio yang jernih dan tebal untuk bass dan treble
Minus
  • Desain port audio dan USB yang tidak bisa digunakan bersamaan
  • Posisi tombol geser fitur EQ dan ANC yang tidak mudah diakses
  • Kualitas audio di vokal tidak biasa saja



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.