Review Peripheral

Netgear PowerLINE WiFi PLW1000, Solusi Pengganti Wi-Fi dan LAN

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 14 Dec 2017 08:11 WIB
netgearreview peripheral
Netgear PowerLINE WiFi PLW1000, Solusi Pengganti Wi-Fi dan LAN
Netgear PowerLINE WiFi PLW1000

Jakarta: Membangun jaringan komputer untuk rumah atau kantor "gampang-gampang susah". Kabel LAN memang lebih bisa diandalkan dalam hal kekuatan dan stabilitas sinyal karena sinyal data mengalir melalui medium khusus dan cukup terlindung dari berbagai gangguan.

Minusnya, kabel LAN sangat sulit untuk dipasang, apalagi jika rumah atau kantor tidak memiliki jalur kabel yang mumpuni.

Solusi lain adalah menggunakan Wi-Fi dan access point. Penggunaan sinyal WiFi yang bersifat nirkabel memang sangat praktis karena Anda tidak perlu memasang kabel ke berbagai sudut ruangan.

Sayangnya, sinyal Wi-Fi lebih rentan terhadap gangguan atau interferensi dari luar yang bisa berdampak pada performa dan stabilitas jaringan.



Lalu bagaimana solusi yang paling tepat? Netgear memiliki sebuah perangkat khusus yang memungkinkan Anda membangun jaringan komputer di rumah menggunakan jaringan kabel listrik yang tertanam. Ya Anda tidak salah baca, perangkat bernama Netgear PowerLINE Wi-Fi PLW1000 ini memang bisa mentransmisikan sinyal data melalui jaringan listrik.

Simpel

Netgear PowerLINE WiFi PLW1000 sebenarnya merupakan perangkat dengan konsep yang sederhana. Alat ini terbagi dalam dua unit. Bagian pertama berupa perangkat yang menghubungkan router dengan jaringan listrik, sementara bagian kedua merupakan perangkat untuk mengubah transmisi dari jaringan listrik ke dalam bentuk sinyal Wi-Fi.



Pemasangannya juga sangat mudah. Pertama hubungkan router dengan perangkat bagian pertama yang tidak memiliki antena. Setelah itu pasangkan perangkat tersebut ke konektor listrik yang ada di dekat router.

Setelah itu pasang perangkat bagian kedua yang memiliki antena ke konektor listrik di ruangan yang bakal disebarkan sinyal Wi-Fi. Ketika keduanya sudah saling terhubung maka Anda sudah bisa mengakses jaringan komputer melalui Wi-Fi yang ditransmisikan dari perangkat bagian kedua.

Meski demikian, PowerLINE Wi-Fi PLW1000 juga masih memiliki jangkauan. Berbeda dengan Wi-Fi, transmisi menggunakan jaringan listrik sangat tergantung pada jarak jalur kabel listrik yang terdapat di rumah atau kantor Anda. Semakin rumit jaringan listriknya maka kemungkinan transmisi sinyal datanya bakal semakin lemah.



Perangkat ini memiliki kelebihan lain yang tidak dimiliki oleh router Wi-Fi. PowerLINE WiFi PLW1000 memungkinkan Anda mentransmisikan sinyal Wi-Fi melewati berbagai penghalang dalam rumah seperti tembok beton. Dengan demikian, alat ini sangat cocok digunakan di rumah atau kantor yang lebih dari satu lantai.

PowerLINE WiFi PLW1000 juga hadir dengan teknologi WiFi 802.11ac yang sudah menjadi standar saat ini. Netgear mengklaim perangkat ini mampu mentransmisikan data hingga 1000Mbps.

Saat kami mengujinya, kecepatan transmisinya memang luar biasa bahakan lebih baik dari kabel LAN standar. Pemanfaatan sinyal listrik sepertinya merupakan kekuatan utama perangkat ini.

Kesimpulan

Bagi Anda yang memiliki rumah luas dan ingin mentransmisikan jaringan WiFi ke ruangan yang sulit dijangkau seperti berada di lantai yang berbeda, PowerLINE WiFi PLW1000 merupakan solusi paling efektif ketimbang menggunakan WiFi extender. Selain transmisi sinyalnya sangat stabil, perangkat ini juga menawarkan kecepatan transmisi yang sangat tinggi.

Satu-satunya kekurangan perangkat ini sepertinya ada pada harganya yang memang tergolong mahal. Bahkan harganya lebih mahal dari sebagian router kelas menengah, yaitu Rp2 juta.

Jika rumah atau kantor Anda sudah memiliki jaringan kabel LAN yang tertanam seperti jaringan listrik, solusi dengan menggunakan perangkat ini menjadi tidak akan berguna karena membeli router Wi-Fi baru lebih murah ketimbang membeli perangkat ini.
 

Netgear PowerLINE WiFi PLW1000

  • Pemasangan simpel
    + Performa sangat bagus
     
  • - Mahal
     



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.