Review Smartphone

Samsung Galaxy J7+, Paling Mahal di Kelas Menengah

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 24 Nov 2017 20:07 WIB
samsungreview gadget
Samsung Galaxy J7+, Paling Mahal di Kelas Menengah
Tampilan Galaxy J7+. (MTVN)

Jakarta: Samsung pertama kali memasang kamera ganda pada Galaxy Note 8. Tak lama kemudian, perusahaan asal Korea Selatan itu membawa kamera ganda pada smartphone kelas menengahnya, Galaxy J7+. Meski memiliki kamera ganda, tentu saja performa keduanya berbeda, mengingat keduanya memang ada di kelas yang berbeda. 

Bagaimanakah performa Galaxy J7+?

 

Desain

Tahun ini, selain kamera ganda, desain bezel-less juga menjadi tren. Tidak melulu smartphone premium yang memiliki desain rangka tipis tersebut, smartphone kelas menengah seperti LG Q6 pun memiliki desain sama. Namun, Samsung tampaknya memutuskan untuk tidak menggunakan Infinity Display miliknya pada Galaxy J7+. 

Galaxy J7+ memang memiliki rangka yang cukup tipis pada sisi kanan dan kirinya. Smartphone Samsung yang satu ini masih memiliki bingkai yang cukup tebal di bagian atas dan bawah.

Sama seperti smartphone Samsung lainnya (dengan Galaxy Note 8 dan Galaxy S8 sebagai pengecualian), di bagian bawah, Anda akan menemukan tombol Home berbentuk lonjong yang diapit oleh dua tombol kapasitif.



Tombol Home ini juga berfungsi sebagai sensor sidik jari. Tombol Power terletak di sebelah kanan sementara tombol volume terdapat di sebelah kiri. Meskipun sudah dilengkapi dengan Bixby, Galaxy J7+ tidak memiliki tombol khusus untuk mengaktifkan asisten virtual buatan Samsung itu. Saya tidak mempermasalahkan itu, mengingat saya tidak sering menggunakan Bixby. 

Di bagian belakang, Anda akan menemukan kamera ganda yang terpasang secara vertikal dengan flash di bagian bawahnya. Menurut saya, desain ini membuat Galaxy J7+ terlihat simpel dan elegan, berbeda dengan Galaxy note 8 yang bagian belakangnya terkesan "ramai" karena terdapat dua kamera belakang, sensor detak jantung dan sensor sidik jari. 



Di bagian bawah ponsel, Anda akan menemukan port charger di bagian tengah. Samsung masih menggunakan port USB Type-A untuk ponselnya yang satu ini. Sementara itu, port audio terdapat di sebelah kanan port charger. Penggemar Samsung beruntung karena sejauh ini, perusahaan asal Korea Selatan itu tampaknya tidak punya rencana untuk mengikuti tren menghilangkan port audio. 

 

Software & UI

Samsung sudah menggunakan Android 7.1 Nougat untuk Galaxy J7+. Dengan begitu, Anda sudah bisa mengaktifkan fitur multitasking. Anda bisa mengatur besar ukuran window masing-masing aplikasi yang terbuka, meski tidak sebebas multitasking pada Galaxy Note 8



Galaxy J7+ juga sudah dilengkapi dengan Bixby, asisten virtual buatan Samsung. Karena tidak dilengkapi dengan tombol khusus Bixby, Anda bisa mengaksesnya dengan melakukan swipe ke kanan di halaman paling kiri dari Home.

Namun, fitur Bixby di ponsel ini tidak selengkap Bixby yang ada di Galaxy Note 8 atau Galaxy S8. Melalui Bixby, Anda hanya akan bisa berbagai informasi seperti galeri ponsel, cuaca, berita, dan tempat-tempat terdekat. 



Samsung tampaknya berusaha untuk meningkatkan produktivitas para penggunanya, karena Galaxy J7+ sudah dipaketkan bersama dengan aplikasi-aplikasi Microsoft, seperti Word, Excel, PowerPoint, OneDrive dan Skype. Selain itu, Galaxy J7+ juga sudah dilengkapi dengan aplikasi Samsung Health. 



Dalam aplikasi ini, Anda bisa mencatat langkah yang Anda ambil, membantu Anda mengingat banyak air yang sudah Anda minum, melacak lama tidur Anda dan lain sebagainya. Hanya saja, karena tidak dilengkapi dengan sensor detak jantung, Anda tidak bisa menggunakan ponsel ini untuk mengukur detak jantung dan kandungan oksigen dalam darah (SpO2).

Sebagai gantinya, Anda hanya bisa mencatat informasi tentang kesehatan Anda (seperti gula darah dan tekanan darah) secara manual. 
 

Kamera & Video

Untuk masalah kamera, Samsung mengunggulkan dua kamera pada belakang Galaxy J7+.  Kamera belakang Galaxy J7+ terdiri dari kamera 13MP aperture f/1.7 dan kamera 5MP aperture f/1.9.

Seperti kebanyakan smartphone lain dengan kamera belakang ganda, dua kamera belakang Galaxy J7+ berfungsi untuk menghasilkan gambar dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur. 



Namun, hati-hati, Anda bisa menghasilkan gambar Bokeh bahkan tanpa sengaja. Seperti pada gambar di bawah ini. 



Di bawah terik matahari, kamera Galaxy J7+ dapat mengambil gambar dengan detail yang jelas. Bahkan di tempat yang sangat gelap sekalipun, gambar yang dihasilkan oleh Galaxy J7+ masih cukup baik. Di bawah ini beberapa hasil contohnya. 







Namun, ketika Anda melakukan zoom dengan kamera Galaxy J7+, maka detail gambar mulai menghilang. 



Galaxy J7+ bisa dibandingkan dengan Xiaomi Mi A1, yang juga memiliki kamera belakang ganda. Soal hasil foto, Galaxy J7+ masih menang terkait warna yang dihasilkan. Foto jepretan ponsel buatan Samsung ini masih menghasilkan warna yang lebih sesuai dengan aslinya.

Selain itu, ia juga memiliki dynamic range yang lebih baik. Hanya saja, kamera Xiaomi Mi A1 masih menghasilkan detail yang lebih baik. 


Performa & Baterai

Soal performa, Samsung Galaxy J7+ sudah lebih dari memuaskan. Smartphone ini bisa menjalankan dua aplikasi sekaligus tanpa ada masalah. Dengan layar 5,5 inci resolusi Full HD, saya puas untuk menonton video menggunakan Galaxy J7+. Layarnya cukup besar dan gambar yang dihasilkan tajam.

Selain itu, Samsung sudah melengkapinya dengan Blue Light filter sehingga Anda bisa membaca tulisan pada layar dalam waktu lama tanpa membuat mata terasa perih. 

Hanya karena Samsung menggunakan prosesor MediaTek, bukan berarti Galaxy J7+ memiliki performa buruk. Smartphone kelas menengah ini sudah cukup mumpuni untuk digunakan untuk bermain game seperti Asphalt 8: Airborne sekalipun. Selain itu, Samsung juga sudah melengkapinya dengan fitur game launcher.



Fitur ini tidak hanya memudahkan Anda untuk mengambil screenshot atau bahkan mereka momen ketika Anda bermain, fitur ini juga bisa membuat Anda menonaktifkan notifikasi saat bermain. Dengan begitu, tidak perlu takut Anda terganggu ketika sedang bermain. 

Ketika diuji menggunakan pengujian sintetis alias benchmark, hasil yang didapatkan Galaxy J7+ sedikit di bawah para pesaingnya, seperti yang dapat Anda lihat pada grafik di bawah. Selain itu, ketiga pesaing Galaxy J7+ ini memiliki harga yang lebih murah. 



Sementara dari segi baterai, Galaxy J7+ dapat bertahan lebih lama dari pesaing-pesaingnya, meski tidak jauh lebih lama. 



Satu hal lain yang kurang saya kurang sukai dari Galaxy J7+ adalah memori internalnya yang terbilang kecil. Galaxy J7+ hanya memiliki memori internal sebesar 32GB, yang bisa dengan cepat terisi ketika Anda sering mengambil foto dan video dengan resolusi tinggi. 

Kesimpulan
Samsung Galaxy J7+ ditawarkan dengan harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan pesaingnya, meski memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama.

Sebagai gantinya, Samsung berusaha untuk menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih baik, misalnya dengan melengkapi Galaxy J7+ dengan Bixby -- meski fungsinya tidak selengkap smartphone premium -- dan berbagai aplikasi dari Microsoft untuk meningkatkan produktivitas. 

Pada akhirnya, Anda yang menentukan apakah Anda rela mengeluarkan Rp1 juta lebih untuk mendapatkan nama Samsung terpasang pada smartphone Anda. 

 
  Samsung Galaxy J7+
Prosesor MediaTek Helio P25 octa-core
RAM 4GB
OS Android 7.1. Nougat 
Memori Internal 32GB
Kamera Depan 16MP, Belakang 13M+5MP
Baterai 3.000 mAh
Layar 5,5 inci (1920 x 1080 piksel)
Harga Rp4.999.000
  

Samsung Galaxy J7+

 

7,7

  • + Hasil jepretan kamera yang baik
    + Performa memuaskan
     
  • - Memori internal kecil
    - Harga cukup mahal dibandingkan pesaing
     



(MMI)

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah
Review Smartphone

Huawei Nova 2i, Jawaban 4 Kamera di Kelas Menengah

1 week Ago

Huawei Nova 2i dilengkapi dengan 4 kamera. Inilah ulasan lengkap performanya. 

BERITA LAINNYA
Video /